
Yeon kembali masuk ke dalam rumah besar itu. ia kembali duduk di sofa, bergabung bersama dengan Yezy dan Jack. Yeon kembali bermain ponsel nya dan mengacuhkan Jack. begitupun dengan Yezy. Jack terus memperhatikan Yeon yang sedang sibuk bermain ponsel nya sambil tersenyum. ia mendengus kesal.
"Jangan menatap ku seperti itu Jack, nanti kau jatuh cinta padaku" ucap Yeon. sepertinya ia menyadari jika Jack sedang menatap nya.
"Aku sudah jatuh cinta padamu" ucap Jack. Yeon dan Yezy menatap ke arah Jack. lalu keduanya betatap dan seketika.....
HAHAHAHA
Yeon dan Yezy langsung terbahak mendengar ucapan Jack barusan. jatuh cinta? pada Yeon? yang benar saja. dia kan bukan tipe Jack.
"Kenapa kalian malah tertawa" ucap Jack kesal.
"Uncle sangat lucu. uncle bilang waktu itu kan, Yeon bukan tipe uncle. lalu, kenapa uncle bisa jatuh cinta pada Yeon" ucap Yezy. masih dengan tawa nya.
"Kau sangat lucu Jack hahaha" ucap Yeon. membuat Jack bertambah kesal.
"Jika aku memang jatuh cinta padamu bagaimana" ucap Jack. membuat Yeon dan Yezy menghentikan tawa mereka.
"Tapi, maaf Jack. aku sudah tidak mencintaimu lagi" ucap Yeon. membuat dada Jack begitu sesak. mungkin seperti ini kah yang Yeon rasakan di saat ia selalu menolak Yeon? kenapa rasanya begitu menyakitkan. batin Jack.
"Ayo kita makan malam" ucap Ema. menghampiri ketiga nya.
Yeon langsung bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke meja makan. ia sempat melihat wajah Jack yang terlihat kecewa saat ia mengatakan, bahwa ia tidak lagi mencintai Jack. tidak, itu tidak seperti yang ia katakan. ia masih mencintai Jack, hanya saja ia tidak ingin luluh dulu. saat semuanya sudah berkumpul di meja makan. mereka pun makan malam bersama. Jack memang sudah terbiasa makan malam bersama dengan keluarga Moorey. karena di Paris, ia hanya tinggal di apartemen sendirian.
Saat sudah selesai makan malam. Abraham dan Jack melanjutkan pekerjaan mereka yang belum sempat mereka selesaikan tadi di kantor. saat ini keduanya sudah berada di ruangan kerja Abraham. Abraham menatap ke arah Jack sambil menyeringai.
"Apa yang sedang kau pikirkan Jack. fokus lah untuk bekerja" ucap Abraham. pura-pura tak mengerti apa yang di pikirkan oleh Jack. Jack pun tersadar dari lamunan nya.
"Tuan, saya permisi sebentar" ucap Jack.
__ADS_1
"Kau ingin kemana" ucap Abraham.
"Saya ingin keluar sebentar Tuan" ucap Jack.
"Pergilah, tapi jangan lama-lama. masih ada beberapa pekerjaan yang harus kita selesaikan" ucap Abraham.
"Baik Tuan" ucap Jack. Jack pun segera keluar dari ruangan kerja Abraham.
Jack melihat sekitar nya. sepi, itu lah yang ia lihat saat ini. Jack melangkahkan kakinya menuju lift untuk menuju ke kamar Yeon yang berada di lantai tiga, karena ruangan kerja Abraham ada di lantai dua.
Saat sudah tiba di depan kamar Yeon. Jack langsung membuka pintu kamar Yeon begitu saja. kebiasaan Yeon adalah, ia selalu lupa untuk mengunci pintu kamar nya. Jack masuk ke dalam kamar Yeon. menutup pintu nya pelan dan mengunci pintu. membuat Yeon yang sedang menonton drama korea di laptopnya pun terkejut.
"J-jack apa yang kau lakukan di sini" ucap Yeon. Jack melangkahkan kakinya mendekati Yeon.
"Katakan, jika kau masih mencintai ku Yeon" ucap Jack. semakin mendekati Yeon yang berada di atas ranjang nya.
"Tidak Jack, aku sudah tidak mencintai mu lagi" ucap Yeon berbohong. ia memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Bohong! kau berbohong Yeon. tatap aku, aku ingin melihat kejujuran mu" ucap Jack tegas. ia menyentuh wajah Yeon lembut agar Yeon menatap ke arah nya. "Kenapa kau berbohong Yeon" ucap Jack lagi.
"Aku tidak berbohong! aku benar-benar sudah tidak mencintaimu lagi" ucap Yeon. ia menghempaskan tangan Jack yang berada di wajah nya dan kembali memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Benarkah?" ucap Jack. ia kembali menyentuh wajah Yeon. membuat Yeon kembali menatap nya.
Cup.
Jack mencium bibir Yeon. membuat Yeon terkejut. perlahan Jack mulai ******* bibir Yeon dengan lembut. menahan tengkuk Yeon untuk memperdalam ciuman mereka.
Jangan langsung luluh pada nya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Yeon teringat dengan ucapan Celin hari itu saat ia akan membalas ciuman Jack. Yeon mendorong tubuh Jack dengan paksa. hingga membuat ciuman mereka terlepas. Yeon menatap Jack dengan tajam.
"Jangan kurang ajar" ucap Yeon.
Dada Jack kembali sesak karena menerima penolakan dari Yeon. ia tidak menyangka Yeon yang saat itu selalu menggoda nya menolak nya seperti ini. dan itu benar-benar menyakitkan. apakah seperti ini yang Yeon rasakan saat ia menolak Yeon saat itu.
"Kenapa Yeon, kenapa kau menolak ku. bukan kah bibir itu sudah menjadi milik ku" ucap Jack. Yeon hanya tersenyum masam.
"Waktu itu bibir ini memang milik mu. tapi, sekarang bibir ini sudah menjadi milik Gerald" ucap Yeon berbohong. Jack yang mendengar ucapan Yeon pun langsung mengepalkan kedua tangan nya.
"Tidak bisa, semua yang ada di tubuh mu hanya milik ku" ucap Jack. tidak terima.
"Bukan kah kau selalu menolak ku Jack. saat aku menginginkan mu, kau selalu menolak ku. kenapa sekarang kau mengklaim bahwa aku adalah milik mu" ucap Yeon.
"Aku tau saat itu aku memang salah karena sudah menolak mu. maafkan aku" ucap Jack. rasanya Yeon ingin tertawa saat ini juga. tapi ia berusaha menahannya.
"Sudah terlambat Jack. aku sudah menjadi milik Gerald" ucap Yeon. Jack menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak Yeon. kau milik ku, hanya milik ku" ucap Jack.
"Maafkan aku Jack. aku sudah tidak mencintai mu lagi" ucap Yeon. mendramatisir. padahal saat ini ia benar-benar ingin tertawa. melihat wajah Jack yang memohon seperti itu benar-benar lucu. "Keluar lah Jack, kau membuang waktu ku saja" ucap Yeon lagi. mengusir Jack.
"Tidak! aku tidak akan keluar sebelum kau mengatakan bahwa kau masih mencintai ku" ucap Jack.
"Keluar, atau aku beritahu kakak ku bahwa kau ada di sini" ucap Yeon mengancam. Jack yang baru saja teringat bahwa ia izin pada Abraham untuk keluar sebentar saja langsung gelagapan. Jack pun segera keluar dari kamar Yeon dengan perasaan hampa.
YEZY
__ADS_1