CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
MERASA DI CAMPAKKAN


__ADS_3

Di dalam kamar hotel yang berbeda. Lyvia bersama dengan seorang pembisnis pun melakukan apa yang Jerry dan Celin lakukan. saat ia meminta izin pada Jerry ke toilet tadi, itu adalah bohong. sebenarnya ia pergi untuk menemui seorang pembisnis yang sudah menunggu nya di kamar hotel itu.


"Ah, ah, ah. lebih cepat lagi Sayang. lebih cepat" ucap Lyvia mendesah.


Pria itu pun mempercepat ritme nya. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dengan cepat. keduanya mendesah nikmat. pria itu membalikkan tubuh keduanya, hingga membuat Lyvia yang berada di atas nya.


"Kau yang pimpin Sayang" ucap pria itu. yang bernama Erick. (masih ingat nama Erick? itu loh yang hadir di pernikahannya Abraham sama Kenaya)


"Baik Sayang" ucap Lyvia.


Lyvia mulai menggerakkan tubuhnya. ia menumpukan kedua tangan nya di kepala ranjang dan memajumundurkan pinggulnya. Erick memegang kedua buah dada Lyvia dan meremas nya.


"Ah, ah, ah. nikh.....math" ucap Lyvia. yang masih dengan aksi nya.


"Terus Sayang. lebih cepat lagi" ucap Erick. membantu Lyvia menggerakkan tubuhnya dengan memegang kedua pinggul Lyvia.


...*****...


Keesokan harinya, Jerry terbangun dari tidur nya saat ponsel nya terus berbunyi. menandakan ada panggilan masuk. Jerry meraba-raba dia atas nakas, tidak ada. ponselnya tidak ada di atas nakas. perlahan Jerry melepaskan tangan Celin yang masih terlelap sambil memeluk tubuh nya. ia turun dari ranjang dengan keadaan polos, dan mengambil ponsel nya di dalam saku celananya. Jerry menggelengkan kepalanya melihat kamar hotel itu seperti kapal pecah. bajunya dan baju Celin berserakan dimana-mana. Jerry segera mengangkat panggilan itu.


"Sayang, kau ada dimana sekarang" ucap Lyvia. di seberang sana, saat Jerry mengangkat panggilan nya.


"Aku sedang di rumah ku" ucap Jerry berbohong.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memberitahu ku jika kau pulang duluan" ucap Lyvia.


"Maafkan aku Sayang. aku tadi sudah mencari mu semalam tapi aku tidak menemukan mu" ucap Jerry.


"Ya sudah. kau datang lah ke apartemen ku sekarang" ucap Lyvia.


"Baiklah. aku akan segera ke sana" ucap Jerry.


"Baiklah. aku tunggu Sayang" ucap Lyvia. lalu ia segera mematikan panggilannya dengan Jerry.


Jerry menghela nafasnya kasar. jika sampai kekasihnya tau apa yang dia dan Celin lakukan semalam, pasti kekasihnya itu akan sangat marah.


Jerry mulai memungut pakaian nya dan memakai nya kembali. ia melihat ke arah ranjang dimana Celin masih terlelap. ia kembali menghela nafasnya, lalu ia keluar dari kamar hotel itu tanpa mengatakan apapun.


...*****...


"Hiks, hiks, hiks. bahkan kau pergi meninggalkan ku dan tidak mengatakan pada ku setelah apa yang kita lakukan semalam" ucap Celin terisak. "Kau benar-benar pria brengsek Jerry. aku membenci mu" ucap Celin masih terisak.


Walaupun mereka melakukan nya karena pengaruh obat perangsang. tapi tetap saja Jerry harus meminta maaf dengan nya bukan. ia juga akan melakukan hal yang sama jika Jerry masih ada di sini. tapi masalahnya Jerry tidak ada disini, dia sudah pergi. ia merasa Jerry mencampakkan dirinya, setelah Jerry menikmati tubuh nya.


Celin beranjak dari ranjang. walaupun bagian intinya begitu sakit, tapi ia harus tetap bangun untuk membersihkan dirinya. Celin masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. ia melihat tubuh polos nya di cermin. banyak sekali bekas jejak bibir Jerry di tubuh nya. ia kembali terisak.


Satu jam kemudian Celin keluar dari kamar mandi. ia memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. lalu ia segera memakai pakaian nya. setelah selesai berpakaian Celin merapikan rambutnya. setelah itu ia keluar dari kamar hotel dan pergi dari hotel itu.

__ADS_1


...*****...


Saat ini Jerry sudah tiba di depan apartemen Lyvia. ia menghela nafasnya setelah itu ia menekan bel apartemen. tak berapa lama pintu terbuka menampakkan Lyvia yang memakai pakaian seksinya.


"Kau sudah datang Sayang" ucap Lyvia. berjinjit dan melingkarkan kedua tangan nya di leher Jerry.


"Hhmm" jawab Jerry. berdehem.


"Ayo kita masuk" ucap Lyvia. mereka pun segera masuk ke dalam apartemen Lyvia. dan duduk di sofa ruang tengah. "Kau ingin minum apa Sayang" ucap Lyvia lagi.


"Apa saja" ucap Jerry. Lyvia pun segera pergi ke dapur untuk membuatkan Jerry minuman. tak berapa lama Lyvia datang menghampiri Jerry dan meletakkan minuman itu di atas meja.


"Ini Sayang minuman nya" ucap Lyvia.


"Terima kasih Sayang" ucap Jerry. ia mengambil gelas yang berisi jus jeruk itu dan menyesap nya.


"Sayang, semalam kita tidak bercinta. bagaimana jika kita bercinta pagi ini" ucap Lyvia. menggoda Jerry. ia mulai membuka kancing kemeja Jerry satu persatu.


"Nanti malam saja Sayang" ucap Jerry. berusaha menahan tangan Lyvia yang sudah nakal.


"Aku mau nya sekarang" ucap Lyvia. ia bangkit berdiri dan duduk di pangkuan Jerry.


Lyvia kembali membuka kancing kemeja Jerry. dan melepaskan kemeja itu dari tubuh Jerry, hingga membuat Jerry bertelanjang dada sekarang.

__ADS_1


"Kita ke kamar sekarang" ucap Jerry. mengangkat tubuh Lyvia dan menggendongnya menuju ke kamar.


Keduanya berjalan ke kamar sambil berciuman. Lyvia melingkarkan kedua kakinya di pinggang Jerry dan kedua tangan ia lingkarkan di leher Jerry. sementara Jerry, ia memegang bok*ng Lyvia. saat sudah tiba di kamar, Jerry membaringkan tubuh Lyvia di atas ranjang. dan mereka pun melakukan penyatuan.


__ADS_2