CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
MALAM YANG PANAS


__ADS_3

Jika sepasang kekasih akan menghabiskan waktu di luar. berbeda dengan Abraham dan Kenaya. mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu di apartemen Kenaya.


"Sayang" ucap Abraham. memanggil Kenaya yang sedang duduk di sofa ruang tengah menonton televisi sambil mulut nya terus mengunyah cemilan yang ada di situ.


"Hhhmmm" jawab Kenaya tanpa melihat Abraham.


"Dimana baju ku yang berwarna abu-abu itu" ucap Abraham. ia menghampiri Kenaya.


"Bukankah ada di lemari" ucap Kenaya. karena Abraham memang menyimpan sebagian bajunya di apartemen Kenaya. karena ia memang lebih sering menginap di apartemen Kenaya.


"Tidak ada, aku sudah mencari nya" ucap Abraham.


"Bagaimana kau bisa menemukan baju mu, jika berhamburan. kau itu setiap ingin mengganti baju selalu saja baju mu itu berhamburan. aku yang kewalahan membereskan nya" ucap Kenaya kesal. karena memang itulah yang sebenarnya. setiap Abraham mengganti pakaian, baju nya pasti berhamburan di dalam lemari.


"Kan ada dirimu yang membereskan nya" ucap Abraham. membuat Kenaya kesal.


"Lebih baik kau tidak usah pakai baju" ucap Kenaya ketus. Abraham yang melihat kekasih nya kesal menjadi kalang kabut. bisa-bisa malam ini mereka tidak jadi bercinta.


"Sayang, kau marah" tanya Abraham memastikan.


"Ya, malam ini kita tidak usah saja bercinta" ucap Kenaya. ia beranjak dari duduk nya menuju ke kamar. Abraham semakin kalang kabut, ia menyusul Kenaya ke kamar.


"Tidak bisa begitu Sayang, itu sudah ritual kita setiap malam" ucap Abraham. ia naik keatas ranjang, karena saat ini Kenaya berada di atas ranjang bersandar di kepala ranjang.


"Siapa suruh kau membuat ku kesal" ucap Kenaya.

__ADS_1


"Aku akan menghilangkan kesal mu dengan cara membuat mu mendesah di bawah ku" ucap Abraham menggoda Kenaya. "Ayolah Sayang" ucap Abraham merengek seperti anak kecil pada ibunya.


Tangan Abraham mulai masuk kedalam linggrei yang di kenakan Kenaya, meremas dada Kenaya yang menurutnya sangat pas di genggaman nya. Kenaya mendesis saat Abraham sedikit mencubit put*ing dada nya. karena memang seperti itulah kebiasaan Kenaya, setiap malam ia tidak memakai bra. Abraham mengangkat lenggrei Kenaya, memperlihatkan dadanya yang terlihat menantang.


"Aku ingin menghisap nya" ucap Abraham. meremas dada Kenaya. membuat Kenaya kembali mendesis.


"Ssshhh,cepat lakukan aku sudah tidak tahan" ucap Kenaya. sepertinya ia sudah melupakan kekesalannya pada Abraham.


Melihat hal itu Abraham tersenyum, tak sia-sia ia memberikan rangsangan pada kekasih nya. karena sudah tidak tahan Abraham ingin menarik linggrei yang di pakai oleh Kenaya. namun ia mengurungkan niatnya saat Kenaya menatapnya dengan tajam.


"Ada apa Sayang" tanya Abraham bingung.


"Jika kau merobek nya, maka kau tidak akan mendapatkan nya malam ini dan satu bulan kedepan" jawab Kenaya. membuat Abraham menelan salivanya. tidak, itu tidak boleh terjadi.


"Kalau begitu, cepat buka pakaian mu" ucap Abraham.


"Kau saja belum membuka handuk mu" ucap Kenaya. karena saat ini Abraham hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggang nya.


"Kau saja yang membuka nya Sayang" ucap Abraham.


"Kenapa harus aku" ucap Kenaya. ia turun dari ranjang nya, membuka lingerie yang di kenakan nya. "Kau ingin bercinta tidak, jika tidak ya sudah" ucap Kenaya. ia ingin naik kembali ke atas ranjang, namun langsung di tahan oleh Abraham.


"Tentu saja aku ingin" ucap Abraham. cepat-cepat ia turun dari ranjang dan melepaskan lilitan handuknya. hingga ia benar-benar polos tanpa sehelai benang pun.


Abraham naik ke atas ranjang dan langsung menarik Kenaya hingga membuat Kenaya terlentang di sana. ia langsung mencium bibir Kenaya dengan buas, begitupun dengan Kenaya ia membalas ciuman Abraham dengan tak kalah buasnya. perlahan Abraham menarik cd Kenaya, satu-satunya yang menutupi tempat ia akan memasukkan senjata nya. ciuman Abraham turun ke leher jenjang Kenaya, memberikan tanda kepemilikan nya disana. Kenaya mendesis saat Abraham menggigit kecil leher nya. ciuman Abraham semakin turun ke bawah sampai ke inti Kenaya.

__ADS_1


"Sah...yang cepat lakukan, aku sudah tidak tahan" ucap Kenaya mendesah. Abraham mendongakkan kepalanya dan tersenyum melihat Kenaya. ia turun dari ranjang dan menuju nakas.


"Kau mau ngapain"ucap Kenaya.


"Aku lupa memakai pengaman" ucap Abraham. sambil memakaikan alat pengaman itu di pusakanya.


Ia naik ke atas ranjang setelah memakai nya. merangkak di atas tubuh Kenaya yang polos, dan mengarahkan pusakanya ke inti Kenaya.


Jleb!


Pusakanya masuk ke dalam milik Kenaya, setelah beberapa kali ia menghentak kan pinggulnya. membuat Kenaya mendesah.


"Kapan kau akan bergerak Sayang" ucap Kenaya kesal. karena Abraham tidak melanjutkan aksinya dan hanya menatap nya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


"Hahaha, aku sangat senang mendengar desahan mu Sayang" ucap Abraham.


Abraham pun melanjutkan aksinya, ia menghentak-hentakkan pinggulnya membuat Kenaya semakin mendesah nikmat.


"Ah,lebih cepat Sayang lebih cepat" ucap Kenaya mendesah.


Abraham pun menurut, ia mempercepat ritme nya. menghentak-hentakkan pinggulnya. Kenaya semakin mendesah nikmat.


Entah sudah berapa jam mereka melakukan nya yang pasti saat ini jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam waktu setempat. saat sudah mencapai puncaknya mereka mengerang bersama. Abraham ambruk di atas tubuh Kenaya, nafas mereka tesenggal-senggal.


Setelah berhasil mengatur nafas mereka, Abraham mencium kening Kenaya, dan menjatuhkan tubuh nya di samping Kenaya. karena kelelahan mereka pun langsung tertidur sambil berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2