CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
CALON-CALON GRANDMA SABLENG


__ADS_3

Hari ini Kenaya akan pulang ke rumah Abraham, karena permintaan Abraham. ia tidak ingin Kenaya dan anak nya kenapa-napa itu sebabnya ia membawa Kenaya pulang kerumah. walaupun tadi Kenaya sempat menolak karena ia malas melihat wajah Abraham, yang ah sudahlah.


Sebelum pulang kerumah. Abraham dan Kenaya pergi ke dokter kandungan yang ada di rumah sakit itu. saat ini Kenaya sedang berbaring dan Abraham berada di samping nya. sementara dokter kandungan itu masih sibuk menggerakkan alat usg itu di perut Kenaya.


"Ini anak Tuan dan Nyonya" ucap dokter itu tersenyum pada sepasang suami istri itu.


"Yang mana. aku tidak melihat nya" ucap Abraham.


"Yang ini. itu adalah anak kalian" ucap dokter itu. menunjuk pada layar monitor, memperlihatkan anak Kenaya dan Abraham yang masih sekecil kacang polong.


"Kenapa dia kecil sekali" ucap Abraham. membuat dokter itu tersenyum. sementara Kenaya hanya mendengus kesal, jelas lah masih kecil anak mu kan baru tumbuh. batinnya.


"Usia kandungan Nyonya Kenaya masih empat minggu Tuan" ucap dokter itu. Abraham hanya menganggukkan kepalanya. "Ayo sekarang kita ke meja saya. saya akan memberikan resep obat dan juga vitamin untuk Nyonya" ucap dokter itu. Kenaya pun turun dari ranjang di bantu oleh Abraham. walaupun Kenaya terus menolak nya tapi Abraham tak menghiraukan nya.


Keduanya duduk di hadapan dokter itu. dan dokter itu pun mulai menjelaskan tentang gejala-gejala kehamilan dan sebagainya. Abraham dan Kenaya hanya mengangguk-anggukan kepala mereka. selesai menjelaskan tentang kehamilan, dokter itu memberikan resep obat dan juga vitamin untuk Kenaya. setelah itu Kenaya dan Abraham pun pamit untuk pulang.


...*****...


Saat ini keduanya sudah berada di mobil. tidak ada yang berbicara di antara keduanya. jika biasanya Kenaya lah yang paling banyak bicara jika mereka sedang berdua di dalam mobil, namun tidak sekarang. Kenaya hanya diam saja dan memalingkan wajah nya ke arah jendela. Abraham menghela nafas nya kasar melihat Kenaya yang seperti itu.


"Sayang" ucap Abraham. memanggil Kenaya. namun Kenaya tidak menghiraukan nya. "Apa kau masih marah padaku" ucap Abraham. Kenaya masih diam, Abraham pasrah. Kenaya ya masih diam seperti itu berarti memang masih marah padanya. Abraham kembali fokus menyetir.


...*****...


Saat sudah tiba di kediaman Moorey. Ema menyambut menantunya itu dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Ya ampun. Kenaya Sayang, Mommy sangat merindukan mu" ucap Ema. memeluk Kenaya.


"Aku juga merindukan Mommy" ucap Kenaya. membalas pelukan mertua nya.


"Ayo kita masuk kedalam" ucap Ema. membawa Kenaya masuk kedalam dan duduk di ruang keluarga.


"Mom, aku punya hadiah untuk Mommy" ucap Kenaya tersenyum lebar.


"Hadiah? hadiah apa Sayang" ucap Ema. Kenaya mengeluarkan hasil USG itu pada Ema.


"Ini" ucap Kenaya. memberikan hasil USG itu pada Ema. membuat Ema langsung histeris.


"Oh my god" ucap Ema histeris. "Ini... astaga ini cucu Mommy" ucap Ema antusias. Ema mengeluarkan ponsel nya dari saku celananya.


"Mommy mau apa" ucap Kenaya. saat melihat mertua nya itu mengambil ponsel nya.


"Halo" ucap Amanda di seberang sana.


"Amanda, sebentar lagi kita akan menjadi grandma" ucap Ema antusias.


"Hah?!" ucap Amanda bingung. "Grandma? itu berarti putri ku sedang hamil" ucap Amanda. tak kalah antusias nya.


"Iya. putraku sudah menghamili putrimu" ucap Ema.


"Yaampun. kita akan menjadi Grandma" ucap Amanda histeris. "Apa putriku ada di situ. aku ingin bicara padanya" Amanda lagi.

__ADS_1


"Iya dia ada di sini. dia sedang duduk di samping ku" ucap Ema. "Ini. Mommy mu mau bicara" ucap Ema. memberikan ponsel nya pada Kenaya. Kenaya pun mengambil ponsel mertua nya itu.


"Halo Mom" ucap Kenaya.


"Kenaya, apa betul yang di katakan oleh Ema tadi. jika kau sedang hamil" ucap Amanda.


"Iya Mom. usia kandungan ku baru empat minggu" ucap Kenaya.


"Iisshh. kenapa kau tidak memberitahu Mommy jika kau sedang hamil" ucap Amanda kesal.


"Aku tadi ingin memberitahu Mommy. tapi duluan Mommy Ema yang memberitahu. lagipula aku juga baru tau kemarin" ucap Kenaya.


"Yasudah kalau begitu. semoga kau dan anak mu selalu sehat. dan beritahu Abraham untuk sering-sering menyirami nya. biar anak kalian cepat besar" ucap Amanda. membuat Kenaya mendengus kesal.


"Pekerjaan Abraham sangat banyak Mom. dia tidak punya waktu" ucap Kenaya. menatap Abraham dengan sinis. Abraham hanya tersenyum masam mendengar sindiran istri nya.


"Yasudah kalau begitu. Mommy tutup ya, Mommy sedang sibuk sekarang. jaga kesehatan mu dengan baik" ucap Amanda.


"Iya Mom" ucap Kenaya. segera ia mematikan panggilannya dengan Mommy nya.


"Ini Mom" ucap Kenaya. mengembalikan ponsel mertua nya. "Nanti kalau aku ingin pergi ke dokter kandungan. Mommy ya yang menemani ku nanti" ucap Kenaya.


"Iya. kau tenang saja, Mommy yang akan menemani mu nanti" ucap Ema.


"Kenapa harus Mommy yang menemani mu. aku kan bisa menemani mu ke dokter kandungan" protes Abraham.

__ADS_1


"Kau kan sibuk bekerja" ucap Kenaya dan Ema bersama.


__ADS_2