
"Kenapa kau tersenyum seperti itu" ucap Abraham. saat melihat adik sepupunya yang tersenyum.
"Kak" ucap Yeon. ia melangkah mendekati meja kebesaran Abraham dan duduk di kursi yang ada di depan meja itu. "Kak, siapa pria yang tadi. apakah dia adalah pria yang kakak dan kakak ipar bicarakan di mobil tadi" ucap Yeon lagi.
"Jack?" ucap Abraham. Yeon menganggukkan kepalanya. "Iya, dia Jack, ada apa. jangan bilang kau menyukai nya" ucap Abraham. menyelidik.
"Memangnya kenapa jika aku menyukai nya" ucap Yeon.
"Dasar!! Setiap ada pria tampan saja kau sukai" ucap Abraham.
"Biarkan saja. kakak juga kan menyukai kakak ipar karena kakak ipar itu cantik. jadi aku menyukai Jack karena dia tampan. lihat lah mata nya yang berwarna biru itu benar-benar indah" ucap Yeon. membuat Abraham mendengus kesal. "Kak, apa dia sudah memiliki kekasih" ucap Yeon lagi. bertanya.
"Mana aku tau. kau tanyakan saja sendiri" ucap Abraham ketus. membuat Yeon mendengus kesal.
...*****...
Di tempat lain. Jerry sedang berada di ruang kerja sang Daddy. ia ingin membahas tentang rencana untuk membongkar kebohongan Lyvia.
"jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang" ucap William. pada putranya itu.
__ADS_1
"Dad, seperti nya kita harus ke Amerika" ucap Jerry.
"Untuk apa. bukan kah kau bilang, kau akan ke Amerika setelah masalah mu di sini selesai" ucap William.
"Iya, aku tau. tapi seperti nya, aku harus secepatnya menikahi Celin. karena perutnya akan semakin membesar" ucap Jerry.
"Lalu, kapan kau akan menjalankan rencana mu" ucap William. Jerry menyeringai.
"Sekarang" ucap Jerry.
"Baiklah, terserah mu saja. kapanpun kau menjalankan rencana mu Daddy akan selalu mendukungnya. tapi kau belum memberitahu Daddy apa rencana mu untuk membongkar kebohongan Lyvia" ucap William.
"Darimana kau tau bahwa anak yang di kandung oleh Lyvia adalah anak Erickson Rolez. sudah banyak pria yang tidur dengan nya" ucap William.
"Karena usia kandungan nya sama seperti usia kandungan Celin. kata kakak nya Celin, saat ia mengantarkan Celin ke dokter kandungan usia kandungan Celin sudah empat minggu. dan Lyvia pun begitu usia kandungan nya juga empat minggu. aku sudah menyuruh anak buah ku untuk menyelidikinya. dan apa Daddy tau, kenapa Celin bisa hamil anak ku" ucap Jerry bertanya. William menggelengkan kepalanya. pertanda bahwa ia tidak tau. karena Jerry memang belum memberitahu penyebab Celin hamil karena dirinya kepada kedua orang tuanya.
"Kenapa" ucap William.
"Karena ada yang menjebak kami dengan obat perangsang, itu sebabnya kami melakukan nya. dan saat kami melakukan nya, di saat itu pula lah Lyvia dan Erickson Rolez melakukan nya di kamar hotel yang lain. dan apa Daddy tau, siapa pria yang sedang bercinta dengan nya saat aku memergokinya di apartemen nya sebulan yang lalu" ucap Jerry lagi. William menggelengkan kepalanya menandakan ia tidak tau. "Erickson Rolez. dia adalah pria yang terakhir menyentuh Lyvia. saat aku memutuskan hubungan ku dengan Lyvia, mereka pun masih tetap melakukan nya. itulah yang membuat ku yakin bahwa anak yang di kandung oleh Lyvia adalah anak dari Erickson Rolez. apalagi saat aku menyuruh anak buah ku menyelidiki nya, membuat ku tambah yakin bahwa anak itu adalah anak Erickson Rolez"
__ADS_1
"Tapi, apa menurut mu Erickson Rolez akan bertanggung jawab" ucap William.
"Pasti dia akan bertanggung jawab. karena tidak ada yang akan melarangnya untuk menikahi Lyvia. semua keluarga nya sudah tidak ada. jadi, tidak ada alasan dia untuk tidak menikah Lyvia. Daddy tau kan keluarga nya pun sama seperti Daddy dan Mommy yang tidak ingin menjadi kan Lyvia menantu di keluarga Barrack. pasti seperti itu pula kedua orang tua Erickson Rolez yang tidak ingin mempunyai menantu seperti Lyvia, karena ia adalah seorang wanita malam. tapi kedua orang tua dan keluarga nya Erickson Rolez sudah tidak ada, pasti akan lebih mudah untuk menikahkan mereka. lagipula Erickson Rolez juga membutuhkan seorang pewaris untuk perusahaan keluarga nya" ucap Jerry. panjang lebar.
"Kau ada benar nya juga" ucap William. "Tapi,bagaimana dengan Erickson Rolez? apakah dia mau menikahi Lyvia" ucap William lagi bertanya.
"Aku juga sudah memiliki rencana jika dia tidak ingin menikahi Lyvia" ucap Jerry.
"Sepertinya rencana mu sangat banyak" ucap William. membuat Jerry terkekeh.
"Tentu" ucap Jerry.
"Jadi, apa kau akan mengumumkan tentang pernikahan mu ke publik sekarang" ucap William bertanya.
"Iya. aku akan memberitahu salah satu wartawan untuk menyebarkan berita tentang pernikahan ku sekarang juga" ucap Jerry.
"Baiklah. Semoga kau selalu bahagia Jerry. Daddy dan Mommy selalu mendoakan mu" ucap William. menepuk-nepuk bahu putranya.
"Terima kasih Dad" ucap Jerry. "Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Jerry lagi. William menganggukkan kepalanya. Jerry segera keluar dari ruangan kerja sang Daddy untuk menemui salah satu wartawan yang ada di negara itu.
__ADS_1