
"Ini" ucap Kenaya. menghentikan ucapan nya dan menatap Abraham terharu. Ah, suaminya ini romantis sekali.
"Aku sudah menuruti permintaan mu" ucap Abraham. Kenaya langsung memeluk suaminya itu dengan erat.
"Padahal saat itu aku hanya pura-pura saja meminta kapal pesiar. tapi ternyata kau benar-benar memberikan nya" ucap Kenaya.
"Apapun akan ku berikan untuk mu. sekali pun itu nyawa ku, akan ku berikan untuk mu. kau adalah cinta pertama dan terakhir ku" ucap Abraham.
"Terima kasih Sayang. kau juga adalah cinta pertama dan terakhir ku" ucap Kenaya. mengeratkan pelukan nya di tubuh kekar suaminya.
"Aku mencintai mu" ucap Abraham.
"Aku juga mencintai mu" ucap Kenaya.
Abraham mendekatkan wajah nya ke wajah Kenaya. perlahan tapi pasti bibir keduanya bertemu. Abraham langsung ******* bibir Kenaya lembut. menahan tengkuk istrinya dengan satu tangan nya untuk memperdalam ciuman mereka. sementara satu tangan nya memeluk pinggang Kenaya, agar tidak ada jarak di antara mereka.
"Apa kau ingat melihat di dalam" ucap Abraham. Kenaya menganggukkan kepalanya. Abraham pun membawa istrinya itu masuk kedalam kapal pesiar itu.
Kenaya menatap takjub pada saat ia melihat isi kapal pesiar tersebut.
(jangan salfok sama baju merah😂)
senyum nya tak pernah luntur sekali pun. Ia menatap Abraham yang berada di samping nya.
"Ini benar untuk ku bukan" ucap Kenaya. Abraham menganggukkan kepalanya.
"Benar Sayang. kapal pesiar ini untuk mu. Aku membeli nya atas nama mu" ucap Abraham. "Apa kau menyukai nya" ucap Abraham.
"Tentu saja aku menyukai nya. Terima kasih Sayang" ucap Kenaya.
"Ini belum seberapa. jika ada yang kau inginkan lagi, katakan. Aku akan memberikan nya untuk mu" ucap Abraham.
"Aku tidak menginginkan yang lain lagi. bagi ku, cinta mu sudah cukup untuk ku. dan....." Kenaya menghentikan ucapan nya. dan menatap Abraham dengan nakal. membuat Abraham mengerutkan keningnya bingung.
"Dan apa Sayang" ucap Abraham. Kenaya semakin mendekatkan tubuh nya ke Abraham.
"Dan juga ini.....sudah cukup untuk ku" ucap Kenaya. menyentuh dan sedikit meremas pusaka milik Abraham. membuat Abraham mendesis.
"Shiitt. kau yang memulai nya. Aku tidak akan melepaskan mu" ucap Abraham. langsung menarik tangan Kenaya dan membawa istrinya ke kamar yang ada di kapal itu.
Saat sudah tiba di dalam kamar yang ada di dalam kapal itu. Kenaya langsung mendorong tubuh Abraham di atas ranjang. Ia naik ke atas tubuh Abraham dan mulai melepaskan kancing kemeja Abraham satu persatu. Abraham memegang pinggang Kenaya dengan kedua tangan nya. saat kancing kemeja Abraham sudah terbuka semua Kenaya turun dari tubuh Abraham.
"Ada apa. kenapa kau tidak melanjutkan nya" ucap Abraham.
"Kau lupa, kau tidak dapat jatah selama sebulan. karena kau mengatakan ku gendut saat itu" ucap Kenaya santai. membuat Abraham mendengus kesal. milik nya sudah bangun di bawah sana.
"Kau sudah membangunkan milik ku, dan kau tidak ingin bertanggung jawab" ucap Abraham kesal.
"Milik mu saja yang gampang sekali bangun. di sentuh sedikit saja langsung bangun" ucap Kenaya santai.
"Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus bertanggung jawab" ucap Abraham.
__ADS_1
"Nanti saja, aku masih ingin melihat-lihat di dalam kapal ini" ucap Kenaya. ia segera keluar dari kamar itu sebelum Abraham menerkam nya. sementara Abraham hanya mendengus kesal dan menyusul istrinya yang sudah keluar.
...*****...
Di tempat lain. Jerry pun melakukan hal yang sama seperti Abraham. ia membawa istrinya ke sebuah bandara pribadi milik keluarga nya yang ada di Amerika.
"Sebenarnya kau membawa ku kemana" ucap Celin. karena saat ini Jerry menutup kedua matanya dengan kain.
"Sebentar lagi kita sampai" ucap Jerry. sambil menuntun Celin berjalan. "Kau masih harus menutup mata mu. saat aku menghitung sampai tiga baru kau boleh membuka mata mu" ucap Jerry. Celin pun menganggukkan kepalanya. segera Jerry melepaskan penutup mata itu.
"Sudah" ucap Celin.
"Belum. apa kau tidak dengar kata ku. kau membuka mata mu setelah aku menghitung sampai tiga" ucap Jerry. "Apa kau sudah siap. aku akan mulai menghitung" ucap Jerry. Celin pun menganggukkan kepalanya mantap.
Satu.
Dua.
Tigaa.
"Sekarang kau boleh membuka mata mu" ucap Jerry. perlahan Celin mulai membuka mata nya. dan ia langsung menatap dengan tak percaya apa yang ada di depan nya. sebuah pesawat besar ada di hadapan nya saat ini.
"Ini untuk ku" ucap Celin. Jerry menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja ini untuk mu" ucap Jerry.
"Kau serius" ucap Celin.
"Iya. tapi kan, saat itu aku hanya pura-pura saja. tidak serius" ucap Celin.
"Mau kau mengatakan nya pura-pura atau tidak. aku akan tetap memberikan apa yang kau minta" ucap Jerry. "Sekali pun kau meminta nyawa ku" ucap Jerry lagi. Celin langsung memeluk tubuh Jerry erat.
"Terima kasih" ucap Celin. Jerry hanya tersenyum. membelai lembut rambut Celin dan mencium kening nya.
"Sama-sama Sayang. apa kau ingin melihat-lihat di dalam" ucap Jerry. Celin pun menganggukkan kepalanya. segera mereka masuk kedalam pesawat itu.
Celin berdecak kagum saat melihat isi dalam pesawat itu. walaupun keluarga nya juga memiliki pesawat pribadi. tapi isinya tidak seperti yang Jerry berikan padanya. karena memang pesawat pribadi keluarga nya hanya di pakai untuk perjalanan bisnis dan berlibur saja. tidak ada kamar dan televisi nya. hanya ada tempat duduk penumpang dan kamar mandi saja. jika ingin tidur, mereka hanya tidur di tempat duduk penumpang saja. begitupun pesawat pribadi keluarga Jerry. tidak seperti pesawat yang ia beli untuk Celin. ada kamar, televisi, sofa, dan yang pasti kamar mandi.
"Apa kau menyukai nya" ucap Jerry. memeluk Celin dari belakang.
"Tentu saja" ucap Celin. memegang tangan Jerry yang melingkar di perutnya. "Kapan pesawat ini bisa di gunakan" ucap Celin lagi.
"Sebenarnya sekarang bisa, tapi usia kandungan mu sekarang masih rentan untuk berpergian" ucap Jerry.
"Tapi, kenapa Kenaya bisa berpergian" ucap Celin.
"Usia kandungan mu dengan nya berbeda Sayang. usia kandungan nya sudah lima bulan, jika kau kan masih satu bulan" ucap Jerry.
"Lalu, aku tidak akan ikut dengan mu ke Paris" ucap Celin.
"Iya, sementara kau tinggal dulu disini bersama kedua orang tua mu. aku akan sering-sering menjenguk mu di sini nanti" ucap Jerry.
__ADS_1
"Lalu, kapan kau akan kembali ke Paris" ucap Celin.
"Besok" ucap Jerry. membuat Celin membalikkan tubuhnya dan menatap Jerry.
"Kenapa cepat sekali" ucap Celin cemberut.
"Ada urusan yang harus segera ku selesai kan. setelah urusan ku selesai aku akan langsung datang kesini untuk menemui mu" ucap Jerry.
"Kau tidak boleh berbohong, tidak boleh dekat dengan wanita lain, tidak boleh ada wanita lait yang menyentuh mu lagi. dan selalu mengangkat panggilan ku dan membalas pesan ku" ucap Celin. membuat Jerry tersenyum.
"Iya Sayang" ucap Jerry. ia membawa Celin kedalam dekapan nya.
...*****...
Ditempat lain Erick mendatangi apartemen Lyvia. Ia ingin memastikan, apa saat ini Lyvia sedang hamil atau tidak. setelah mendengar ucapan Jerry kemarin malam. malam itu juga Erick langsung menuju ke Paris. untuk memastikan yang Jerry ucapkan itu benar adanya.
Ting tong
Ting tong
Erick menekan bel apartemen Lyvia. tak berapa lama pintu apartemen itu terbuka. menampakkan Lyvia yang hanya menggunakan lingerie berwarna merah. Lyvia menatap Erick dengan tajam.
"Untuk apa kau kesini lagi" ucap Lyvia.
"Ada yang ingin ku tanyakan padamu" ucap Erick.
"Apa! tanyakan sekarang. jangan membuang waktu ku" ucap Lyvia.
"Apa kau tidak ingin mengizinkan tamu mu untuk masuk" ucap Erick. membuat Lyvia memutar bola mata nya malas.
"Masuklah" ucap Lyvia. Erick pun segera masuk kedalam apartemen Lyvia dan duduk di sofa diikuti oleh Lyvia. "Apa yang ingin kau tanyakan" ucap Lyvia lagi. saat ia sudah duduk di sofa bersama Erick.
"Apa kau sedang hamil saat ini" ucap Erick. Lyvia menatap tajam.
"Kalau iya, kenapa" ucap Lyvia.
"Anak siapa yang sedang kau kandung" ucap Erick.
"Mau dia anak siapa, kau tidak perlu tau" ucap Lyvia.
"Pasti kau mengaku bahwa anak itu adalah anak Jerry. dan kau meminta Jerry untuk bertanggung jawab. Aku benar bukan?" ucap Erick.
"Iya, aku memang sempat memikirkan itu. saat aku melihat berita tentang pernikahan Jerry dan Celin, aku berniat ingin menghancurkan pernikahan mereka. kau ingin tau kenapa? karena aku yakin kau tidak ingin bertanggung jawab dan saat itu aku sangat yakin bahwa Jerry masih mencintai ku, tapi ternyata tidak. aku hanya ingin memberikan anak ku kasih sayang seorang ayah. tapi, setelah ku pikir-pikir, tidak ada gunanya juga jika aku merusak pernikahan mereka dan membuat Jerry menikahi ku, karena kedua orang tua Jerry tidak akan pernah setuju. jadi aku memutuskan untuk merawat anakku sendiri. dan akan pergi jauh dari negara ini. walaupun aku bukan wanita baik-baik, tapi aku ingin memberikan kehidupan yang baik untuk anakku" ucap Lyvia.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku jika kau sedang hamil" ucap Erick.
"Bagaimana mungkin aku ingin memberitahu mu. jika saat kita melakukan nya terakhir kali kau langsung meninggalkan ku begitu saja, setelah kau menyeburkan benih mu. kau mencampakkan ku setelah aku memuaskan mu" ucap Lyvia.
"Bukan kah memang seperti itu" ucap Erick sedikit mengejek.
"Setidaknya jangan menyeburkan benih mu" ucap Lyvia. "Ya, memang ku akui. itu kesalahan ku, karena tidak memakai pil kb" ucap Lyvia lagi. membuat Erick menatap nya tajam.
"Jadi, kau pikir anakku adalah sebuah kesalahan" ucap Erick. Lyvia hanya tersenyum sinis.
"Anakku? hahaha dia anakku bukan anakmu" ucap Lyvia. "Aku tidak menyalahkan anak ini, karena dia tumbuh di rahim ku. tapi yang aku salahkan adalah dirimu. kenapa kau meninggalkan ku setelah menyeburkan benih mu. seandainya saat itu kau tidak meninggalkan ku, dan ingin bertanggung jawab. aku tidak akan pernah berpikir untuk meminta Jerry menikahi ku dan merusak pernikahannya" ucap Lyvia lagi.
__ADS_1
"Siapa bilang aku tidak ingin bertanggung jawab. aku akan bertanggung jawab jika kau memberitahu ku, tapi kenapa kau tidak memberitahu ku Lyvia. kau juga tau, bahwa aku sangat menginginkan seorang anak" ucap Erick. membuat Lyvia terdiam. "Aku akan segera menikahi mu, jangan pernah berpikir untuk merusak pernikahan orang lain" ucap Erick. lalu ia bangkit berdiri dan pergi dari apartemen Lyvia.