CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
CLUB MALAM 2


__ADS_3

Pertandingan sepak bola yang di lakukan di kampus Aldrix baru selesai saat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam waktu setempat. Karena teman-temannya mengajak Aldrix untuk pergi ke club. Aldrix pun dengan terpaksa mengikuti keinginan teman-temannya.


"Kau tidak ingin minum Aldrix?" ucap Steven. Menawarkan minuman beralkohol pada Aldrix saat mereka sudah tiba di club malam.


"Aku tidak terbiasa" ucap Aldrix menolak.


"Ayolah Aldrix, hanya sekali" ucap teman Aldrix yang satunya, Otnel.


"Ayolah bro hanya sekali" ucap Steven memaksa. "Kau juga akan bisa menikmati para wanita yang ada disini" ucap Steven lagi menyeringai.


"Aku tidak terbiasa minum" ucap Aldrix.


"Hanya sekali Aldrix" ucap Steven. Menuangkan minuman beralkohol itu pada gelas yang sudah di siapkan. Teman-teman Aldrix yang lainnya terus memaksa ia untuk meminum alkohol. Hingga akhirnya Aldrix pun meminum minuman beralkohol itu.


Aldrix yang baru pertama kali merasakan minuman beralkohol pun menjadi kecanduan. Hingga ia pun meminta tambah pada teman-temannya terus-menerus. Aldrix yang sudah mabuk berat itu pun bangkit dari tempat duduk nya dan bergabung bersama dengan sebagian teman-temannya yang sedang berjoget-joget di dekat panggung bersama dengan para wanita malam yang sedang meliuk-liukkan tubuh mereka disana. Bahkan, ada dari beberapa wanita malam itu yang sudah bertelanjang bulat.


Aldrix terus melangkahkan kakinya dan naik ke atas panggung dengan sempoyongan. Ia menarik salah satu wanita malam yang tidak mengenakan apa-apa itu hingga membuat orang yang ada di club itu bersorak.


"Kau begitu seksi. Bagaimana jika kau menari-nari di atas ku saja?" ucap Aldrix tanpa sadar. Membuat wanita itu tersenyum.


"Dengan senang hati" ucap wanita itu. Membuat Aldrix menyeringai.


"Ayo kita cari kamar" ucap Aldrix. Dengan tubuh nya yang polos tanpa sehelai benang itu pun, ia mengikuti Aldrix.


Saat sudah tiba di kamar yang ada di dalam club itu. Keduanya berciuman dengan liar hingga menimbulkan jejak ciuman mereka dimana-mana. Tangan Aldrix mulai meraba-raba tubuh polos wanita itu. Dengan bibir mereka yang masih menyatu, mereka pun dengan perlahan melangkahkan kaki mereka ke arah ranjang. Aldrix membaringkan tubuh wanita itu ke atas ranjang dan ciuman nya mulai turun leher wanita itu.


"Ah" desah wanita itu. Saat jari tengah Aldrix menekan intinya dalam.


Entah kapan itu. Tapi kini, tubuh Aldrix sudah sama-sama polos seperti wanita itu. Saat ia akan menyatukan tubuh mereka. Tiba-tiba wajah cantik Xilen yang sedang tersenyum muncul di kepalanya. Hingga membuat Aldrix turun dari tubuh polos wanita itu.


"Ada apa" ucap wanita itu bingung.


"Keluar" ucap Aldrix dingin.


"Tapi....."

__ADS_1


"KELUAR!" ucap Aldrix berteriak. Hingga membuat wanita itu ketakutan. Dengan keadaan nya yang masih polos itu pun dia segera keluar dari kamar.


Dengan tergesa-gesa Aldrix turun dari ranjang dan memakai pakaian nya kembali. Ia keluar dari kamar itu dan segera pergi dari club. Aldrix melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju mansion Erick. Saat sudah tiba di depan gerbang mansion Erick. Aldrix pun segera menghubungi kekasih nya.


Ddrrtt!


Ddrrtt!


Ddrrtt!


Xilen yang sedang tertidur pun terbangun saat ponsel milik nya yang ada di atas nakas berdering. Dengan malas, Xilen meraba-raba nakas nya dan mengambil ponsel nya. Lalu mengangkat panggilan Aldrix.


"Halo" ucap Xilen. Dengan mata nya yang terpejam.


"Sayang, aku ada di depan gerbang" ucap Aldrix. Membuat Xilen membuka matanya.


"Apa?!" ucap Xilen terkejut. Ini sudah tengah malam, untuk apa Aldrix datang kemari. Batin Xilen. "Apa yang kau lakukan?" ucap Xilen lagi.


"Sayang, aku butuh dirimu" ucap Aldrix serak. Membuat Xilen mengerutkan keningnya bingung.


"Aku butuh dirimu Sayang" ucap Aldrix.


"Tapi....."


"Cepat datang kemari" ucap Aldrix. Langsung mematikan panggilan mereka begitu saja. Bagaimanapun, ia adalah pria normal. Jika tidak mau hubungan nya dengan Xilen berakhir. Lebih baik ia menuntaskan hasrat nya yang sudah bangkit itu pada Xilen, daripada dengan wanita lain.


Tok!


Tok!


Aldrix terkejut saat kaca mobilnya di ketuk seseorang. Ia membuka kunci mobilnya saat orang itu adalah Xilen.


"Ada apa" ucap Xilen. Saat ia sudah berada didalam mobil Aldrix.


"Sayang, aku ingin melakukan nya dengan mu" ucap Aldrix. Membuat Xilen mengerutkan keningnya bingung.

__ADS_1


"Melakukan apa?" ucap Xilen.


Tanpa aba-aba. Aldrix menangkup wajah Xilen dan langsung mencium bibir wanita itu. Hingga membuat Xilen terkejut. Ia memukul-mukul dada bidang Aldrix karena Aldrix mencium nya dengan kasar.


"Bercinta?" ucap Xilen. Saat ciuman mereka terlepas. Kini, ia tau maksud ucapan Aldrix tadi. Aldrix menganggukkan kepalanya. "Tidak! Aku tidak mau!" ucap Xilen lagi. Menggelengkan kepalanya dengan cepat. Selama 17 tahun ini, Lyvia dan Erick menjaga dirinya seperti berlian agar ia tidak mengikuti jejak masa lalu mereka. Dan sekarang? Aldrix ingin mengajak nya bercinta? Tidak bisa, ia tidak akan melepaskan kesucian nya sebelum ia menikah. Apalagi saat ini, ia masih sekolah. Status nya seorang pelajar.


"Sayang please" ucap Aldrix. Milik nya semakin mengeras di bawah sana. Apalagi saat ini, Xilen hanya memakai celana pendek.


"Aku tidak bisa!" ucap Xilen. Membuat Aldrix menghela nafas nya. "Kenapa tiba-tiba?" ucap Xilen lagi. Ia bingung, mengapa milik Aldrix bisa tiba-tiba bangun?


"Tidak apa-apa" ucap Aldrix. Tidak ingin memberitahukan pada Xilen yang sebenarnya. "Kembalilah. Aku akan mengantarkan mu ke sekolah besok" ucap Aldrix lagi. Xilen menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari mobil Aldrix.


...*****...


Di tempat lain....


Nathan mengepalkan kedua tangan nya saat Richela dan seorang pria sedang berciuman. Padahal ia jelas tau. Bahwa saat ini, Richela sedang menjalani syuting untuk membintangi sebuah film layar lebar.


"Oke cut!" ucap seorang sutradara. Hingga membuat Richela dan pria itu menghentikan ciuman mereka. "Saat nya adegan di atas ranjang" ucap sutradara itu lagi. Membuat mata Nathan membulat.


"Apa?! Itu artinya mereka akan berhubungan badan?" ucap Nathan. Membuat mereka yang ada di sana menganggukkan kepalanya. "Tidak! Tidak bisa" ucap Nathan lagi. Tidak terima jika tubuh Richela di lihat oleh orang lain. Dia saja tidak pernah melihat tubuh Richela yang polos.


"Nathan! Jangan mempermalukan ku" ucap Richela. Mendekati Nathan dan berbisik di telinga pria itu.


"Aku tidak mempermalukan mu. Lagipula, apakah Daddy mu mengizinkan mu membintangi film yang ada hubungan s*x nya" ucap Nathan. Membuat Richela memutar bola matanya malas.


"Bukan aku, tapi wanita itu yang akan menggantikan ku. Hanya wajah ku saja yang di edit" ucap Richela kesal. Lagi pula, mana ia berani berhubungan s*x sebelum menikah. Walaupun itu hanya syuting. Bisa-bisa Jerry mengamuk, jika putri kesayangan nya itu mengumbar tubuh nya. Padahal, di negara mereka itu hanya sebuah hal yang biasa.


"Benarkah?" ucap Nathan sedikit lega.


"Ya! Tidak perlu khawatir" ucap Richela ketus. Seharian ini ia begitu kesal karena Nathan selalu mengikuti kemana ia pergi. "Kenapa kau mengikuti ku terus? Apa kau tidak memikirkan perusahaan keluarga mu?" ucap Richela lagi.


"Aku sedang malas bekerja" ucap Nathan santai.


"Kalau begitu pulang lah" ucap Richela. Nathan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku akan pulang setelah kau menyelesaikan syuting mu" ucap Nathan. Membuat Richela menghela nafas nya. Tanpa mengatakan apapun lagi, Richela pun melangkahkan kakinya meninggalkan Nathan untuk melanjutkan syuting nya kembali.


__ADS_2