
Keesokan paginya. Jack kembali ke kediaman Moorey. Yeon yang terus menerus menggoda nya kemarin membuat ia pergi begitu saja. meninggalkan laptop dan juga berkas-berkas yang lain. Ema yang baru keluar dari lift untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan pagi pun menghentikan langkah nya saat melihat Jack yang seperti mencari sesuatu.
"Jack? apa yang kau cari" ucap Ema.
"Saya mencari berkas dan laptop saya yang tertinggal di sini kemarin" ucap Jack sopan.
"Oh itu milik mu" ucap Ema. Jack pun menganggukkan kepalanya. "Sepertinya tadi malam, Yeon membawa ke kamarnya" ucap Ema. membuat Jack membulatkan matanya.
"Yeon?" ucap Jack. Ema menganggukan kepalanya.
"Kau pergi saja ke kamarnya. kamarnya di lantai tiga, sebelah kamarnya Abraham dan Kenaya" ucap Ema. membuat Jack melongo. masa ia harus masuk kedalam kamarnya Yeon. "Kenapa kau malah menatap ku seperti itu" ucap Ema lagi. Jack pun langsung membuang wajahnya ke lain arah.
"Ah, maaf nyonya" ucap Jack gugup.
"Pergilah. mungkin Yeon sudah bangun" ucap Ema. "Aku ingin ke dapur dulu, membantu para pelayan menyiapkan sarapan" ucap Ema lagi. Jack menganggukkan kepalanya. Ema pun segera ke dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan.
Sementara Jack. ia masih berdiam di tempat. ia bingung apa yang harus ia lakukan. apakah ia harus ke kamar Yeon atau tidak. jika ia ke kamar Yeon, pasti Yeon akan menggoda nya lagi. tapi, jika ia tidak ke kamar Yeon, bagaimana dengan laptop dan juga berkas-berkas yang ia tinggal kemarin. Jack menarik nafasnya dan menghembuskan nya kembali. ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar Yeon. Jack melangkahkan kakinya ke arah lift, lalu menekan tombol lift itu hingga pintu lift terbuka. Jack masuk ke dalam lift dan menekan nomor tiga untuk menuju ke kamar Yeon. tak berapa lama, lift itu pun tiba di lantai tiga. Jack segera keluar dari lift setelah pintu nya terbuka. Jack tampak bingung saat melihat ada tiga kamar disana. di sebelah kamar Abraham dan Kenaya, ada dua kamar. di kanan dan di kiri. lalu, kamar Yeon yang mana. sebelah kanan atau sebelah kiri.
Ceklek!
__ADS_1
Di tengah kebingungan Jack. pintu kamar sebelah kiri terbuka. memperlihatkan Yezy yang keluar dengan pakaian yang sudah rapi. Jack yang mengira bahwa Yezy itu adalah Yeon pun menghampiri nya. dengan wajah datar nya Jack berkata.
"Dimana laptop ku dan berkas-berkas itu" ucap Jack dingin. oh, sepertinya Jack benar-benar tidak bisa membedakan Yeon dan Yezy. Yezy yang daritadi merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan pun terkejut mendengar suara Jack. karena ia tidak menyadari bahwa Jack berada disana. "Kenapa kau malah menatap ku seperti itu. cepat berikan laptop ku dan juga berkas-berkas itu" ucap Jack lagi. membuat Yezy bingung. laptop? berkas? ia tidak memegang laptop ataupun berkas.
"Apa maksud uncle" ucap Yezy. membuat mata Jack membulat. Yeon tidak pernah memanggilnya dengan sebutan uncle. lalu kenapa sekarang ia di panggil dengan sebutan uncle. "Uncle? laptop apa? berkas apa? maksud uncle apa?" ucap Yezy bertanya.
"Itu, laptop dan berkas-berkas yang kemarin ku kerjakan disini. dimana kau membawa nya" ucap Jack. Yezy tampak berpikir, ah ia ingat sekarang.
"Oh, itu. ada di kamar nya Yeon" ucap Yezy. membuat Jack terkejut. berarti ini Yezy, pantasan ia di panggil dengan sebutan uncle.
"Kau Yezy?" ucap Jack. Yezy pun menganggukkan kepalanya.
"Sudahlah. dimana kamarnya Yeon" ucap Jack.
"Itu di sebelah kanan kamarnya kak Abraham dan kakak ipar" ucap Yezy.
"Apa kau bisa membantu ku" ucap Jack.
"Uncle ingin aku membantu uncle apa" ucap Yezy.
__ADS_1
"Tolong ambilkan laptop ku dan juga berkas-berkas itu di kamar Yeon" ucap Jack.
"Iiisshhh. uncle saja yang mengambil nya. kan uncle yang butuh" ucap Yezy. "Tenang saja Yeon tidak akan memakan uncle. karena uncle tidak akan muat masuk kedalam mulut Yeon" ucap Yezy lagi. membuat Jack menatap nya tajam.
"Hei, tunggu" ucap Jack. memanggil Yezy yang sudah berjalan meninggalkan nya disana. namun, Yezy tidak menghiraukan nya. ia tetap berjalan menuju lift untuk turun ke bawah.
"Sial" umpat Jack. saat Yezy sudah masuk ke dalam lift. "Kenapa wanita itu harus membawa laptop ku dan berkas-berkas itu ke kamar nya" ucap Jack kesal. ia pun segera melangkahkan kakinya ke kamar Yeon.
Jack mengetuk pintu kamar Yeon beberapa kali. namun, tidak juga terbuka dan tidak ada sahutan. membuat Jack terus saja mengumpat. karena pintu kamar Yeon tidak juga terbuka. Jack memutuskan untuk masuk kedalam kamar Yeon.
Ceklek!
Jack membuka pintu kamar Yeon. memasukkan kepalanya ke dalam. sepi, Jack tidak melihat keberadaan Yeon. Jack pun mulai masuk kedalam. ia melihat tempat tidur Yeon yang kosong dan juga sudah rapi. sepertinya Yeon sudah bangun, tapi dimana dia.
Jack mulai mencari keberadaan laptop dan juga berkas-berkas itu. hingga suara pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek!
__ADS_1
Jack mematung saat melihat Yeon yang hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuh nya. kaki jenjang, putih dan mulus Yeon membuat Jack..... ah sudahlah.