CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
KENCAN PERTAMA


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Tanpa terasa, ketiga anak Abraham dan Kenaya sudah beranjak dewasa. Dan hari ini adalah hari ulang tahun Alice dan Aldrix yang ke 18 tahun. Di mansion Abraham begitu ramai, merayakan hari ulang tahun Alice dan juga Aldrix. Semua orang berkumpul di sana sambil berbincang-bincang. Kecuali, Aldrix. Ia memilih membawa kekasih nya ketempat yang sepi. Namun, masih di sekitar mansion Abraham.


"Aldrix, ayo kita kembali kedalam. Nanti orang mencari kita" ucap seorang wanita yang sedang duduk di samping Aldrix.


"Sebentar Sayang. Biarkan kita menghabiskan waktu disini" ucap Aldrix. Menahan tangan kekasih nya, saat wanita itu ingin berdiri.


"Nanti ada yang melihat kita" ucap wanita itu. Membuat Aldrix terkekeh.


"Tidak akan" ucap Aldrix. Menarik tangan kekasih nya dan membawa nya kedalam pelukan nya.


Xilen Rolez, gadis cantik berusia 17 tahun itu adalah putri kedua dari Lyvia dan Erickson Rolez. Pertemanan kedua orang tua mereka membuat benih-benih cinta itu tumbuh secara perlahan di dalam hati mereka. Dan hari ini, keduanya resmi berpacaran setelah mereka mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


Aldrix mengelus kepala Xilen yang berada di dada bidang nya dengan lembut. Sesekali pria itu mencium puncak kepala kekasih nya. Xilen mendongakkan kepalanya menatap ke arah sang kekasih. Hingga membuat Aldrix mencium bibir nya. Keduanya saling m*l*m*t dengan lembut hingga.....


"Eheem"


Suara deheman seseorang mengejutkan keduanya. Xilen cepat-cepat menjauh dari Aldrix dan mendorong tubuh pria itu tanpa sengaja. Hingga membuat Aldrix terjatuh ke rumput.


"Sayang" ucap Aldrix kesal.


"Daddy, Mommy dan yang lainnya sibuk mencari kalian. Dan kalian sedang asik berduaan disini" ucap Alice.


"Aldrix yang mengajak ku kesini" ucap Xilen.


"Dan kau mau saja? Ayo Xilen kita masuk" ucap Alice. Ia dan Richela pun menarik tangan Xilen dan membawa wanita itu kembali kedalam.


"Tunggu" ucap Aldrix. Mengejar ketiga wanita itu.

__ADS_1


"Kalian berkencan?" ucap Richela.


"Baru tadi siang" ucap Aldrix. Dengan senyuman di wajah tampan nya itu. "Bagaimana hubungan mu dengan kekasih mu?" ucap Aldrix lagi. Pada Richela.


"Biasa saja, tidak ada yang spesial. Dia terlalu pelit" ucap Richela.


"Kau mencintai kekasih mu?" ucap Xilen. Richela menggelengkan kepalanya. Karena ia memang tidak mencintai kekasih nya itu. "Kenapa?" ucap Xilen lagi.


"Aku berpacaran, hanya untuk bergaya saja" ucap Richela santai. Membuat ketiga nya menggeleng-gelengkan kepala mereka.


"Aneh" ucap Alice.


Saat keempat anak remaja itu tiba di dalam mansion Abraham. Mereka pun duduk di kursi yang dekat dengan berbagai jenis makanan yang di hidangkan disana. Alice dan Richela asik bercanda. Sedangkan, Aldrix dan Xilen sibuk dengan dunia mereka sendiri. Tanpa memikirkan orang-orang yang ada di sekitar mereka.


"Hai Richela Sayang" ucap seorang pria. Bertubuh atletis dengan rahang nya yang tegas. Menghampiri Alice dan Richela yang sedang asik bercanda gurau itu. Richela menghela nafas nya kasar dan memutar bola matanya malas.


"Hai Alice" ucap Nathan.


"Kalau begitu, aku tinggal dulu" ucap Alice. Membuat Richela mendengus kesal.


"Alice! Jangan pergi" ucap Richela. Namun, Alice tak menggubris ucapan nya. Alice tetap melangkahkan kakinya untuk berkumpul bersama dengan sanak saudara nya yang lain. "Apa liat-liat" ucap Richela lagi. Pada Nathan yang sudah duduk di samping nya.


"Jangan galak-galak. Nanti cantik mu hilang" ucap Nathan tersenyum.


"Ck!" Richela berdecak. Dan ingin bangkit berdiri. Namun, Nathan segera menahan tangannya hingga Richela kembali duduk.


"Kenapa kau selalu saja menjauhi ku. Bukankah, dulu kau begitu senang jika berdekatan dengan ku?" ucap Nathan.

__ADS_1


"Itu dulu, saat aku masih kecil!" ucap Richela ketus. Membuat Nathan terkekeh.


"Dulu kau yang selalu mengejar-ngejar ku" ucap Nathan. "Richela, ayo kita berpacaran" ucap Nathan lagi.


"Ck! Jangan bercanda. Aku sudah memiliki kekasih" ucap Richela. Membuat Nathan terkekeh.


"Baru kekasih. Belum suami. Jadi aku masih bisa merebut mu darinya" ucap Nathan.


"Sebenarnya apa yang kak Nathan inginkan. Bukankah dulu kakak selalu menolak ku. Mengatakan aku jelek, badan ku gemuk. Tidak sesuai dengan wanita ideal kakak" ucap Richela. Yang malah membuat Nathan terkekeh.


"Itu dulu Richela. Umur mu terlalu kecil untuk ku" ucap Nathan.


"Tapi tidak perlu sampai mengancam" ucap Richela. Yang kembali mengingat masa lalu nya yang begitu memalukan.


Richela yang saat itu baru berusia 12 tahun selalu mengejar-ngejar Nathan yang saat itu sudah berusia 22 tahun. Dengan tak tau malu nya Richela selalu mengungkap perasaannya pada Nathan. Selalu memberikan pria itu permen lolipop setelah Nathan selesai bermain bola basket. Dan Nathan selalu mengancam nya dengan akan ku potong kaki dan tangan mu jika kau selalu memberikan ku permen lolipop. Alhasil, Richela pun selalu menangis dan pulang ke mansion lalu mengadu pada Jerry. Namun, di hari-hari berikutnya. Richela tetap mengejar Nathan. Hingga suatu hari, Nathan pun geram lalu mengatakan.....


"Richela, usia mu itu masih terlalu kecil. Kau juga bukan tipe ku. Kau terlalu gemuk, aku tidak akan kuat menggendong mu jika nanti kau pingsan" ucap Nathan. Saat itu. Hingga membuat Richela yang baru berusia 12 tahun itu menangis sejadi-jadinya.


Hatinya begitu sakit saat mendengar hinaan yang keluar dari mulut Nathan. Richela yang selalu pulang ke mansion dengan keadaan menangis pun membuat Jerry menjadi geram pada Nathan. Hingga Jerry pun membatalkan kontrak kerja sama nya dengan perusahaan milik keluarga Nathan.


Dan mulai saat itu. Richela selalu menjaga pola makan nya dan sering berolahraga. Hingga bentuk tubuh nya pun berubah drastis. Tubuh nya yang sekarang tidak seperti tubuh nya yang dulu, gemuk dan juga pendek. Kini, tubuh nya yang sekarang terlihat begitu indah. Tinggi dan juga langsing. Dengan wajahnya yang juga begitu cantik. Mirip seperti wajah Jerry versi perempuan.


Richela pun juga mengikuti jejak sang Mommy yang juga dulu pernah menjadi seorang model. Di usia nya yang baru 18 tahun itu. Richela sudah menrima beberapa project. Bahkan, tak jarang ia juga pernah membintangi beberapa mini series.


"Kau ingin kemana" ucap Nathan. Menahan tangan Richela kembali. Saat wanita itu ingin pergi dari sana.


"Makan!" ucap Richela ketus. Ia menghempaskan tangan Nathan dan segera meninggalkan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2