
Sore harinya Abraham dan Kenaya pulang ke rumah, setelah beristirahat di kantor. saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil. Kenaya yang masih mengantuk dan juga lelah akibat kegiatan panas mereka tadi menyenderkan kepalanya di pintu mobil.
"Kau lelah Sayang" ucap Abraham. mengelus rambut istrinya lembut.
"Hhmm" ucap Kenaya. berdeham.
"Kalau begitu tidur lah. aku akan membangunkan mu saat kita sudah sampai nanti" ucap Abraham. Kenaya hanya menganggukkan kepalanya.
Abraham melajukan mobilnya menuju kediaman Moorey. saat sudah tiba di kediaman Moorey, Abraham membangunkan istrinya.
"Sayang, bangun. kita sudah sampai" ucap Abraham. menggoyangkan tubuh istrinya. Kenaya hanya bergumam, ia benar-benar lelah saat ini.
Abraham yang melihat Kenaya hanya bergumam menghela nafasnya kasar. mungkin Kenaya sangat lelah karena kegiatan panas mereka tadi. Abraham turun dari mobil dan memutari mobilnya. ia membuka pintu mobilnya dan menggendong istrinya. ia membawa istrinya masuk ke dalam rumah. Yeon yang melihat kedatangan kakaknya dan juga kakak ipar nya datang menghampiri mereka.
"Ada apa dengan kakak ipar kak" ucap Yeon.
"Dia tertidur" ucap Abraham. masih melanjutkan langkahnya.
"Kenapa kakak ipar tertidur" ucap Yeon. mengekori Abraham.
"Karena dia lelah" ucap Abraham.
"Kenapa kakak ipar bisa lelah. pasti kakak yang membuat kakak ipar lelah. iya kan" ucap Yeon. membuat Abraham menghentikan langkah nya. ia menatap Yeon dengan kesal. Yeon ini sama sekali seperti wanita yang sedang ia gendong ini, cerewet. jangan lupakan Mommy nya dan juga aunty nya yang cerewet.
"Iya. kakak ipar mu lelah karena aku. kami habis bermain di atas meja tadi" ucap Abraham kesal. lalu ia pergi meninggalkan Yeon yang terlihat bingung. bermain di atas meja? untuk apa mereka bermain di atas meja. batin Yeon.
...*****...
Saat sudah tiba di dalam kamar mereka. Abraham membaringkan istrinya di atas ranjang. Kenaya yang merasakan pergerakan Abraham pun terbangun. membuat Abraham berdecik kesal.
__ADS_1
"Ck. kau bangun di saat aku sudah meletakkan mu di atas ranjang" ucap Abraham kesal.
"Mana aku tau kalau kita sudah sampai" ucap Kenaya.
"Padahal aku sudah membangunkan mu tadi di mobil. tapi kau tidak juga bangun-bangun. kau hanya menjawab hhmm hhmm saja" ucap Abraham kesal.
"Yasudah lah. kenapa kau seperti tidak ikhlas menggendong ku" ucap Kenaya. yang mulai kesal.
"Kau berat sekarang. membuat ku sedikit susah untuk menggendong mu" ucap Abraham. oh, Abraham. kau sedang mencari masalah sekarang dengan singa betina.
"Apa kau bilang?! aku berat?! kau mengatai ku gendut ya" ucap Kenaya. Abraham menelan salivanya saat melihat istrinya itu menatap ia dengan tajam.
"Singa betina mulai mengamuk. bodoh, bodoh. kenapa kau mengatakan itu tadi" ucap Abraham dalam hati.
"Saat sedang bercinta saja kau tidak mengatakan bahwa aku berat. bahkan kau masih sanggup menggendong ku saat sedang bercinta" ucap Kenaya. masih menatap Abraham dengan tajam. sementara Abraham hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah.
"Hanya apa. hah?!" ucap Kenaya.
"Hanya....." ucap Abraham.
"Hanya apa?!" ucap Kenaya.
"Ya. hanya-hanya" ucap Abraham asal. ia tidak tau harus menjawab apa. tapi bukan kah Kenaya memang berat sekarang. batin Abraham.
"Tidak jelas" ucap Kenaya. "Kau tidur di sofa malam ini. dan tidak ada jatah untuk malam ini" ucap Kenaya lagi. membuat Abraham gelagapan.
"Tidak bisa begitu Sayang. itu kan sudah ritual kita setiap malam dan sebelum tidur" ucap Abraham.
"Siapa suruh kau mengatakan ku gendut" ucap Kenaya.
__ADS_1
"Aku tidak mengatakan bahwa kau gendut. aku hanya mengatakan bahwa kau be.....rat" ucap Abraham. mengecilkan volume kata berat. namun masih bisa di dengar oleh Kenaya.
"Itu kau bilang aku berat. itu artinya aku gendut" ucap Kenaya.
"Tidak Sayang. aku hanya bercanda saja tadi. kau tetap langsing di mata ku" ucap Abraham. tersenyum semanis mungkin. "Kau ingin apa. aku akan mewujudkan nya" ucap Abraham lagi. berusaha merayu istrinya agar tidak marah.
"Kau akan mewujudkan apa yang aku inginkan" ucap Kenaya. mulai termakan rayuan suaminya.
"Tentu saja. katakan, apa yang kau inginkan" ucap Abraham. membuat Kenaya tersenyum licik.
"Aku ingin....." Kenaya sengaja menghentikan ucapan nya. membuat Abraham penasaran. dan sekaligus was-was. takut istrinya itu meminta yang aneh-aneh
"Ingin apa Sayang" ucap Abraham.
"Aku ingin kapal pesiar yang besar" ucap Kenaya antusias.
"Hanya itu? kecil" ucap Abraham sombong.
"Tidak, bukan hanya itu saja" ucap Kenaya.
"Lalu apa lagi. katakan" ucap Abraham.
"Tapi apa kau yakin bisa mewujudkan yang satu ini" ucap Kenaya. Abraham menganggukkan kepalanya pasti.
"Katakan" ucap Abraham.
"Mulai malam ini sampai pinggang ku sembuh. kau tidur di sofa dan tidak ada jatah" ucap Kenaya tersenyum.
"Hah?!"
__ADS_1