
Dua bulan kemudian.....
Saat ini Kenaya sedang berada di dalam kamar bersama dengan kedua anaknya menunggu Abraham pulang dari kantor. Ia sedang menonton drama Korea di laptop milik nya sambil menjaga kedua anaknya itu. Ketiga nya duduk di lantai, tepat di depan ranjang Abraham dan Kenaya.
"Jangan di hamburkan seperti ini Sayang, mau Mommy marah?" ucap Kenaya. pada putranya. Saat ia melihat Aldrix melempar-lemparkan cemilan nya ke sembarang arah. bocah laki-laki itu hanya tersenyum lucu saat melihat Mommy nya yang berpura-pura marah padanya. "Jangan di hamburkan seperti ini, duduk saja seperti kakak Alice" ucap Kenaya lagi. Menggendong putranya dan mendudukkan nya di samping putrinya yang hanya diam saja menonton drama Korea yang sedang Kenaya nonton itu.
"Yaampun Aldrix, kau ini susah sekali di bilangi" ucap Kenaya mendengus. Saat melihat putranya itu tidak bisa diam. "Ini, kau main ini saja" ucap Kenaya lagi. memberikan mainan pada putranya itu. Aldrix pun mengambil mainan itu dengan antusias. Kenaya pun kembali menonton drama Korea nya yang sempat tertunda tadi. Di dalam kamar itu hanya ada suara Aldrix yang berceloteh dengan mainan nya yang ia pukul-pukulkan ke lantai dan suara para aktor dan aktris drama Korea dari laptop milik Kenaya.
Ceklek!
Suara pintu kamar yang di buka oleh seseorang pun mengalihkan perhatian ketiga nya. Abraham, baru saja pulang dari kantor nya, dan tersenyum saat melihat istri dan kedua anaknya itu sedang duduk di lantai.
"Daddy pulang" ucap Abraham. Mendekati ketiga nya. Aldrix yang melihat Daddy nya itu pulang pun langsung merangkak mendekati Abraham. Ia merentangkan kedua tangan nya agar Abraham menggendong nya. Abraham yang mengerti maksud putranya itu pun, segera menggendong putranya itu. Abraham mencium pipi tembem putranya dengan gemas. "Kakak gak mau sama Daddy? Mau nonton drama Korea saja dengan Mommy?" ucap Abraham lagi. saat melihat putrinya yang hanya biasa-biasa saja saat melihat ia pulang. Alice memalingkan wajahnya dan kembali pada laptop Kenaya.
"Kau ingin mandi air hangat? aku akan menyiapkan nya nanti" ucap Kenaya. Abraham menganggukkan kepalanya. Segera Kenaya bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Abraham.
"Kau duduk di sini dulu dengan kakak mu, oke" ucap Abraham. kembali mendudukkan putranya di lantai. setelah itu Abraham mengambil ponselnya yang berada di saku celananya dan mulai membuka media sosial nya.
Tanpa Abraham sadari, Aldrix menumpahkan minuman jeruk Kenaya yang berada di gelas, ke laptop milik Kenaya. Alice dan Aldrix hanya tertawa saat melihat minuman jeruk yang tumpah itu di laptop milik Mommy mereka. Keduanya bermain-main dengan minuman jeruk yang tumpah di laptop milik Kenaya itu.
"Sayang aku sud..... Yaampun! Sayang kenapa kau tidak melihat mereka" pekik Kenaya. Saat melihat kedua anaknya itu bermain-main dengan minuman jeruk yang tumpah ke laptop nya. Abraham pun langsung terkejut saat mendengar pekikan istri nya.
"Astaga!" ucap Abraham. tambah terkejut melihat kedua anaknya yang sedikit kotor karena minuman jeruk itu.
"Aku menyuruh mu menjaga mereka, kenapa kau malah sibuk dengan ponsel mu. Lihat, laptop ku jadi rusak" ucap Kenaya kesal.
"Iya, maaf Sayang" ucap Abraham. "Nanti aku akan membelikan mu laptop yang baru" ucap Abraham lagi.
"Ck! sudah sana mandi, nanti air mu dingin" ucap Kenaya kesal. Ab pun menurut, ia segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Sementara Kenaya, ia menatap kedua anaknya dengan tajam membuat Alice dan Aldrix hanya tersenyum lucu saja, membuat Kenaya menjadi gemas dengan kedua anaknya itu.
"Sini, Mommy bersihkan kalian dulu" ucap Kenaya. Dengan cekatan Kenaya membersihkan kedua anaknya itu dengan bergantian.
Setelah selesai membersihkan kedua anaknya, Kenaya meletakkan Alice dan Aldrix ke box bayi mereka masing-masing. Setelah itu, ia kembali membersihkan tumpahan minuman jeruk itu dan memungut cemilan-cemilan yang sempat Aldrix hamburkan tadi. Setelah semua nya beres dan lantai itu terlihat bersih. Kenaya melangkahkan kakinya ke walk in closed dan menyiapkan pakaian ganti untuk Abraham. Kenaya keluar dari walk in closed sambil membawa pakaian ganti Abraham. Ia meletakkan pakaian Abraham di atas ranjang. Dan kembali mengambil kedua anaknya di box bayi, saat melihat kedua anaknya itu merengek agar segera di keluarkan dari box bayi itu. Kenaya kembali meletakkan Alice dan Aldrix di lantai, agar mereka lebih leluasa untuk bergerak.
"Kalian main ini saja, tidak usah main cemilan milik Mommy" ucap Kenaya. Memberikan mainan kepada kedua anaknya itu. Alice dan Aldrix pun menerima mainan mereka dengan antusias.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka. Menampakkan Abraham yang hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang nya dan bertelanjang dada saja. Abraham mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah dengan tangan nya.
"Baju ganti ku Sayang" ucap Abraham.
"Itu ada di atas ranjang" ucap Kenaya. Abraham pun segera melangkahkan kakinya ke arah ranjang dan mengambil pakaian nya yang sudah di siapkan oleh Kenaya.
"Kau sudah mandi?" ucap Abraham pada Kenaya. Saat ia sudah selesai memakai pakaian nya. Abraham bergabung bersama dengan istri dan kedua anaknya yang sedang duduk di lantai.
__ADS_1
"Sudah tadi, setelah aku memandikan Alice dan Aldrix" ucap Kenaya.
"Sayang, nanti malam bercinta ya" ucap Abraham. Merengek seperti anak kecil.
"Hhhmmm" jawab Kenaya berdehem. "Ada apa, apa kau ingin susu?" ucap Kenaya. Pada Aldrix yang datang merangkak padanya.
"Susu terus" ucap Abraham kesal.
"Daddy mu itu iri. sini minum susu sama Mommy" ucap Kenaya. Ia segera mengambil putranya nya dan segera memberikan Aldrix susu dari sumber nya.
"Rakus sekali kau ini" ucap Abraham. Saat melihat Aldrix yang begitu rakus menghisap put*ng dada Kenaya.
"Daddy juga rakus, jika sedang menghisap nya" ucap Kenaya. Berbicara seperti anak kecil. Aldrix tersenyum di balik hisapan nya. Sementara Abraham hanya mendengus kesal.
"Sudah?" ucap Kenaya. Saat Aldrix menyudahi meminum susu nya. Aldrix kembali bermain dengan Alice yang masih asik dengan mainan nya. "Alice mau minum susu juga?" ucap Kenaya lagi pada putrinya. Alice menatap ke arah Kenaya, namun kemudian ia kembali fokus pada mainan nya. Itu artinya ia tidak mau, ia belum haus ataupun lapar.
"Aku saja Sayang kalau begitu" ucap Abraham.
"Jangan di remas" ucap Kenaya. saat Abraham memasukkan tangannya ke dalam pakaian yang ia kenakan dan bersiap untuk meremas buah dada nya. Abraham mendengus kesal dan mengeluarkan tangan nya kembali. "Sabar Sayang" ucap Kenaya tersenyum. Lucu baginya saat melihat wajah Abraham yang cemberut seperti itu.
"Ah lama sekali" ucap Abraham kesal.
"Sabar" ucap Kenaya.
"Jam berapa sekarang" ucap Abraham. Ia melihat ke arah jam yang berada di atas televisi yang berada di dalam kamar nya dan Kenaya. "Sudah jam setengah enam ternyata" ucap Abraham lagi.
"Kenapa" ucap Kenaya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku sengaja bikin extra part CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU di lapak ini supaya kalian yang tidak bisa ikut pindah ke lapak baru juga tidak ketinggalan dengan extra part nya. aku cuma bisa bikin extra part nya di hari sabtu atau minggu. karena MENGEJAR CINTA LAURA DAN STORY OF YEZY aku up setiap hari senin-jumat aja, itupun aku up nya cuma dua episode aja sehari, karena aku juga punya kesibukan lain di dunia nyata, ****untuk up extra part nya aja aku cari-cari waktu doang,
biar bisa up extra part nya****. maafkan aku guys 🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ALICE
ALDRIX
Bonus foto Kenaya sebelum jadi emak-emak
__ADS_1