
Ricardo mengantar istri dan anaknya pulang ke rumah. setelah mereka mengantarkan Celin ke bandara pribadi milik nya.
"Kau ingin kemana lagi Sayang" ucap Calista. saat ia turun dari mobil.
"Aku ada urusan sebentar di luar" ucap Ricardo.
"Urusan apa" ucap Calista.
"Kau akan tau nanti" ucap Ricardo.
"Kau tidak selingkuh kan" ucap Calista. menyelidiki, menatap suaminya dengan tajam.
"Yaampun Sayang. bagaimana mungkin aku bisa berpaling darimu" ucap Ricardo.
"Awas saja jika kau macam-macam di luar sana" ucap Calista.
"Iya Sayang. kau tenang saja" ucap Ricardo. "Michael kau jaga Mommy ya Sayang" ucap Ricardo pada putranya.
"Oke Daddy" ucap Michael.
"Aku pergi dulu" ucap Ricardo pada istri nya.
"Iya. hati-hati Sayang" ucap Calista. Ricardo mengangguk kemudian melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
Ricardo mengambil ponsel nya yang berada di saku celananya dan menghubungi anak buahnya.
"Cari tau tentang kekasih Jerry Barrack sampai ke akar-akarnya. aku tunggu sepuluh menit" ucap Ricardo. pada anak buahnya.
"Baik Tuan" ucap anak buah Ricardo di seberang sana. segera Ricardo mematikan panggilannya dengan anak buahnya. ia kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Barrack.
...*****...
Saat sudah tiba di kediaman keluarga Barrack. tampak seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat cantik itu menyambut Ricardo dengan wajah sumringah.
"Yaampun Ricardo. sudah lama aunty tidak bertemu dengan mu" ucap wanita paruh baya itu.
"Iya aunty sudah lama kita tidak bertemu" ucap Ricardo.
"Ada apa kau datang kesini, tumben sekali. apa istri dan anakmu juga ikut" ucap wanita paruh baya itu.
"Tidak aunty, mereka ada di rumah. aku kesini untuk menemui Jerry. apa dia ada di rumah aunty" ucap Ricardo.
"Owh, Jerry. dia ada di dalam kamar nya. ayo aunty akan mengantarkan mu ke kamar nya" ucap wanita paruh baya itu. Ricardo mengangguk dan mereka pun segera pergi ke kamar Jerry yang ada di lantai tiga.
Saat sudah tiba di depan kamar Jerry, wanita paruh baya yang tak lain adalah Mommy Jerry, Jenita. ia mengetuk pintu kamar Jerry.
"Jer, ada Ricardo. kakak ipar Celin. katanya nya dia ingin bertemu dengan mu" ucap Jenita.
Glek!
Deg!
Jerry menelan salivanya susah payah. dan jantung nya berdetak sangat kencang. ia sudah tau maksud kedatangan Ricardo ke rumah nya. pasti kejadian semalam yang dia dan Celin lakukan. Jerry pun segera membuka pintu kamarnya dan di sana ada Mommy dan juga Ricardo yang menatap nya depan tajam.
"Aunty bisa tinggalkan kami berdua sebentar" ucap Ricardo.
__ADS_1
"Iya baiklah. aunty akan menunggu di bawah" ucap Jenita. Ricardo hanya mengangguk, segera Jenita pergi meninggalkan kedua pria itu.
Ricardo masih menatap Jerry dengan tajam, membuat Jerry tak bisa berkutik. hingga sebuah pukulan mendarat di wajah tampan Jerry.
Bugh!
Ricardo memukul wajah Jerry dengan kuat. hingga membuat Jerry terduduk di lantai. Jerry mengusap darah segar yang mengalir dari sudut bibi nya dengan ibu jari nya.
"Setelah apa yang kau lakukan dengan adik ipar ku semalam kau tidak bertanggung jawab? kau meninggalkan nya di hotel sendirian pagi ini. dan pergi ke apartemen kekasih jalang mu itu untuk bercinta? Cih, Jerry dimana kau taruh otak mu itu. sudah berapa kali Mommy dan Daddy mu menyuruh dirimu untuk meninggalkan Lyvia. tapi kau tidak pernah mendengarkan nya" ucap Ricardo. "Dan kau sekarang tidak bertanggung jawab dengan adik ipar ku setelah apa yang kalian lakukan semalam? kau sudah merengut mahkota nya yang ia jaga selama ini, dan dengan tega nya kau meninggalkan Celin di kamar hotel itu sendiri" ucap Ricardo.
"Aku sudah mencari Celin tadi. tapi aku tidak menemukan nya di kamar hotel itu" ucap Jerry.
"Jelas saja kau tidak menemukan nya. karena dia sudah pulang ke rumah" ucap Ricardo.
"Aku akan menikahi Celin sebagai bentuk tanggung jawab ku" ucap Jerry.
"Aku tidak akan mengizinkan mu menikahi Celin, jika kau belum memutuskan hubungan mu dengan Lyvia" ucap Ricardo.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan Lyvia. aku mencintai nya" ucap Jerry. membuat Ricardo geram. ia kembali memukul wajah Jerry dengan kuat.
Bugh!
"Kalau begitu kau tidak perlu menikahi Celin. karena percuma!! dia juga akan tetap tersakiti" ucap Ricardo marah.
"Tapi bagaimana jika Celin hamil" ucap Jerry lirih. namun masih bisa di dengar oleh Ricardo. ia hanya tersenyum sinis.
"Ternyata kau juga memikirkan hal itu rupanya. kau pikir kami tidak sanggup membiayainya jika ia hamil anak mu nanti" ucap Ricardo.
"Bukan itu maksud ku. tapi bagaimana jika Celin hamil anakku, dan saat anakku lahir. dia lahir tanpa seorang ayah" ucap Jerry.
"Celin saat ini sudah kembali ke Amerika. kau pikirkan lah apa yang aku katakan tadi" ucap Ricardo. "Dan ini. kau akan tau, seberapa jalang nya wanita yang kau cintai itu" ucap Ricardo. melempar amplop coklat yang berisi foto Lyvia. karena sebelum sampai di kediaman Barrack Ricardo sempat menemui anak buahnya untuk mengambil foto itu.
"Datang lah ke apartemen kekasih mu itu sekarang tanpa sepengetahuan nya. kau akan tau apa yang sedang ia lakukan jika kau sedang tidak ada di sana" ucap Ricardo. la pun pergi dari kamar Jerry dan meninggalkannya yang masih terduduk di lantai.
Jerry membuka amplop yang di berikan oleh Ricardo. ia menatap foto itu dengan tatapan tak percaya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai guys!! buat kalian yang penasaran sama umur pemain di novel ini aku kasih tau yaa.
ABRAHAM - 30 TAHUN.
KENAYA - 23 TAHUN.
JERRY - 30 TAHUN.
CELIN - 28 TAHUN.
NENEK LAMPIR (LYVIA) - 33 TAHUN.
Kalau untuk Kenzie dan Laura nanti ku kasih tau di novel mereka. cuma aku belum bisa up. karena aku ada kesibukan lain di dunia nyata.
untuk visual Jerry dan Celin. aku kasih Michelle Morrone dan Anna Maria. yang tidak tau nanti aku kasih di episode selanjutnya. atau kalian nonton film mereka yang judulnya 365 days.
__ADS_1
oke itu aja, sekian dan terima kasih😇💃