
Jerry keluar dari kamar Lyvia setelah mereka melakukan kegiatan panas mereka. Ia duduk di sofa ruang tengah. Mengacak rambutnya frustasi. Seharusnya ia tidak pergi begitu saja meninggalkan Celin setelah apa yang mereka lakukan semalam. Pasti Celin akan membenci dirinya yang tidak bertanggung jawab seperti ini.
"Aku harus menemuinya sekarang" ucap Jerry. Segera ia keluar dari apartemen Lyvia tanpa sepengetahuan Lyvia.
Jerry melajukan mobilnya menuju hotel itu kembali. Setelah sampai di hotel itu Jerry langsung menuju kamar dimana ia dan Celin menghabiskan malam bersama.
Saat sudah tiba di kamar hotel itu. Jerry langsung mencari keberadaan Celin. Namun nihil, Celin tidak ada disana.
"Kemana dia pergi. apa dia sudah pulang" gumam Jerry. Ia mengambil ponsel nya yang berada di saku celana nya. Dan langsung menghubungi Celin. Namun lagi-lagi ia kecewa, Celin memblokir nomor ponsel nya.
"Shiitt" umpat Jerry. "Kemana aku harus mencari mu. Aku tidak tau di mana rumah kakak ipar mu itu" ucap Jerry. Ia segera keluar dari kamar hotel itu dan pulang ke rumah nya.
...*****...
Di kediaman Ricardo dan Calista. Celin sedang duduk di hadapan keduanya. Ia sedang di interogasi karena semalam ia tidak pulang ke rumah.
"Kemana kau semalam. kenapa kau tidak pulang ke rumah" ucap Calista. Pada Celin.
"Aku....." Celin menghentikan ucapan nya.
"Apa! kau kenapa" ucap Calista.
"Aku minta maaf" ucap Celin.
"Minta maaf untuk apa" ucap Calista dan Ricardo bersama.
"Kak, aku minta maaf. Aku tidak bisa menjaga diri ku dengan baik" ucap Celin. Mulai terisak.
"Ada apa ini sebenarnya Celin" ucap Ricardo.
"Kak, maafkan aku yang tidak mendengarkan kata-kata mu kemarin" ucap Celin.
"Celin ada apa sebenarnya. Kenapa kau menangis" ucap Calista.
"Aku sekarang kotor kak hiks hiks aku sekarang wanita yang kotor" ucap Celin terisak.
"Siapa yang melakukan itu padamu" ucap Ricardo. to the poin. Karena ia sudah tau maksud dari ucapan Celin.
"Je-jerry" ucap Celin terbata.
__ADS_1
"Apa?! Jerry?!" ucap Calista kaget. Kenapa Jerry bisa setega itu mengotori Celin yang masih suci. batin Calista.
"Kami tidak sengaja melakukan nya" ucap Celin menundukkan kepalanya.
"Bagaimana mungkin tidak sengaja!" ucap Calista marah.
"Minuman kami diberikan obat perangsang. Itu sebabnya kami melakukan nya" ucap Celin.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Celin" ucap Calista.
"Aku tidak tau" ucap Celin lirih. Ia juga tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang. sebelum ia bangun tidur saja Jerry tidak terlihat. Itu artinya, Jerry tidak ingin bertanggung jawab.
"Kau bilang tidak tau" ucap Calista.
"Saat aku bangun tadi Jerry tidak ada di depan ku. Dia menghilang" ucap Celin. Membuat Calista dan Ricardo marah.
"Dasar laki-laki brengsek!! Berani nya dia pergi setelah dia merengut mahkota mu" ucap Ricardo geram. "Aku akan memberikan dia pelajaran. Dia harus menikahi mu" ucap Ricardo.
"Tidak perlu kak. Jerry punya kekasih saat ini. Aku tidak ingin merusak hubungan mereka" ucap Celin.
"Tapi bagaimana jika kau hamil Celin" ucap Calista marah.
"Kau ingin membuat Mommy dan Daddy jantungan jika kau sampai hamil" ucap Calista marah.
"Bukan seperti itu. Aku akan menjelaskan pada Mommy dan Daddy secara pelan-pelan" ucap Celin. Membuat Calista dan Ricardo menghela nafas mereka.
"Baiklah. Jika itu yang kau inginkan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mu" ucap Ricardo.
"Kapan kau akan kembali ke Amerika" ucap Calista.
"Besok" ucap Celin.
"Baiklah. Semoga kau menemukan kebahagiaan mu di sana" ucap Calista.
"Terima kasih Kak" ucap Celin.
"Tapi bagaimana dengan kontrak mu yang di agensi mu itu" ucap Ricardo.
"Sudahlah kak. Mungkin ini saatnya aku harus meninggalkan dunia permodelan ku" ucap Celin.
__ADS_1
"Celin bagaimana jika nanti kalau sampai kau hamil" ucap Calista.
"Sudah ku bilang kak. Aku akan merawat anak ku" ucap Celin.
"Tanpa seorang suami" ucap Ricardo.
"Lalu aku harus bagaimana jika Jerry tidak mau bertanggung jawab. dia sangat mencintai kekasih nya. aku tidak mungkin merusak hubungan mereka" ucap Celin.
"Tapi apa kau yakin akan merawat anak mu sendiri, jika kau sampai hamil" ucap Calista.
"Tidak ada ruginya jika merawat anak kita sendiri bukan" ucap Celin.
"Baiklah. besok kau kembali lah ke Amerika. carilah kebahagiaanmu di sana" ucap Calista. Celin hanya mengangguk.
Celin sudah memikirkan nya. ia akan meninggalkan Paris dan tinggal bersama kedua orang tuanya yang berada di Amerika. jika nanti ia hamil anak Jerry, ia yang akan merawat anaknya sendiri. Jerry tidak mungkin bertanggung jawab, jika hatinya terpatri nama Lyvia saja. kalau boleh jujur, sebenarnya Celin sudah sedikit menaruh hati pada Jerry. itu sebabnya ia ingin pergi meniggalkan Paris. ia tidak mau mencintai Jerry terlalu dalam hingga membuat nya sakit hati.
...*****...
Keesokan paginya Celin baru saja selesai bersiap-siap.
"Aunty mau kemana" ucap Michael. pada Celin.
"Aunty mau pulang ke rumah grandma dan grandpa" ucap Celin. tersenyum pada keponakan nya itu.
"Kenapa. apa aunty tidak suka tinggal di sini" ucap Michael.
"Bukan. aunty hanya merindukan grandma dan grandpa" ucap Celin. Michael hanya mengangguk.
"Kau sudah siap" ucap Calista.
"Sudah kak" ucap Celin.
"Kalau begitu, ayo. kami akan mengantarkan mu" ucap Calista.
"Apa aku naik pesawat pribadi" ucap Celin.
"Iya. kakak ipar mu sudah menyiapkan nya" ucap Calista. Celin hanya mengangguk.
Mereka segera keluar dari kamar Celin. dan menghampiri Ricardo yang sudah menunggu mereka di dalam mobil.
__ADS_1