
Satu minggu sudah Kenaya dan Abraham menjalin hubungan. Abraham semakin posesif terhadap Kenaya, membuat Kenaya terkadang kesal. namun di balik itu semua ia sangat senang berarti Abraham benar-benar mencintai dirinya. saat ini Abraham sedang mengajar di kelas Kenaya. Abraham benar-benar kesal saat ini membuat ia tidak fokus mengajar masiswa nya. bagaimana ia tidak kesal, Kenaya sedari tadi terus tersenyum dengan taman laki-laki nya yang duduk di depannya. bahkan sesekali Kenaya tertawa tebahak-bahak. Abraham yang kesal pun langsung mengirimkan pesan pada Kenaya.
Me:
Sayang, sudah berapa kali ku bilang pada mu jangan tersenyum pada pria lain. nanti mereka menyukai mu. isi pesan Abraham.
Sayang ❤:
Kenapa sih, aku hanya mengobrol saja dengan mereka. balas Kenaya.
Me:
Tapi tidak perlu tersenyum seperti itu, kau bahkan sampai tertawa pada mereka. isi pesan Abraham.
Sayang ❤:
Bagaimana juga aku tidak tersenyum dan tertawa jika ada yang lucu. kau ini aneh-aneh saja. balas Kenaya.
Me:
Tapi aku tidak suka jika kau memperlihatkan senyum mu pada mereka, kau hanya boleh memperlihatkan senyum mu pada ku. isi pesan Abraham. membuat Kenaya tersenyum.
Sayang ❤:
Jangan seperti itu Sayang, bukankah aku ini milik mu. tidak ada yang bisa memiliki ku selain dirimu. aku hanya mencintai mu saja, jadi kau jangan mengatakan seperti itu. balas Kenaya.
Me:
Tapi tetap saja aku cemburu. isi pesan Abraham.
Sayang ❤:
Yaampun, kau ini. Sayang mereka hanya melihat senyum ku dan tawa ku saja. sedangkan kau, kau melihat tubuh ku, bahkan kau juga merasakan nya. balas Kenaya. membuat Abraham tersenyum. ah, miliknya jadi bangun.
Me:
Sayang, milikku bangun. kau harus meniduri nya setelah ini. isi pesan Abraham. membuat Kenaya tersenyum geli. tingkah Abraham sekarang ini benar-benar seperti anak kecil.
Sayang ❤:
Iya Sayang, kau tenang saja. aku akan meniduri nya nanti saat kita di apartemen. balas Kenaya.
Me
Kenapa harus di apartemen, kita bisa melakukan nya di ruangan ku nanti. isi pesan Abraham.
Sayang ❤:
Terserah padamu saja, sekarang kau fokus saja mengajar. balas Kenaya
Me:
__ADS_1
Oke Sayang ❤. isi pesan Abraham yang terakhir. Abraham pun kembali fokus mengajar.
Dua jam kemudian Abraham pun selesai mengajar, ia memberikan tugas kepada mahasiswa nya untuk di kerjakan di rumah. Abraham menatap kearah Kenaya yang sedang memasukkan bukunya kedalam tas. setelah itu Abraham keluar dari kelas menuju ruangan nya setelah ia memberikan kode pada Kenaya, agar cepat datang ke ruangan nya.
Lima menit kemudian Kenaya datang ke ruangan Abraham. disana ia melihat Abraham sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Kenaya mengunci pintu ruangan Abraham agar tidak ada yang masuk. lalu ia segera menghampiri Abraham di sofa, dan langsung duduk di pangkuan Abraham membuat Abraham terkejut karena ia tidak menyadari kedatangan Kenaya di ruangan nya karena ia terlalu sibuk dengan ponselnya.
"Kapan kau datang, aku tidak menyadari nya" ucap Abraham. ia meletakkan ponsel di dalam saku celananya.
"Ck, bagaimana kau tau aku datang jika kau sibuk dengan ponsel mu" ucap Kenaya kesal.
"Aku hanya membalas pesan kedua sahabat ku" ucap Abraham.
"Kau tidak sedang berselingkuh kan" selidik Kenaya.
"Tidak Sayang, bagaimana mungkin aku selingkuh jika aku saja tidak pernah memikirkan wanita lain selain dirimu" ucap Abraham.
"Jadi jika kau memikirkan wanita lain kau mau selingkuh!! begitu" ucap Kenaya kesal.
"Tidak Sayang, bukan seperti itu. aku tidak pernah berselingkuh dari mu dan tidak pernah memikirkan wanita lain selain dirimu" ucap Abraham.
"Awas jika kau berani selingkuh dari ku, akan ku potong sosis mu itu" ucap Kenaya menatap Abraham tajam. bulu-bulu Abraham meremang saat mendengar ancaman Kenaya.
"Jika kau memotong nya aku tidak bisa membuat mu mendesah" ucap Abraham.
"Aku bisa menyuruh laki-laki lain membuat ku mendesah" ucap Kenaya. membuat Abraham menatap nya tajam.
"Awas saja jika sampai ada laki-laki lain yang membuat mu mendesah selain diriku" ucap Abraham. membuat Kenaya tertawa terbahak-bahak. "Kenapa kau malah tertawa" ucap Abraham kesal.
"Kau sangat lucu Sayang" ucap Kenaya masih dengan tawanya. namun kemudian ia memasang wajah garangnya dan menatap tajam Abraham. "Jika kau tidak mau laki-laki lain membuat ku mendesah, kau tidak boleh berselingkuh dari ku" ucap Kenaya.
Abraham membuka kancing celananya dan menurunkan nya sedikit. bisa Kenaya lihat milik Abraham sudah berdiri dengan tegaknya. Kenaya menaikan rok nya dan melepas ****** ***** nya.
"Ada apa" tanya Kenaya. saat melihat Abraham mengambil dompetnya di dalam saku celananya.
"Aku lupa memakai pengaman" ucap Abraham. ia mengeluarkan benda tersebut dan memakai nya. lalu kemudian dia mengarahkan miliknya ke milik Kenaya. "Hentakan Sayang" ucap Abraham.
Kenaya pun menghentak-hentakkan pinggulnya. hingga hentakan yang ketiga kalinya milik Abraham masuk dengan sempurna. baru beberapa menit mereka melakukan nya ponsel Abraham berbunyi membuat Abraham kesal. siapa yang sudah berani mengganggu nya di saat ia sedang asik bercinta dengan sang kekasih.
"Ada apa Dad" ucap Abraham saat mengangkat panggilan dari Daddy nya.
"Abraham, kau ke kantor sekarang" pinta Edward di seberang sana.
"Tapi Dad, aku sedang di kampus saat ini" ucap Abraham. tangannya mengelus rambut Kenaya lembut, karena saat ini Kenaya sedang memeluk dirinya dengan manja dan meletakkan kepalanya di dada bidang Abraham tanpa melepaskan penyatuan mereka.
"Daddy tidak mau tau, kau harus datang ke kantor sekarang" ucap Edward.
"Memang Daddy mau kemana" ucap Abraham.
"Mau pulang, cepat datang ke kantor sekarang" ucap Edward lalu segera mematikan ponselnya membuat Abraham kesal.
"Kenapa" ucap Kenaya. ia mendongakkan kepalanya menatap Abraham.
__ADS_1
"Daddy menyuruh ku ke kantor" ucap Abraham malas.
"Pergi lah" ucap Kenaya. ia melepaskan penyatuan mereka dan turun dari pangkuan Abraham.
"Tapi bagaimana dengan ini" ucap Abraham. menunjuk miliknya yang masih berdiri dengan tegak.
"Kita bisa melakukan nya nanti di rumah" ucap Kenaya. sambil memakai kembali ****** ***** nya dan merapikan pakaiannya.
"Ck, terlalu lama" ucap Abraham kesal. ia juga sedang merapikan pakaiannya.
"Jangan marah-marah Sayang, kita kan bisa melakukan nya nanti" ucap Kenaya tersenyum pada Abraham.
"Baiklah, aku akan ke kantor" ucap Abraham.
"Kalau begitu aku keluar dulu" ucap Kenaya ia mengecup bibir Abraham.
"Iya, ingat jangan dekat-dekat dengan pria lain" ucap Abraham. mengingatkan. Kenaya hanya mengangguk. lalu segera keluar dari ruangan Abraham. sementara Abraham juga bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
nanti aku kasih yang hot. untuk episode awal-awalnya ini masih yang biasa-biasa saja. tapi tetap aja novel ini untuk yang umurnya 21+ karena ada kata-kata vulgar nya.
.
__ADS_1
.
sebenarnya aku juga takut sih bikin novel yang 21+ takut ga di terima sama admin noveltoon ini. karena ada temen aku yang sempat bikin novel 21+ juga. katanya gak bisa, bacaan nya memang sedang direview tapi lama banget. sampai akhirnya dia hapus. tapi aku tetap mau coba dulu, kalo gak bisa aku bikin yang biasa-biasa aja.