
Dua minggu berlalu saat ini Kenaya sedang libur semester. ia benar-benar bosan jika harus di apartemen saja tanpa melakukan sesuatu. menonton drama korea pun dia sudah bosan. padahal dia salah satu anak rumahan yang hobi nya nonton drama korea dan ngehalu. apalagi akhir-akhir ini Abraham di sibukan dengan mengurus nilai-nilai semester para mahasiswa nya, belum lagi ia mengurus perkerjaan kantor nya yang sudah menumpuk. apalagi lusa ia akan pergi ke Inggris mana bisa ia meninggalkan kekasihnya sendirian, pasti dia akan sangat merindukan kekasih nya itu. dua jam tidak bertemu saja ia sudah merindukan kekasih nya, apalagi untuk beberapa hari kedepan.
Tit tit tit
Abraham menekan pin untuk membuka pintu apartemen Kenaya. ia masuk dan menutup kembali pintu apartemen Kenaya. ia bisa melihat kekasih nya sedang duduk di lantai sambil menonton drama korea. walaupun Kenaya bosan menonton drama korea, tetap saja ia menonton drama korea karena tidak ada lagi yang ia lakukan.
"Kau sudah pulang Sayang" ucap Kenaya.
"Hhhmm" jawab Abraham. ia duduk di sofa.
"Apa kau lelah" ucap Kenaya. ia bangkit dari duduk nya dan duduk di pangkuan Abraham, melingkar kan kedua tangan nya di leher Abraham. Abraham hanya mengangguk.
"Kau sudah makan" ucap Kenaya.
"Belum. kau sudah" ucap Abraham. ia melingkar kan kedua lengannya di pinggang ramping kekasih nya itu.
"Belum.tidak ada bahan masakan di lemari pendingin" ucap Kenaya.
"Kenapa kau tidak belanja" ucap Abraham.
"Kau kan tau aku tidak terbiasa belanja sendiri" ucap Kenaya.
"Baiklah, kita pesan makanan saja" ucap Abraham.
"Kau mandi lah dulu, aku akan memesan nya" ucap Kenaya. Abraham mengangguk, Kenaya turun dari pangkuan Abraham dan mengambil ponsel nya di atas meja dan memesan makanan untuk mereka. sementara Abraham masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri.
Sepuluh menit kemudian Abraham keluar dari kamar dengan rambutnya yang masih basah. ia hanya menggunakan boxer ketat yang memperlihatkan pusaka nya yang besar dan bertelanjang dada saja. ia duduk di sofa menunggu Kenaya yang sedang membuatkan minuman untuk nya. tidak berapa lama Kenaya datang dan meletakkan jus alpukat di atas meja.
__ADS_1
"Minumlah" ucap Kenaya. bunkannya mengambil minuman itu dan meminumnya, Abraham malah menarik tangan Kenaya, hingga membuat wanita itu terduduk di pangkuan nya. ia melingkarkan kedua lengannya di pinggang ramping Kenaya.
"Sayang, aku bosan di apartemen terus. apa pekerjaan mu masih banyak. kau tidak ingin mengajak ku jalan-jalan" ucap Kenaya. ia melingkar kan kedua tangan nya di leher Abraham.
"Maafkan aku Sayang, pekerjaan ku masih banyak. aku tidak bisa mengajak mu jalan-jalan" ucap Abraham. Kenaya mengerucut kan bibirnya.
"Apa pekerjaan mu lebih penting daripada aku, selama beberapa hari ini kau selalu mengurus pekerjaan mu. kau mengabaikan diri ku, kau hanya membutuhkan ku di saat kau ingin bercinta saja. apa sekarang kau hanya membutuhkan tubuh ku saja, apa rasa cinta mu padaku sudah tidak ada" ucap Kenaya lirih.
"Sayang, apa yang kau katakan. aku tidak hanya membutuhkan tubuh mu saja. aku masih mencintaimu bahkan rasa cinta ku pada mu semakin bertambah. maafkan aku jika mengabaikan mu beberapa hari ini" ucap Abraham lembut. sebenarnya ia kesal Kenaya mengatakan hal seperti itu, tapi ia menahannya.
"Kalau begitu, apa besok kau bisa meluangkan waktu mu untuk ku" ucap Kenaya. "Aku ingin pergi berbelanja dengan mu" ucap Kenaya lagi. bergeleyut manja di leher Abraham. Abraham tampak berpikir, namun kemudian ia mengangguk membuat Kenaya tersenyum senang.
"Terima Kasih Sayang" ucap Kenaya. Abraham hanya tersenyum. namun kemudian ia teringat sesuatu.
"Sayang, lusa aku akan ke Inggris" ucap Abraham.
"Inggris? untuk apa kau kesana" ucap Kenaya.
"Benarkah aku bisa ikut" ucap Kenaya sumringah.
"Iya Sayang" ucap Abraham. mengecup bibir Kenaya.
"Tapi, bagaimana jika aku mengganggu pekerjaan mu nanti" ucap Kenaya.
"Kau tidak pernah mengganggu ku, apapun akan ku lakukan untuk mu" ucap Abraham.
"Oomoooo" ucap Kenaya. "Kau selalu saja membuat hati ku ini berbunga-bunga, dan membuat telinga ku lebar mendengar ucapan mu ya manis itu" ucap Kenaya. besemu merah.
__ADS_1
"Kau sangat lucu Sayang" ucap Abraham.
Abraham mengecup bibir Kenaya, dan kecupan itu menjadi ciuman yang panas. Abraham memasukkan tangan nya ke dalam baju yang di kenakan oleh Kenaya. meremas benda favoritnya.
Ting tong ting tong
Suara bel apartemen menghentikan aktivitas kedua nya.
"Mungkin itu pesanan kita" ucap Kenaya. ia turun dari pangkuan Abraham.
"Biarkan aku saja" ucap Abraham. Kenaya mengangguk.
Abraham pun bejalan menuju pintu apartemen dan membuka nya. benar saja makanan yang di pesan oleh Kenaya sudah datang. ia masuk kembali setelah membayar makanan mereka. ia menuju dapur dimana sudah ada Kenaya disana. mereka pun makan bersama, selesai makan mereka masuk kedalam kamar dan melakukan pergulatan panas mereka sampai berjam-jam.
...*****...
Setelah melakukan pergulatan panas mereka, Abraham dan Kenaya duduk bersandar di kepala ranjang. Kenaya meletakkan kepalanya di dada bidang Abraham. sementara Abraham, ia merengkuh pundak Kenaya. satu tangan Abraham mengikuti tangan Kenaya yang mengarahkan tangan nya ke inti Kenaya. Abraham mengelus-ngelus inti Kenaya yang ada rambut-rambut tipis dan halus di situ.
"Aku tidak percaya milik ku bisa masuk kedalam sini" ucap Abraham.
"Aku juga tidak percaya, karena milik mu itu besar sekali" ucap Kenaya.
"Tapi kau suka kan, buktinya kau selalu mendesah saat milik ku ini masuk kedalam milik mu" ucap Abraham. tangan nya masih terus sibuk mengelus inti Kenaya, ia sangat suka menyentuh bulu-bulu tipis yang tumbuh di sana.
"Tentu saja aku suka, karena milik mu itu sangat besar dan juga panjang" ucap Kenaya. tangan nya menyentuh pusaka Abraham yang sudah berdiri. "Ternyata dia sudah berdiri" ucap Kenaya lagi.
"Dia sudah berdiri saat kau menyuruh ku mengelus milik mu ini" ucap Abraham. masih dengan aksinya.
__ADS_1
"Ayo kita lakukan lagi Sayang" ucap Kenaya.
"Ayo" ucap Abraham semangat. mereka pun kembali melakukan pergulatan panas mereka.