CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
BINGUNG (YEON & JACK)


__ADS_3

Pagi harinya Yeon terbangun dari tidur nya. ia beranjak dari ranjang milik nya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. ia mencuci wajahnya dan menyikat giginya. Yeon keluar dari kamar mandi setelah membersihkan wajah dan menyikat giginya. Yeon mengganti pakaiannya, yang tadi ia memakai baju tidur sekarang ia mengganti nya menjadi baju rumahan.



(model pakaiannya)


Yeon keluar dari kamar nya. dan terkejut saat melihat Abraham dan Kenaya yang juga baru keluar dari kamar mereka.


"Kak, kapan kalian pulang" ucap Yeon.


"Tadi malam kami sampai" ucap Kenaya.


"Kenapa aku tidak tau" ucap Yeon. ketiganya melangkahkan kaki mereka ke arah lift untuk turun ke bawah.


"Bagaimana kau tau jika kau sudah tidur" ucap Abraham. mereka masuk ke dalam lift saat pintu nya sudah terbuka.


"Bagaimana rasanya berlibur" ucap Yeon.


"Sangat menyenangkan" ucap Abraham. "Apalagi kakak ipar mu sering membawa ku menghabiskan waktu di atas ranjang" ucap Abraham lagi. Kenaya memukul lengan Abraham. membuat Abraham tersenyum. ia menarik tangan Kenaya dan membawa istrinya kedalam dekapan nya. ia mencium kening Kenaya dan sesekali mengecup bibir Kenaya. adegan romantis yang di lakukan oleh Abraham dan Kenaya membuat Yeon memutar bola matanya malas.


"Mulai, mulai lagi" ucap Yeon. saat Abraham mencium bibir istrinya dan di balas oleh Kenaya. "Kakak tidak tau jiwa jomblo ku ini meronta-ronta" ucap Yeon lagi. mendramatisir


Saat Abraham ingin menjawab. pintu lift terbuka membuat ia mengurungkan niatnya. ketiga nya keluar dari lift itu dan melewati ruang tamu dan ruang keluarga. terlihat Jack yang sudah menunggu tuan nya di sofa ruang tamu. ia berdiri dan menundukkan kepalanya hormat.


"Mana berkas-berkas yang harus aku tanda tangani" ucap Abraham. Jack pun segera mengambil berkas-berkas yang harus di tanda tangani oleh Abraham di dalam tas kerja nya.


"Ini Tuan" ucap Jack. memberikan berkas-berkas itu pada Abraham.


"Banyak sekali" ucap Abraham. Jack hanya tersenyum. jelas lah banyak, ia kan tidak masuk ke kantor beberapa hari ini. batin Jack.


"Mau kemana" ucap Abraham. saat Kenaya melepaskan rangkulan tangan Abraham dari bahunya dan ingin melangkahkan kakinya.


"Aku ingin ke dapur. membantu Mommy dan aunty Emi menyiapkan sarapan" ucap Kenaya.


"Kau di sini saja bersama ku, biarkan Yeon saja yang kesana. kau ingat kata dokter bukan, kau tidak boleh terlalu lelah" ucap Abraham. Kenaya mendengus kesal.

__ADS_1


"Aku kan hanya ingin membantu mereka saja" ucap Kenaya. mengerucutkan bibir nya.


"Tidak boleh Sayang. sini ikut aku duduk di sini. Yeon, kau pergi ke dapur sana untuk membantu mereka menyiapkan sarapan" ucap Abraham. Yeon menganggukkan kepalanya. sebelum pergi dari sana. Yeon melihat ke arah Jack yang juga melihat ke arah nya. Yeon memasang wajah datarnya dan membuang wajahnya ke arah lain. lalu ia segera pergi dari sana. Jack yang melihat Yeon seperti itu di buat bingung. biasa nya walaupun ada Abraham dan Kenaya. Yeon masih bisa menggoda nya, dan saat Yeon mencuri-curi pandang seperti itu padanya Yeon pasti akan tersenyum walaupun ia selalu memasang wajah datarnya dan tidak membalas senyuman Yeon. tapi kenapa sekarang Yeon tidak seperti biasanya. batin Jack.


Kenapa juga aku harus mempedulikan nya. ucap Jack dalam hati.


"Jack? apa yang kau pikirkan" ucap Abraham. membuat Jack tersadar.


"Ti-tidak ada Tuan" ucap Jack. Abraham kembali pada berkas-berkas yang di berikan Jack padanya.


Selesai menanda tangani berkas-berkas itu. Abraham kembali memberikan nya pada Jack. Abraham melirik ke arah istrinya yang sedang menyandarkan kepalanya di lengan Abraham. ia mengelus kepala Kenaya lembut dan sesekali mencium puncak kepala istrinya. Jack yang melihat itu benar-benar kesal. bos nya itu tidak tau tempat jika ingin bermesraan.


"Kak Abraham, kakak ipar. ayo kita sarapan, yang lainnya sudah menunggu" ucap Yeon menghampiri ketiga nya. setelah itu ia kembali lagi ke dapur setelah memanggil ketiga nya untuk sarapan.


"Ayo kita sarapan. Jack kau sarapan lah di sini juga" ucap Kenaya. Jack ingin menolak, tapi saat melihat tatapan tajam Abraham, Jack pun menurut. Jack tau, bos nya yang sangat bucin itu tidak akan mau jika sampai istri tercintanya itu memohon agar ia ikut sarapan. ketika nya pun melangkahkan kaki mereka ke meja makan. dimana semuanya sudah berkumpul di sana.


"Yezy, nanti hari ini kita belanja lagi ya" ucap Yeon. Yezy pun menganggukkan kepalanya. "Apa kakak ipar ingin ikut" ucap Yeon lagi. bertanya pada Kenaya.


"Boleh juga" ucap Kenaya. ia menatap ke arah Abraham yang juga menatap nya dengan kesal. "Boleh ya Sayang" ucap Kenaya memohon.


"Ayolah Sayang. aku juga ini pergi berbelanja" ucap Kenaya manja.


"Ku bilang tidak boleh ya tidak boleh. aku khawatir dengan mu jika kau keluar tanpa aku di samping mu" ucap Abraham. Kenaya mendengus kesal. semakin hari Abraham semakin posesif. Ema yang melihat menantunya yang tampak kesal pun ikut berbicara.


"Biarkan saja istri mu ikut dengan Yeon dan Yezy. jangan terlalu mengkekang nya" ucap Ema.


"Tapi Mom, saat ini dia sedang hamil. aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan nya dan juga anak-anak ku" ucap Abraham.


"Iya Mommy tau, tapi setidaknya biarkan saja dia pergi berbelanja bersama dengan Yeon dan Yezy" ucap Ema. Abraham menghela nafasnya dan menatap ke arah Kenaya yang juga menatap nya.


"Boleh ya Sayang" ucap Kenaya.


"Baiklah, kau boleh pergi" ucap Abraham pada akhirnya. "Jack, jam berapa meeting hari ini" ucap Abraham lagi. menatap ke arah Jack.


"Jam 12 siang Tuan" ucap Jack.

__ADS_1


"Kau temani mereka pergi berbelanja. biarkan Viona yang menggantikan mu" ucap Abraham.


"Baik Tuan" ucap Jack.


...*****...


Dan disini lah mereka sekarang. di sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di negara itu. Jack dengan setia mengikuti ketiga wanita itu kemana pun mereka melangkahkan kaki mereka. daritadi Jack melihat ke arah Yeon, yang sama sekali tidak melihat ke arah nya. Jack benar-benar bingung. kenapa Yeon tidak lagi menggoda nya. biasanya wanita itu selalu menggoda dirinya, tapi kenapa sekarang Yeon malah seperti mengacuhkan nya.


"Yezy, kau antarkan aku ke toilet sebentar" ucap Kenaya.


"Oh, baiklah kakak ipar. ayo" ucap Yezy.


"Kalian tunggu disini sebentar ya" ucap Kenaya. Yeon dan Jack pun menganggukkan kepala mereka. Kenaya dan Yezy pun segera pergi ke toilet meninggalkan Yeon dan Jack.


Jack melirik ke arah Yeon yang sedang sibuk dengan ponsel nya. biasanya jika berdua seperti ini, Yeon pasti menggoda nya sampai membuat dirinya kesal. tapi sekarang kenapa Yeon tidak menggoda nya. pikir Jack bingung.


Kenapa juga aku harus memikirkan nya. mau dia menggoda ku atau tidak aku tidak peduli. bukankah lebih bagus jika dia diam seperti ini saja. ucap Jack dalam hati.


"Nona, apa anda ingin minum. saya ingin mencari minuman" ucap Jack pada Yeon. Yeon mengangkat kepalanya dan menatap Jack sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kau bicara padaku?" ucap Yeon.


"Iya, siapa lagi jika bukan Nona" ucap Jack kesal.


"Oh, ku kira kau bicara dengan orang lain. tapi tidak perlu Jack, aku tidak haus" ucap Yeon acuh. ia kembali memainkan ponsel nya.


Jack mendengus kesal. entahlah, ia tidak tau kenapa dia begitu kesal saat Yeon tidak lagi menggoda nya. dan terlihat seperti mengacuhkan dirinya Jack benar-benar bingung. Yeon yang selalu tersenyum ke arah nya kini hanya wajah datar Yeon saja yang ia lihat sekarang.


Jack terus memperhatikan Yeon yang sedang sibuk dengan ponsel nya. sesekali Yeon tersenyum saat melihat ponsel nya. sepertinya Yeon sedang berkirim pesan dengan seseorang.


"Jangan melihat Yeon seperti itu Jack. nanti kau jatuh cinta" ucap Kenaya. saat ia dan Yezy sudah kembali dari toilet. Jack terperanjat kaget saat mendengar suara istri Tuan nya itu.


"Hahaha tidak mungkin Nyonya. Nona Yeon bukan tipe saya" ucap Jack. Yeon yang mendengar Jack mengatakan hal itu pun tidak memperdulikan nya sama sekali. ia sudah biasa mendengar Jack mengatakan itu.


"Ya, ya, ya. terserah mu saja. ayo Yeon, Yezy kita lanjut belanja lagi" ucap Kenaya. mengajak kedua adik ipar nya itu berbelanja. Yeon dan Yezy pun menganggukkan kepala mereka. dan mereka pun melanjutkan belanja mereka. di ikuti oleh Jack yang mengawasi ketiga nya.

__ADS_1


__ADS_2