
Satu minggu berlalu semenjak Abraham mencium Kenaya, ia tidak pernah lagi melihat Abraham. ia sendiri lah yang selalu menghindari Abraham agar ia tidak lagi melihat Abraham. ia sangat malu pada Abraham semenjak hari itu. ia selalu bertanya-tanya pada dirinya kenapa Abraham mencium nya waktu itu, entahlah hanya author yang tahu.
"Ada apa Kenaya, kenapa kau melamun" ucap Sherly, teman Kenaya. karena sedari tadi ia hanya melihat Kenaya diam saja. entah apa yang sedang di pikirkan oleh wanita cantik itu.
"Eh...tidak, tidak apa-apa" ucap Kenaya.
"Hari ini adalah kelas nya Pak Abraham" ucap Sherly.
Deg
Deg
Deg
Jantung Kenaya berdegup kencang saat mendengar nama Abraham.
"I-iya, aku tahu" ucap Kenaya.
"Pak Abraham datang" ucap salah satu teman laki-laki nya. membuat ruangan itu hening seketika.
Saat Abraham masuk kedalam ruangan itu, hal yang ia cari pertama adalah Kenaya. selama seminggu ini ia merindukan Kenaya. ia sudah mengirimkan pesan juga pada Kenaya, namun Kenaya tidak pernah membalas pesan nya. ia tahu Kenaya masih malu karena kejadian saat ia mencium Kenaya tiba-tiba saat itu. tapi tidak seharusnya Kenaya menghindari nya seperti ini membuat nya sedikit merasa bersalah, hanya sedikit.
"Kita mulai pembelajaran kita hari ini" ucap Abraham memulai pembelajaran nya.
Setelah dua jam akhirnya pembelajaran pun selesai, semua sibuk memasukkan buku ke dalam tas mereka masing-masing. mata Abraham sibuk menatap kearah Kenaya. begitupun dengan Kenaya, ia memberanikan diri untuk menatap Abraham. sampai Abraham bebicara padanya.
"Kenaya, tolong bawakan tugas teman-teman mu ke ruangan saya" pinta Abraham. karena tadi ia sempat memberikan tugas pada mahasiswa nya.
"Baik Pak" ucap Kenaya. Abraham segera keluar dari ruangan itu menuju ruangan nya. saat sudah tiba di ruangan nya Abraham duduk di kursi nya menunggu Kenaya datang. sepuluh menit kemudian suara ketukan pintu terdengar.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" ucap Abraham. Kenaya yang mendengar suara Abraham pun masuk ke ruangan Abraham. ia berjalan ke arah meja Abraham dan meletakkan buku-buku itu.
"Terima Kasih" ucap Abraham.
"Sama-sama" ucap Kenaya. "Kalau begitu saya keluar dulu" ucap Kenaya lagi. ia hendak berbalik, namun Abraham menahan nya.
"Kenaya" ucap Abraham. "Kenapa kau menghindari ku" ucap Abraham lagi.
"Aku malu padamu" ucap Kenaya. ia menundukkan kepala. Abraham bangkit berdiri dan melangkah mendekati Kenaya.
"Apa yang membuat mu malu padaku" ucap Abraham. ia menangkup kedua pipi Kenaya agar menatap nya.
__ADS_1
"Kau sudah tahu kenapa kau masih bertanya" ketus Kenaya. membuat Abraham terkekeh.
"Maafkan aku, aku hanya refleks saja mencium mu saat itu" ucap Abraham.
"Ck, sudahlah itu sudah berlalu" ucap Kenaya.
"Kenaya" ucap Abraham. "Jangan menghindari ku" ucap Abraham lagi.
"Kenapa" ucap Kenaya.
"Aku tidak bisa jika kau menghindari ku seperti ini" ucap Abraham.
"Kita hanya sebatas seorang mahasiswa dan dosen" ucap Kenaya. "Aku tidak mau yang lain salah paham nanti jika kita terlalu dekat" ucap Kenaya lagi.
"Tapi aku tidak mau jauh-jauh dari mu, aku menyukaimu Kenaya" ucap Abraham membuat Kenaya terkejut.
"Abraham jangan bicara yang tidak-tidak" ucap Kenaya. ia memalingkan wajahnya karena sudah memerah karena gugup. sebenarnya ia juga sama ia menyukai Abraham maka dari itu ia selalu menghindari Abraham.
"Aku serius, aku menyukaimu" ucap Abraham. "Dan aku rasa kau juga menyukaiku" ucap Abraham lagi.
"Abraham..." ucapan Kenaya terpotong karena Abraham menyelanya.
"Jawab Kenaya, kau menyukai ku kan" ucap Abraham. Kenaya menganggukkan kepalanya, membuat Abraham tersenyum. namun senyum itu hilang saat ia mendengar ucapan Kenaya.
"Tapi kau jangan terlalu dekat dengan ku" ucap Kenaya.
"Kau dosen dan aku mahasiswa mu, bersikap lah profesional" ucap Kenaya.
"Tapi kau harus berjanji, jangan menghindari ku dan balas pesan ku saat aku mengirimkan mu pesan" ucap Abraham.
"Hhmm" balas Kenaya dengan deheman. " Kalau begitu aku keluar dulu" ucap Kenaya.
"Kau tidak ingin mencium ku" ucap Abraham.
"Untuk apa, kita tidak ada hubungan spesial" ucap Kenaya. lalu keluar dari ruangan Abraham.
...*****...
Saat ini, Kenaya sedang berada di apartemen nya. ia sedang membersihkan apartemen nya karena orang tuanya akan berkunjung ke Paris hari ini juga, mungkin saat ini kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju apartemen nya. karena tadi Mommy nya sempat menelpon dirinya dan mengatakan mereka sudah di bandara. hari ini adalah akhir pekan jadi Kenaya tidak pergi ke kampus.
Ting tong
Ting tong
Suara bel apartemen Kenaya berbunyi menandakan ada yang datang. Kenaya pun segera membuka pintu apartemen nya dan ia langsung tersenyum lebar saat melihat kedatangan kedua orang tuanya.
"Ayo masuk Mom, Dad" ucap Kenaya.
__ADS_1
"Bagaimana rasanya tinggal di sini" ucap Mommy Kenaya, Amanda. saat mereka sudah duduk di sofa.
"Bagus Mom, aku sangat menyukai nya" ucap Kenaya tersenyum.
"Baguslah jika kau menyukai nya" ucap Daddy Kenaya, Alex.
"Oiya, besok sahabat Mommy mengundang kita untuk makan malam di rumahnya" ucap Amanda.
"Sahabat Mommy yang mana" tanya Kenaya.
"Itu, aunty Ema" ucap Amanda. Kenaya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Apa Mommy dan Daddy sudah makan" tanya Kenaya.
"Belum, bagaimana jika kita makan di luar saja" ucap Alex.
"Boleh juga, ayo" ucap Kenaya. ketiganya pun pergi mencari makan di luar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
like, coment dan vote