CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
YEZY YANG BERUBAH


__ADS_3

Saat ini Yeon sedang berada di dalam kamar Yezy. empat bulan tidak bertemu dengan kembaran nya itu membuat Yeon merindukan nya.


"Yezy, ada apa dengan mu. kenapa sikap mu berubah seperti ini" ucap Yeon. ia bingung melihat sikap Yezy yang sekarang. bukan hanya Yeon saja, tapi semua mereka bingung dengan sikap Yezy yang sekarang. tidak seperti biasa nya, sekarang Yezy terlihat dingin dengan wajahnya yang datar.


Drrtt!


Drrtt!


Drrtt!


Saat Yeon ingin berbicara lagi, ponsel Yezy berdering, ada yang menelepon nya. Yeon pun segera mengambil ponsel Yezy yang ada di atas nakas nya.


"Siapa ini" ucap Yeon. saat melihat yang menelepon Yezy tidak ada namanya, dan hanya ada nomor ponsel nya saja.


"Tidak usah di angkat" ucap Yezy dingin. dia sudah tau siapa yang menelepon nya walaupun dia sudah sering memblokir nomor-nomor baru itu, karena orang yang menghubungi nya adalah orang yang sama. orang yang ia benci saat ini.


"Kenapa, siapa tau ada yang penting" ucap Yeon. Ia segera mengangkat panggilan dari nomor yang tidak di kenal itu.


"Yezy Sa....."


"SUDAH KU KATAKAN TIDAK USAH DI ANGKAT" ucap Yezy membentak Yeon. orang yang di seberang sana pun menghentikan ucapan nya saat Yezy terdengar membentak. Yeon terkejut, tentu saja ia terkejut. untuk pertama kalinya Yezy membentak nya, Yezy sudah berubah sekarang. sekarang Yezy bukan lagi sosok orang yang ceria. ada apa dengan nya. batin Yeon.


"Kau kenapa Yezy, ada apa dengan mu sebenarnya" ucap Yeon. tiba-tiba saja Yezy langsung terisak, membuat Yeon semakin bingung. ia segera mematikan panggilan telepon yang belum terputus itu, dan mendekati Yezy.


"Hikss hikss aku membenci nya Yeon, aku sangat membenci nya hikss" ucap Yezy terisak. Yeon membawa kembaran nya itu ke dalam pelukan nya.


"Siapa orang itu, siapa yang kau benci. katakan pada ku" ucap Yeon. berusaha menenangkan Yezy yang masih terisak. "Katakan, siapa orang itu" ucap Yeon lagi. Yezy menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin memberitahu masalah nya dengan keluarga nya.


"Jika kau ada masalah, katakan pada kami. kami pasti akan membantu mu, jangan memendam nya sendiri" ucap Yeon.


"Aku belum siap mengatakan yang sebenarnya pada kalian" ucap Yezy. Yeon menghela nafasnya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu. tapi jika kau sudah siap, tolong katakan yang sebenarnya pada kami" ucap Yeon. Yezy menganggukkan kepalanya. "Aku dan Jack ingin ke mansion kak Abraham dan kakak ipar yang baru. apa kau ingin ikut" ucap Yeon lagi. Yezy menggelengkan kepalanya.


"Tidak. tidak ada yang akan menjaga anak kak Richo dan kak Maria jika aku ikut" ucap Yezy. untung saja kedua bocah yang tidur di ranjang nya itu tidak terbangun karena mendengar bentakan nya tadi.


"Tapi aku dan Jack kesini untuk menjemput mereka berdua. kami semua akan tidur di mansion kak Abraham" ucap Yeon.


"Tapi mereka berdua sudah tidur" ucap Yezy.


"Tidak masalah, aku dan Jack akan menggendong mereka" ucap Yeon.


"Baiklah" ucap Yezy.


"Kau bantu akau menggendong mereka. Jack sedang menunggu ku di luar" ucap Yeon. Yezy pun menganggukkan kepalanya. segera mereka menggendong kedua anak Richo dan Maria. setelah itu mereka pun keluar dari kamar Yezy dan menghampiri Jack yang berada di ruang keluarga.


"Astaga baby, kenapa kau tidak memberitahu ku, jika kau akan turun" ucap Jack khawatir. jelas lah dia khwatir, Yeon sedang hamil sekarang. dan saat ini Yeon sedang menggendong anak laki-laki Richo dan Maria. "Sini, berikan padaku" ucap Jack. Yeon pun memberikan bocah yang baru genap enam tahun itu pada suaminya. bocah itu masih tertidur dengan pulas, sepertinya dia tidak sadar jika ia sedang di gendong.


"Ini, kau gendong juga anak kak Richo yang satunya" ucap Yeon. Jack pun mengambil anak perempuan Richo dan Maria yang juga masih tertidur itu dari gendongan Yezy.


"Kita pergi sekarang?" ucap Jack. Yeon menganggukkan kepalanya.


"Tidak, aku masih ingin sendiri" ucap Yezy.


"Huh! baiklah. kalau begitu kami pergi dulu" ucap Yeon. Yezy menganggukkan kepalanya. segera Jack dan Yeon keluar dari rumah itu.


...*****...


Mansion Abraham.....


Saat ini Abraham dan Kenaya masih berada di dalam kamar. Abraham terus memperhatikan istrinya yang sedang memberikan asi nya pada anak laki-laki mereka itu. Abraham menelan ludah nya saat anaknya itu, begitu rakus menghisap buah kesukaan nya. ah, sekarang kedua anaknya yang menguasai buah itu.


"Kenapa kau melihat nya seperti itu" ucap Kenaya. saat melihat Abraham yang terus menatap anaknya yang sedang ia beri asi itu, bahkan Abraham tidak berkedip.

__ADS_1


"Kenapa kau memberikan itu pada mereka" ucap Abraham cemberut.


"Ini kan memang milik mereka" ucap Kenaya.


"Tidak! itu milik ku" ucap Abraham.


"Ck! tidak usah bertingkah seperti anak kecil. kau itu sudah menjadi Daddy sekarang" ucap Kenaya.


"Tapi, habis ini aku lagi ya Sayang" ucap Abraham.


"Kau tidak dengar kata dokter, kau harus puasa selama empat puluh hari" ucap Kenaya.


"Iya, aku masih ingat. maksud ku, aku ingin menghisap ini" ucap Abraham. menyentuh buah dada Kenaya.


"Iisshh, tidak usah bertingkah seperti anak kecil" ucap Kenaya kesal.


"Aku kan hanya ingin menghisap milik ku saja" ucap Abraham.


"Sekarang ini milik anak-anak mu, kau nanti saja" ucap Kenaya.


"Sampai kapan" ucap Abraham.


"Setelah umur mereka sudah dua tahun. baru kau boleh kembali menghisap nya" ucap Kenaya.


"Lama sekali, aku kan juga bisa menghisap nya sekarang. tidak perlu menunggu sampai dua tahun" ucap Abraham.


"Jika kau menghisap nya, yang ada susu nya keluar" ucap Kenaya.


"Tidak apa-apa lah, sekali-sekali meminum susu dari sumber nya" ucap Abraham. membuat Kenaya mendengus kesal.


"Iisshh, pergi sana mandi" ucap Kenaya. menatap Abraham dengan tajam.

__ADS_1


"Nanti saja" ucap Abraham. yang masih ingin melihat jagoan kecilnya itu menghisap susu dari sumber nya.


"Pergi mandi sana" ucap Kenaya garang. Abraham pun dengan terpaksa bangkit dari atas ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2