CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
JATUH CINTA? (YEON & JACK)


__ADS_3

Pagi harinya Gerald mendatangi kediaman Moorey. seperti rencananya dan Yeon kemarin. bahwa hari ini mereka akan pergi jalan-jalan. saat ia memasuki gerbang tinggi yang ada di kediaman Moorey, bersamaan dengan Jack yang turun dari dalam mobil. siapa untuk menjemput Abraham. Jack yang melihat kedatangan Gerald pun mendadak kesal.


Kenapa aku harus kesal seperti ini. apa aku sudah jatuh cinta pada yeon. ucap Jack.


Jack menatap kesal ke arah Gerald, saat Gerald sudah turun dari mobilnya. Gerald yang melihat Jack menatap nya dengan kesal pun mengerutkan keningnya. ada apa dengan uncle ini. batinnya.


"Apa yang Anda lakukan di sini" ucap Jack dingin.


"Saya....."


"Gerald" teriak Yeon dari dalam rumah. memotong ucapan Gerald. ia menghampiri Gerald dengan senyuman manisnya. Jack menatap kesal ke arah Yeon karena Yeon hanya memakai celana pendek saja. memperlihatkan paha nya yang putih dan mulus.


"Apa kau sudah lama menunggu ku" ucap Gerald.


"Tidak, aku baru saja bangun. setelah aku mencuci muka dan menyikat gigi baru aku turun" jelas Yeon. "Ayo kita masuk. kau ikut sarapan saja di sini" ucap Yeon. Gerald pun menganggukkan kepalanya. segera ia dan Yeon masuk ke kediaman Moorey. tanpa mempedulikan Jack yang terlihat kesal.


...*****...


"Kau yang bernama Gerald?" ucap Emi. saat ini mereka semua sudah berada di meja makan. sedang menikmati sarapan mereka.


"Iya aunty" ucap Gerald.


"Sepertinya kau cocok juga jika menjadi menantu ku" ucap Emi. membuat semua orang yang ada di meja makan itu tersenyum. kecuali, Jack. ia terlihat kesal. bukan kah waktu itu Emi mengatakan bahwa dirinya yang cocok untuk menjadi menantunya.


"Iya, sepertinya kau cocok untuk menjadi menantu kami" timpal Ema juga.


"Sebenarnya aku ingin Jack juga menjadi menantu ku. tapi kata Jack, Yeon dan Yezy terlalu kecil untuk nya" ucap Emi. membuat Jack menghentikan sarapan nya.

__ADS_1


Jack menoleh ke arah Yeon yang sama sekali tidak melihat ke arah nya. ia tidak tau, kenapa dada nya begitu sesak dan ia sangat kesal jika Yeon mengacuhkan nya seperti ini. apakah dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Yeon.


"Ayo kita berangkat Jack" ucap Abraham. setelah ia menyelesaikan sarapan nya. ia bangkit dari tempat duduk nya. membuyarkan lamunan Jack.


"Ah, baiklah. ayo Tuan" ucap Jack. ia juga bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Moorey setelah berpamitan.


"Sayang, aku berangkat dulu" ucap Abraham. mencium kening istrinya. "Kau kuliah dari rumah saja kan hari ini" ucap Abraham lagi. ia dan Kenaya memang sudah sepakat tadi malam. agar mulai sekarang Kenaya kuliah dari rumah saja. lagipula, kampus itu kan milik nya.


"Iya Sayang. kau hati-hati lah" ucap Kenaya. Abraham menganggukkan kepalanya. ia kembali mencium kening istrinya dan mengecup bibir Kenaya. setelah itu ia pun menyusul Jack setelah berpamitan pada semuanya.


"Kalian akan pergi kemana hari ini" ucap Emi. pada Yeon dan Gerald.


"Kami akan pergi ke pantai" ucap Yeon.


"Apa aku boleh ikut" ucap Yezy. "Aku sudah lama tidak pergi ke pantai" ucap Yezy lagi.


"Terserah mu saja" ucap Yeon. Yezy pun bersorak girang. membuat Gerald yang melihat hal itu tersenyum penuh arti.


...*****...


"Yeon, kenapa kau melamun" ucap Yezy.


"Tidak apa-apa" ucap Yeon.


"Apa kau sedang memikirkan tentang uncle Jack" ucap Yezy.


"Hhhmm" jawab Yeon berdehem. terdengar helaan nafas dari Yezy. ia tidak tau ingin mengatakan apalagi pada Yeon. mungkin Yeon sudah benar-benar jatuh cinta pada Jack.

__ADS_1


...*****...


MOOREY CORP


Siang harinya. Jack mendatangi ruangan Abraham untuk mengantarkan berkas-berkas yang harus di tanda tangani oleh Abraham. ia mengetuk pintu ruangan Abraham tiga kali. setelah mendengar suara Abraham, Jack pun masuk ke ruangan Abraham dan memberikan berkas-berkas itu pada Abraham.


"Ada apa dengan wajah mu itu" ucap Abraham. saat melihat wajah Jack yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Tidak ada Tuan" ucap Jack.


"Jack, ada yang ingin ku tanyakan padamu" ucap Abraham.


"Apa yang ingin Tuan tanyakan pada saya" ucap Jack.


"Apa kau jatuh cinta pada adik ku" ucap Abraham. membuat Jack terkejut dengan pertanyaan dari Abraham. "Katakan saja, aku tidak akan membunuhmu, jika kau memang benar jatuh cinta pada Yeon. asalkan kau jangan jatuh cinta pada istri ku. jika sampai itu terjadi aku akan membunuhmu" ucap Abraham lagi.


"Tidak Tuan. mana berani saya jatuh cinta pada Nyonya Kenaya" ucap Jack.


"Lalu? apa kau jatuh cinta pada Yeon?" ucap Abraham.


"Tidak juga Tuan, anda tau sendiri jika Nona Yeon bukan tipe saya" ucap Jack.


"Benarkah?" ucap Abraham.


"Benar Tuan" ucap Jack.


"Ku pegang kata-kata mu. jangan sampai kau menyesal jika adik ku sudah menjadi milik orang lain" ucap Abraham.

__ADS_1


"Tidak Tuan, saya tidak akan menyesal" ucap Jack.


"Baiklah. kau kembali lah ke ruangan mu dan lanjutkan pekerjaan mu" ucap Abraham. Jack pun menganggukkan kepalanya. dan segera keluar dari ruangan Abraham menuju ke ruangan nya.


__ADS_2