
Saat sudah tiba di kediaman Moorey Jack menghentikan mobil Yeon tepat di depan rumah besar itu. saat Yeon akan turun dari mobilnya, Jack menahan tangan Yeon. membuat Yeon menatap ke arah Jack.
"Ada apa" ucap Yeon bingung.
"Sepertinya kau melupakan sesuatu" ucap Jack. membuat Yeon bingung.
"Apa" ucap Yeon. mengerutkan keningnya.
"Ini" ucap Jack. menunjuk bibir nya. seketika pipi Yeon langsung memanas. padahal di dalam mobil ada ac nya. saat Yeon mendekatkan wajahnya ke Jack dan ingin mencium bibir Jack.....
Tok!
Tok!
Tok!
Suara ketukan di jendela mobil Yeon membuat Yeon dan Jack menatap ke arah sana. keduanya membulatkan mata mereka saat melihat ada Abraham dan Jerry yang sedang mengintip mereka dari luar. Abraham memberi kode pada Yeon dan Jack dengan tangan nya, agar mereka segera keluar dari mobil. mereka pun segera keluar dari mobil, sebelum Abraham mengamuk.
"K-kak....."
"Masuk!" ucap Abraham dingin. memotong ucapan Yeon.
"Masuk Yeon, kau tidak ingin melihat kakak mu itu mengamuk bukan" ucap Jerry. Yeon pun segera menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam rumah besar itu. Yeon bergabung dengan Kenaya dan Celin yang sedang memakan cemilan di ruang tengah dengan wajah pucat nya.
Kembali ke halaman rumah...
"T-tuan....."
"Apa yang kau lakukan pada adik ku" ucap Abraham. memotong ucapan Jack dan menatap Jack dengan tajam.
"Ah, masa kau tidak tau Abraham. Jack tadi membuat Yeon mendesah. itu saja kau tidak tau" ucap Jerry. membuat Abraham mendengus kesal.
"Bukan itu maksud ku! aku bertanya pada Jack, apa yang dia lakukan pada adikku" ucap Abraham. Jerry menghembuskan nafas nya.
"Kau kan sudah tau, kenapa kau masih bertanya. kau tidak dengar apa yang aku katakan barusan. Jack membuat Yeon mendesah. yang artinya mereka tadi sedang bercinta" ucap Jerry. membuat Abraham semakin kesal.
"Kau masuk saja Jer, tidak ada gunanya berbicara dengan mu. membuat ku pusing saja" ucap Abraham. ia kembali menatap ke arah Jack dengan tajam. "Berani nya kau melakukan itu pada adik ku" ucap Abraham lagi. pada Jack.
"M-maafkan saya Tuan" ucap Jack menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tadi pagi aku menyuruh mu untuk mengantarkan berkas-berkas yang harus aku tandatangani. tapi, kau tidak datang-datang juga. kau malah asik bercinta dengan Yeon di dalam mobil" ucap Abraham. "Berapa ronde kalian melakukan nya" ucap Abraham penasaran. Jerry pun jadi ikut penasaran.
"Satu ronde saja Tuan" ucap Jack. memang ia dan Yeon, melakukan nya hanya satu ronde. tapi, berjam-jam. saat ia lelah ia akan berhenti sebentar. dan mengisi energinya dengan cara menghisap buah nya.
"Ah, kau tidak asik" ucap Jerry. "Aku saja dan istri ku melakukan nya sampai beronde-ronde" ucap Jerry. Abraham menganggukkan kepalanya setuju.
"Saat itu, aku dan Kenaya pernah melakukan nya sampai sepuluh ronde. sampai dia mampus" ucap Abraham. Jack mengerutkan keningnya bingung. ia pikir, Abraham akan memarahinya karena sudah berani menyentuh Yeon. tapi, nyatanya? Abraham malah terlihat biasa-biasa saja. awalnya saja wajah Abraham terlihat marah. tapi, yang membuat Jack bingung. bagaimana bisa Abraham tau jika ia dan Yeon habis bercinta di dalam mobil.
...*****...
Berbeda dengan Jack. Yeon malah di sidang oleh Emi dan juga Ema. Yeon hanya bisa menundukkan kepalanya, takut. ada Kenaya dan Celin yang duduk di samping kanan kiri nya.
"Kenapa kau melakukan nya Yeon!" ucap Emi.
"Miane eomma" ucap Yeon lirih. masih menundukkan kepalanya.
"Bukan kah saat ini kau dan Gerald sedang menjalin hubungan! kenapa kau malah melakukan nya dengan Jack" ucap Emi.
"A-aku dan Gerald tidak memiliki hubungan apapun" ucap Yeon. membuat Ema dan Emi mengerutkan keningnya mereka bingung. kecuali, Kenaya dan Celin. karena mereka sudah tau.
"Apa maksud mu" ucap Ema dan Emi.
"Gerald hanya pria sewaan kak Jerry saja. lebih tepat nya, adik sepupu kak Celin. aku hanya ingin mencoba apakah Jack akan cemburu jika melihat ku dengan pria lain. dan ternyata rencana kami berhasil. Jack cemburu" ucap Yeon menjelaskan.
"Sudah aunty" ucap Yeon.
"Jadi, itu sebabnya kau dan Jack melakukan nya. jika saja kakak mu dan kakak ipar mu tidak memberitahu kami, mungkin kami tidak akan pernah tau" ucap Emi.
"M-maafkan aku" ucap Yeon.
"Panggil Jack masuk sekarang juga" ucap Ema. pada menantunya. Kenaya pun menganggukkan kepalanya. ia bangkit berdiri dan segera memanggil Jack yang sedang berada di luar bersama Abraham dan Jerry.
Kenapa Jerry dan Celin bisa berada di kediaman Moorey? karena Celin yang meminta Jerry agar mereka ke kediaman Moorey untuk bertemu dengan Kenaya. ia bosan di mansion terus. karena hanya ada dirinya dan Jerry juga para pelayan dan penjaga yang ada di mansion. Celin dan Jerry memang saat ini sudah tinggal sendiri. Jerry membeli sebuah mansion untuk ia dan Celin beserta anak-anak mereka untuk tinggal disana.
"Jack, kau di panggil untuk ke dalam sekarang" ucap Kenaya. saat sudah berada di dekat tiga pria itu.
"Siap-siap saja kau akan di sidang" ucap Abraham. "Ayo Sayang masuk" ucap Abraham lagi. merangkul bahu istrinya dan kembali masuk ke dalam rumah besar itu. di ikuti oleh Jerry dan Jack di belakang mereka.
...*****...
__ADS_1
Saat ini Jack dan Yeon sedang duduk di sofa yang sama. sedangkan yang lainnya duduk di sofa lain. Edward, selaku kepala keluarga menatap ke arah keduanya dengan tajam. tak menyangka keponakan nya yang polos melakukan hal seperti itu sebelum menikah. mengingatkan nya pada lima bulan yang lalu. dimana Abraham dan Kenaya juga pernah melakukan hubungan intim sebelum menikah.
"Seperti ini kah yang selalu kami ajarkan padamu Yeon!! berhubungan badan sebelum menikah!!" ucap Edward. Yeon semakin menundukkan kepalanya, takut. jika saja suami Emi masih berada di Paris, pasti ia juga akan sangat marah.
"M-maafkan aku uncle" ucap Yeon. Edward beralih menatap ke arah Jack dengan tajam.
"Apa yang akan kau lakukan pada keponakan ku" ucap Edward.
"Saya akan menikahi Yeon secepatnya" ucap Jack tegas.
"Ck! saat itu saja kau mengatakan, bahwa keponakan ku bukan tipe mu. dan sekarang, kau ingin menikahinya" ucap Edward sinis. membuat Jack jadi malu sendiri. karena mengingat saat itu ia selalu menolak Yeon, dan mengatakan Yeon bukan tipe nya.
"Maafkan saya, saat itu belum jatuh cinta pada Yeon" ucap Jack.
"Sekarang kau sudah jatuh cinta pada Yeon?" ucap Edward. Jack mengangguk mantap. "Baiklah, aku restui hubungan kalian. karena aku tidak ingin memperpanjang masalah" ucap Edward lagi.
"Terima kasih Tuan" ucap Jack.
"Panggil aku uncle mulai sekarang" ucap Edward.
"Baik uncle" ucap Jack.
"Ck! sepertinya aku harus mencari asisten baru" ucap Abraham.
"Ya, anda harus segera mencari asisten baru" ucap Jack.
"Iya aku tau. jadi, kapan kau akan menikahi Yeon" ucap Abraham.
"Lusa" ucap Jack. membuat semua orang terkejut.
"Itu terlalu cepat" ucap Yeon.
"Bukankah lebih cepat lebih baik" ucap Jack.
"Banar juga, kau juga harus segera menggantikan posisi Daddy mu" ucap Abraham.
"Ah, Yeon. sebentar lagi kau akan menjadi ratu ya Yeon" ucap Kenaya. menggoda Yeon. dan itu berhasil membuat Yeon tersipu malu.
"Kau yakin akan menikahi Yeon besok lusa?" ucap Edward.
__ADS_1
"Aku yakin uncle" ucap Jack mantap.
"Baiklah, terserah kau saja" ucap Edward. bangkit berdiri. "Semuanya masuk ke kamar. ini sudah malam. kalian menginap lah disini" ucap Edward lagi. pada Jerry dan Celin, juga Jack. ketiganya pun mengangguk. mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.