
Setelah acara selesai. dan para tamu sudah pulang. Abraham dan beserta beberapa teman-teman kampusnya dan juga Jerry masih berbincang-bincang di ruang tamu.
"Ku pikir kau bukan pria normal, tapi ternyata aku salah. bahkan kau langsung mendapatkan dua sekaligus" ucap salah satu teman Abraham, Andre. Abraham hanya menanggapi nya dengan senyum tipis.
"Kau mendapatkan istri mu itu dimana Abraham" ucap Andre lagi. Jerry yang juga sedang berbincang-bincang dengan teman mereka yang lain pun menyahut.
"Istrinya Abraham itu, mahasiswa kami di kampus" ucap Jerry.
"Wah, benarkah" ucap Andre. "Lalu, bagaimana dengan mu. bagaimana kau bisa menikah dengan Celin. bahkan saat ini dia juga sedang mengandung" ucap Andre.
"Kami menikah karena kami berjodoh" ucap Jerry. ia tidak ingin menceritakan yang sebenarnya. saat Andre ingin menjawab, Celin datang menghampiri mereka dan langsung bergeleyut manja di lengan Jerry.
"Sayang, ayo kita pulang. aku sudah mengantuk" ucap Celin.
"Baiklah, ayo. Abraham kami pulang dulu" ucap Jerry. ia dan Celin bangkit berdiri. begitu pun dengan Abraham dan teman-teman mereka yang lain nya.
"Kami juga pulang kalau begitu Abraham" ucap teman Abraham yang lainnya lagi.
"Baiklah, kalian hati-hati lah di jalan" ucap Abraham. mereka mengangguk, segera mereka pergi dari mansion Abraham. Setelah Jerry dan Celin beserta teman-temannya pulang, Abraham pun segera pergi ke kamarnya dan Kenaya.
Saat sudah tiba di dalam kamar, Abraham langsung melangkahkan kakinya menuju ke walk in closed dan mengganti pakaian nya. setelah mengganti pakaian nya, Abraham pun segera menuju ke arah ranjang, dimana istri dan kedua anak nya yang sudah tertidur pulas. Abraham membaringkan tubuh nya di atas ranjang dan mencium kedua anak nya dan juga Kenaya. ia pun memejamkan matanya dan tertidur pulas.
...*****...
Pagi harinya.....
Abraham dan Kenaya tebangun dari tidur mereka saat merasakan ada yang bergerak-gerak di tengah keduanya. mereka pun tersenyum saat melihat kedua anak mereka sudah terbangun.
"Good morning anak-anak Daddy" ucap Abraham.
__ADS_1
"Sudah bangun anak-anak Mommy. hhmm?" ucap Kenaya. mencium kedua anaknya. membuat kedua bayi itu tersenyum. ia bangun dan duduk di atas ranjang. "Matahari nya belum muncul. kalau begitu main sama Grandma dan Grandfa dulu ya di bawa. Mommy ke kamar mandi dulu sebentar" ucap Kenaya lagi. ia turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.
"Anak-anak Daddy mimpi apa tadi malam. hhmm" ucap Abraham. rasanya ia ingin sekali menggigit pipi anak-anak nya yang tembem itu, gemas.
Tak berapa lama Kenaya keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang sudah segar. ia pun menghampiri ketiganya di atas ranjang, dan duduk di sana.
"Pergi bersihkan wajah mu sana" ucap Kenaya. dengan malas Abraham pun bangun dan menuju ke kamar mandi untuk melakukan hal yang sama seperti Kenaya tadi. tak berapa lama, Abraham pun keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menuju ke walk in closed untuk memakai pakaian nya. karena tadi malam ia hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada saja.
Saat sudah selesai mengenakan pakaian nya. Abraham keluar dari walk in closed dan menghampiri Kenaya dan anak-anak nya. ia langsung menggendong putrinya, begitu pun dengan Kenaya, ia menggendong putranya, dan mereka pun segera keluar dari kamar dan menuju ke bawah.
"Cucu Grandma sudah bangun?" ucap Ema. saat Abraham dan Kenaya sudah tiba di lantai satu, tempat biasa mereka berkumpul. "Sini ikut Grandma" ucap Ema. mengambil Alice dari gendongan Abraham. begitupun dengan Aldrix, Amanda langsung mengambil Aldrix dari gendongan nya. semua mereka berkumpul di ruang keluarga. kecuali, Yezy. dia masih ada di kediaman Moorey, tepatnya rumah Edward dan Ema.
"Kenapa Yezy tidak kesini" ucap Abraham.
"Sepertinya dia punya masalah, tapi dia tidak ingin memberitahu kita apa masalahnya" ucap Yeon. "Dan tadi malam dia memberitahu ku, bahwa dia akan kembali ke korea hari ini" ucap Yeon lagi. membuat semua orang yang ada disana terkejut.
"Kenapa tiba-tiba, dan kenapa dia tidak memberitahu kami" ucap Emi. dia sudah benar-benar bingung dengan sikap Yezy yang sekarang sudah berubah. entah apa yang terjadi dengan putrinya itu, hanya author yang tau.
"Ada apa dengan anak itu sebenarnya" ucap Emi. membuat semua mereka yang ada di sana berpikir dengan keras ada masalah apa dengan Yezy.
...*****...
Di tempat lain. Yezy sedang bersiap untuk kembali ke negara kelahiran nya. ia menatap koper nya itu dengan datar. tidak ada lagi wajahnya yang terlihat ceria, yang ada hanya wajah datar dan dingin nya saja. Yezy mengepalkan kedua tangan nya.
"Semoga kau dan wanita mu itu menderita" ucap Yezy. dengan matanya yang memancarkan kebencian dan juga kekecewaan secara bersamaan.
Yezy menarik koper nya dan keluar dari kamar nya. ia segera keluar dari kediaman Moorey dan memanggil sopir pribadinya, untuk mengantarkan nya ke mansion Abraham. walaupun bagaimana pun, dia harus berpamitan pada keluarganya secara langsung.
"Kita ingin kemana Nona" ucap sopir itu. setelah meletakkan koper Yezy di bagasi mobil.
__ADS_1
"Antarkan aku ke mansion kak Abraham dan kakak ipar" ucap Yezy dingin. ia masuk kedalam mobil nya, di ikuti oleh sopir itu. mereka pun segera menuju ke mansion Abraham.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
untuk kalian yang penasaran sebenarnya Yezy sama Gerald itu ada masalah apa. jadi gini guys, cerita nya itu.......... gak cukup, lanjut part 2🤭😂😂😝🤣😝😂