
Seminggu sudah Kenaya pulang ke Amerika bersama kedua orang tuanya. dan selama itu pula ia sangat merindukan Abraham, ia sangat merindukan wajah tampan kekasihnya itu. namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan ponsel nya pun di sita oleh Daddy nya. jika saja Alex tidak menyita ponsel nya mungkin ia bisa melakukan panggilan video bersama Abraham, untuk mengobati rasa rindu nya. bahkan Kenaya selalu merengek ingin meminta ponsel nya pada Alex, namun Alex tidak mengubris nya. seperti saat ini Kenaya sedang merengek pada sang Daddy untuk meminta ponsel nya.
"Dad, ayolah. berikan ponsel ku sebentar saja, aku ingin menghubungi Abraham" ucap Kenaya.
"Sekali Daddy bilang tidak, tetap tidak" ucap Alex tegas.
"Tapi Dad, aku sangat merindukan nya. biarkan aku menghubungi nya sebentar saja, aku ingin melihat wajahnya untuk mengobati rasa rindu ku" ucap Kenaya memelas.
"Tidak Kenaya, masuk kamar mu sana" ucap Alex. Kenaya menghentakkan kakinya kesal, ia masuk kedalam lift untuk menuju kamar nya.
"Dad, izinkan lah Kenaya menghubungi kekasihnya sebentar. mungkin dia saat ini benar-benar merindukan Abraham" ucap Amanda.
"Tidak bisa Mom, biarkan saja dulu mereka seperti ini sampai mereka menikah nanti. baru juga seminggu sudah rindu" ucap Alex.
"Ck, Daddy saja tidak bertemu Mommy sehari juga sudah rindu" ucap Amanda sinis.
"Itu beda lagi Sayang" ucap Alex tersenyum. menarik tangan istrinya membuat nya duduk di pangkuan Alex.
...*****...
__ADS_1
"Hiks hiks hiks. aku sangat merindukan nya tapi Daddy tidak mengizinkan ku untuk melihat nya sebentar saja" ucap Kenaya terisak. mengelap hingus nya menggunakan tisu, di atas ranjang nya banyak sekali tisu berserakan bekas ia pakai untuk mengelap hingus nya.
"Aku tidak suka seperti ini, rindu ini menyiksa ku hiks hiks" ucap Kenaya terisak. "Lebih baik aku tidur saja" ucap Kenaya. ia membaringkan tubuh nya dan memejamkan mata nya.
...*****...
Malam pun tiba, saat ini Alex dan keluarga nya sedang berada di meja makan untuk makan malam. bahkan Richo, Maria dan kedua anak mereka pun ada di sana. tadi siang mereka baru saja tiba di Amerika.
"Kenapa mata mu bengkak" ucap Richo pada adiknya. saat melihat mata Kenaya yang bengkak karena habis menangis. namun Kenaya tidak menjawab pertanyaan kakak nya
"Dia habis menangis karena merindukan kekasihnya. Daddy tidak mengizinkan nya untuk menghubungi Abraham" ucap Amanda menggoda Kenaya. namun Kenaya tidak juga mengubris nya.
"Kakak tidak tau rindu itu berat, kakak tidak akan kuat" ucap Kenaya. "Kakak juga sering merindukan kakak ipar jika kakak ipar tidak ada di dekat kakak" ucap Kenaya lagi.
"Tapi aku tidak sampai menangis seperti mu" ucap Richo. "Kau itu cengeng sekali" ucap Richo lagi.
"Ck, sudahlah aku ingin tidur saja" ucap Kenaya beranjak dari tempat duduk nya. dan pergi ke kamar nya.
"Lihat kan, sehabis menangis dia tidur. bangun tidur dia lapar lalu makan, sehabis makan dia tidur lagi" ucap Richo. menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sudahlah Sayang, mungkin dia benar-benar merindukan Abraham" ucap Maria. mereka pun kembali melanjutkan makan malam mereka.
...*****...
Sama hal nya dengan Kenaya, Abraham juga sangat merindukan Kenaya. namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, ia sudah mengirimkan ribuan pesan untuk kekasihnya itu namun tak di balas oleh Kenaya bahkan panggilan darinya pun tidak di angkat oleh Kenaya. Abraham benar-benar yakin pasti saat ini ponsel Kenaya sedang di sita oleh Daddy nya. Abraham melihat ponsel nya, ada pesan dari grup chat nya dengan para sahabat nya.
Kenzie:
Temui aku di kafe tempat biasa, aku ingin curhat dengan kalian. isi pesan Kenzie di grup khusus mereka bertiga.
Jerry:
Oke👌
^^^Abraham^^^
^^^Oke^^^
Setelah membalas pesan, Abraham segera bersiap-siap untuk menemui kedua sahabatnya di kafe langganan mereka. memang semenjak ia menjalin hubungan dengan Kenaya ia tidak pernah lagi menemui kedua sahabatnya itu, itulah sebabnya hari ini ia ingin pergi menemui mereka hari ini.
__ADS_1