CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
BESAR ATAU KECIL (YEON & JACK)


__ADS_3

"Jack, jangan terlalu lama melihat ku seperti itu. nanti kau semakin tergoda" ucap Yeon. menyadarkan Jack yang daritadi melihat nya, mungkin otak Jack sudah travelling kemana-mana, mungkin. Jack membuang wajahnya ke arah lain.


"Dimana laptop ku dan berkas-berkas itu" ucap Jack. tanpa melihat ke arah Yeon.


"Ku pikir kau datang kesini untuk menemui ku, tapi ternyata tidak" ucap Yeon. berjalan kearah Jack. "Kau tau Jack? kau pria pertama yang melihat ku seperti ini" ucap Yeon. mulai menggoda Jack.


Jack menahan nafasnya dan memejamkan matanya saat Yeon mulai menyentuh dada nya. tangan Yeon semakin turun ke bawah. saat akan mengenai pusaka Jack. Yeon menghentikan tangan nya dan menatap Jack sambil tersenyum nakal.


"Apa kau ingin menghamili ku Jack" ucap Yeon vulgar.


"Jangan macam-macam nona. cepat berikan laptop dan juga berkas-berkas itu" ucap Jack.


"Oh, ayolah Sayang. jangan terburu-buru" ucap Yeon. mendorong tubuh Jack. hingga membuat Jack terlentang di atas ranjang Yeon.


Yeon mulai membuka lilitan handuknya. sementara Jack hanya bisa menelan salivanya. ia terus memperhatikan Yeon yang masih sibuk membuka lilitan handuknya. sepertinya Yeon sengaja memperlambat nya.


"Oh, lihatlah. seorang Jack menatap ku seperti itu. sudah seperti ingin menerkam mangsanya" ucap Yeon. ia mendekatkan wajah nya ke telinga Jack, dan berbisik. "Apa kau yang ingin membuka nya Sayang" ucap Yeon berbisik. Jack segera mendorong tubuh Yeon. membuat Yeon termundur.


"Saya keluar sekarang. jangan lupa membawa laptop dan berkas-berkas itu" ucap Jack dingin. ia segera keluar dari kamar Yeon. sementara Yeon, hanya tersenyum licik.


"Lihatlah dia, sudah hampir tergoda. tapi dia berusaha menahannya" ucap Yeon. "Akan ku lakukan segala cara untuk mendapatkan mu Jack. dua minggu, waktu mu dua minggu Yeon untuk meluluhkan hatinya. semangat" ucap Yeon. menyemangati dirinya. Yeon pun segera mengenakan pakaian nya. selesai mengenakan pakaian nya, Yeon keluar dari kamar nya dan menuju lift untuk turun ke bawah. tak lupa ia membawa laptop Jack dan juga berkas-berkas nya


...*****...


Saat sudah tiba di lantai satu. Yeon langsung duduk di samping Jack yang sedang duduk di sofa ruang keluarga. ia pun mulai menggoda Jack lagi.


"Hai tampan" ucap Yeon. dengan senyuman tengilnya. Jack hanya diam saja dengan wajah dingin nya.


"Berikan nona, saya ini ke kantor sekarang juga" ucap Jack. meminta laptop nya dan juga berkas-berkas itu.


"Tidak perlu terburu-buru Jack. aku tidak akan memakan mu" ucap Yeon.

__ADS_1


"Yeon, Jack. ayo kita sarapan" ucap Emi. menghampiri keduanya.


"Ayo Sayang, kita sarapan" ucap Yeon. menggoda Jack dengan sebutan Sayang. membuat Jack mendeliki.


"Uncle, kau kelihatan cocok dengan Yeon. apa kau tidak mau dengan nya" ucap Yezy. saat ini mereka semua sudah berada di meja makan untuk sarapan. kecuali, Abraham dan Kenaya.


"Saya sudah memiliki kekasih" ucap Jack.


"Sayang sekali. padahal jika kau bersama dengan putri ku tidak masalah" ucap Jaemin. ayah Yeon dan Yezy.


"Kau putuskan saja kekasih mu itu, dan menikah lah dengan Yeon" ucap Ema.


"Sayangnya dia bukan tipe saya nyonya" ucap Jack.


"Apa milik nya terlalu kecil untuk mu" ucap Emi. menatap ke arah putrinya. "Yeon kau besarkan milikmu itu. seperti nya Jack menyukai yang besar daripada yang kecil" ucap Emi lagi.


"Eomma" pekik Yeon. ucapan tak berfilter dari Emi, benar-benar membuat ia malu. ia hanya berani menggoda Jack di saat ada mereka berdua saja.


"Uncle saja yang tidak tau. milik Yeon itu sebenarnya besar, tapi.....dia selalu memakai baju yang longgar, jadi tidak kelihatan" ucap Yezy. membuat Yeon menatap ia dengan tajam.


"Jack, kau jadi menantu ku saja. kau tinggal pilih. mau Yeon atau Yezy. dua-duanya pun tidak masalah" ucap Emi. menggoda Jack. sekali-sekali menggoda batu es tidak masalah. batin Emi.


"Terima kasih aunty, tapi tidak perlu. mereka terlalu kecil untuk saya" ucap Jack. membuat Edward dan Jaemin ingin tertawa.


"Aunty bilang juga apa. milik kalian itu terlalu kecil untuk Jack. kalian besarkan milik kalian itu" ucap Ema. seperti nya ia salah mengartikan maksud Jack. padahal maksud Jack itu kan umur, bukan yang lain.


"Tapi aku tidak mau dengan nya aunty dia sudah uncle-uncle" ucap Yezy.


"Kau pikir, Jack mau dengan mu" ucap Yeon. yang akhirnya membuka suara.


"Memang nya Jack juga mau dengan mu. percuma saja kau terus menggoda Jack, jika Jack lebih suka yang besar" ucap Yezy.

__ADS_1


"Sudah, jangan membahas yang tidak penting. lanjutkan saja sarapan kalian" ucap Edward.


"Ah, kau selalu saja seperti itu. padahal aku ingin bertanya pada Jack, dia lebih suka yang besar atau yang kecil" ucap Ema. mendengus kesal.


"Kau sudah mendengar nya tadi. bahwa ia tidak mau dengan Yeon ataupun Yezy. karena terlalu kecil" ucap Edward.


"Maaf nyonya, tuan. sepertinya saya sudah selesai sarapan. kalau begitu saya permisi dulu" ucap Jack. ia bangkit berdiri dan ingin melangkahkan kakinya. namun ucapan Ema membuat ia berhenti.


"Tunggu Jack. jadi kau lebih menyukai yang besar atau yang kecil" ucap Ema. Jack menghela nafasnya.


"Yang besar" ucap Jack. sedikit kesal. lalu ia pergi begitu saja. berada di tengah-tengah keluar Moorey membuat ia pusing.


Dasar keluarga aneh. ucap Jack. dalam hati. ia masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Moorey.


Kembali ke meja makan.


"Kau dengar sendiri kan. Jack lebih menyukai yang besar" ucap Edward pada istrinya.


"Walaupun milik keponakan ku kecil, tapi mereka begitu cantik" ucap Ema.


"Kalian itu sudah salah mengartikan maksud Jack" ucap Yeon. mem semua orang menatap ke arah.


"Maksud mu" ucap Ema dan Emi.


"Maksud Jack yang terlalu kecil itu umur ku dan Yezy. kalian saja yang berpikiran kemana-mana" ucap Yeon.


"Umur?" ucap Emi.


"Iya umur. sekarang ini kan umur ku masih 19 tahun. sementara Jack sudah 29 tahun" ucap Yeon.


"Tidak terlalu kecil juga. hanya beda sepuluh tahun" ucap Emi. kemudian ia menatap Yeon dan Yezy dengan serius. "Di antara kalian berdua, harus ada yang bisa mendapatkan Jack. percuma saja dia tampan jika tidak menjadi menantu ku" ucap Emi lagi.

__ADS_1


"Tenang saja, eomma. aku akan mendapatkan Jack. percuma dia tampan, jika tidak bisa menjadi milik ku" ucap Yeon. membuat semua yang ada di meja makan itu terbahak.


__ADS_2