CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
PINGSAN


__ADS_3

Hari ini Kenaya sedang bersiap-siap untuk ke kampus bersama dengan Sherly. Kenaya duduk di depan cermin yang ada di dalam kamar Sherly. ia sedang merapikan rambut nya sambil memikirkan hubungan nya dengan Abraham yang belum juga membaik. kenapa Abraham tidak datang untuk mencari nya, apakah pekerjaan Abraham memang lebih penting daripada dirinya. pertanyaan itu selalu muncul di benak Kenaya.


"Kau sudah siap. kalau sudah, ayo kita berangkat" ucap Sherly. membuyarkan lamunan Kenaya. Kenaya bangkit dari duduk nya dan menghampiri Sherly. mereka pun keluar dari apartemen Sherly untuk menuju ke kampus.


...*****...


Saat ini Kenaya dan Sherly sudah tiba di kampus. mereka langsung menuju ruangan kelas mereka.


"Wah. pengantin baru sudah datang" ucap salah satu teman Kenaya. Kenaya hanya menanggapi nya dengan senyuman.


"Kenaya ada apa dengan mu. kenapa wajah mu pucat sekali" ucap Sherly. saat melihat wajah pucat Kenaya. Kenaya menggeleng pelan, ia tidak juga tidak tau. akhir-akhir ini badan nya selalu kurang sehat, bahkan terkadang ia selalu mual.


"Aku juga tidak tau" ucap Kenaya.


"Apa kau sedang kurang sehat" ucap Sherly. menyentuh kening Kenaya dengan punggung tangan nya. "Tidak panas" ucap Sherly.


"Sudah lah. aku tidak apa-apa" ucap Kenaya.


"Apa kau yakin. jika kau sedang kurang sehat, kau pulang saja. aku akan mengantar mu" ucap Sherly.


"Aku tidak apa-apa. sudahlah, jangan khawatirkan aku. aku baik-baik saja" ucap Kenaya.


"Ya sudah. tapi jika kau sedang tidak sehat beritahu aku" ucap Sherly. Kenaya hanya mengangguk.

__ADS_1


...*****...


Saat ini Abraham sedang melakukan meeting bersama dengan para bawahannya. Jack menghampiri Tuan nya itu, karena dari tadi ponsel Abraham terus berbunyi.


"Tuan, ponsel Anda terus berbunyi" ucap Jack. berbisik.


"Matikan saja" ucap Abraham.


"Tapi Tuan. Tuan Jerry terus menghubungi ponsel Tuan daritadi" ucap Jack.


"Katakan padanya aku sedang meeting" ucap Abraham.


"Baik Tuan" ucap Jack. segera ia mengangkat panggilan dari Jerry.


"Apa?! Nyonya Kenaya masuk rumah sakit" ucap Jack terkejut.


" Hah ternyata kau Jack? cepat beritahu Abraham kalau istrinya masuk rumah sakit " ucap Jerry di seberang sana.


"Kenapa Nyonya Kenaya bisa masuk rumah sakit" ucap Jack.


"Tadi dia pingsan. sudah, cepat kau beritahu Abraham" ucap Jerry.


"Baik" ucap Jack. Jerry langsung mematikan panggilan nya. dan kembali duduk bersama Sherly yang sedang menunggu Kenaya di periksa.

__ADS_1


Tadi saat jam istirahat kepala Kenaya begitu pusing,saat ia dan Sherly sedang ke kantin. baru saja mereka sampai di kantin penglihatan Kenaya menjadi hitam dan langsung terjatuh pingsan. tentu saja Kenaya yang pingsan seperti ini membuat Sherly panik. dan Jerry yang melihat hal itu pun ikut menjadi panik saat melihat istri sahabat nya itu pingsan.


Jack menghampiri Abraham dan berbisik.


"Tuan, kata Tuan Jerry Nyonya Kenaya pingsan. dan saat ini sedang berada di rumah sakit" ucap Jack. membuat Abraham terkejut.


"Kenaya pingsan" ucap Abraham terkejut. ia berdiri dari tempat duduk nya.


"Iya Tuan" ucap Jack.


"Jack, kau yang lanjutkan meeting ini. aku akan ke rumah sakit sekarang" ucap Abraham. ia segera keluar dari ruangan meeting sebelum Jack menjawab.


......*****......


Saat Abraham sudah di dalam mobilnya ia menghubungi Jerry untuk menanyakan rumah sakit tempat Kenaya di rawat.


"Kirimkan alamat rumah sakit itu pada ku. aku akan kesana sekarang" ucap Abraham. saat Jerry mengangkat panggilan nya.


"Akan ku kirim lewat pesan" ucap Jerry di seberang sana. Abraham langsung mematikan panggilan nya dengan Jerry.


Setelah mendapatkan alamat yang di berikan oleh Jerry, Abraham langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. terlihat dari wajah nya yang begitu khawatir dengan keadaan Kenaya. seandainya saja ia lebih memperhatikan Kenaya, pasti Kenaya tidak akan seperti ini. Abraham merutuki kebodohannya yang lebih mementingkan pekerjaannya daripada istrinya. apalagi saat ia mengingat dirinya yang pernah menampar Kenaya waktu itu.


"Maafkan aku Sayang" ucap Abraham dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2