
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian rumahnya. Yeon keluar dari kamar dan melangkahkan kakinya menuju lift untuk turun ke bawah. saat sudah tiba di bawah, Yeon langsung berkumpul bersama dengan Yezy dan Kenaya yang sedang menonton drama korea di ruang keluarga.
"Ck! drama lama, cari yang lain" ucap Yeon bedecak kesal. saat melihat totonan drama yang Kenaya dan Yezy nonton adalah goblin.
"Kau ini kenapa datang-datang malah di suruh ganti" ucap Kenaya. "Ada apa dengan wajah mu itu. kenapa kau terlihat kesal" ucap Kenaya lagi. saat melihat wajah kesal adik ipar nya itu.
"Mungkin dia sedang datang bulan kak, itu sebabnya Yeon kesal" ucap Yezy.
"Bukan, bukan itu" ucap Yeon. ia duduk di samping Kenaya. hingga Kenaya sekarang lah yang berada di tengah-tengah adik ipar nya itu.
"Lalu, kenapa" ucap Kenaya.
"Aku hanya kesal saja dengan Jack. aku pikir setelah dia melihat ku dengan pria lain, dia akan cemburu. tapi, ternyata tidak" ucap Yeon.
"Sudah ku katakan bukan. Jack tidak akan cemburu. karena dia tidak menyukai mu" ucap Yezy. membuat Yeon mendengus kesal.
"Bersabarlah Yeon, kau akan mendapatkan Jack" ucap Kenaya. saat Yeon ingin menjawab Abraham datang menghampiri mereka.
"Sayang" ucap Abraham. ia menghampiri istrinya dan memeluk leher Kenaya, lalu mengecup pipi istrinya lembut. membuat Yeon mendengus kesal. betul kan yang ia katakan. Abraham dan Jerry itu memang tidak tau tempat jika ingin bermesraan.
"Katakan saja jika kau iri Yeon" ucap Yezy. saat melihat wajah kesal Yeon. Abraham pun menoleh ke arah Yeon dan tersenyum licik.
"Semakin besar Sayang" ucap Abraham. meremas buah dada milik Kenaya. Yeon dan Yezy membulatkan mata mereka. kakak mereka ini kok semakin hari semakin tidak waras. di depan mereka pun dia tetap melakukan hal aneh. batin keduanya.
"Sayang, jangan seperti itu. apa kau tidak kasian yang melihat kita ini masih jomblo" ucap Kenaya.
"Kalau begitu kita lakukan di dalam kamar saja" ucap Abraham. kembali meremas buah favoritnya itu. Kenaya memukul lengan suaminya.
"Ke kamar saja kak, ke kamar. nanti kak Abraham menangis, kalau kakak ipar tidak menurutinya" ucap Yeon kesal.
"Ah, yasudahlah. kami ke kamar dulu" ucap Kenaya pada akhirnya. daripada dia malu dengan sikap Abraham yang seprti itu di depan adik ipar nya. Abraham dan Kenaya pun pergi ke kamar mereka.
__ADS_1
...*****...
"Kau sedang apa Yeon. kenapa kau senyum-senyum sendiri" ucap Yezy. saat melihat Yeon senyum-senyum sendiri sambil melihat ponsel nya.
"Aku sedang berkirim pesan dengan Gerald" ucap Yeon. membuat Yezy mengerutkan keningnya bingung.
"Gerald? siapa itu" ucap Yezy penasaran.
"Kau tidak perlu tau" ucap Yeon ketus. saat Yezy ingin menjawab, suara seorang berdeham membuat ia mengurungkan niatnya.
"Eheem"
"Eh, uncle Jack. aku pikir uncle sudah pulang, ternyata belum" ucap Yezy.
"Tuan Abraham meminta saya untuk mengantarkan nya dan Nyonya Kenaya untuk mencari perlengkapan bayi mereka" ucap Jack. ia duduk di sofa yang berada di depan Yeon dan Yezy. Jack melirik ke arah Yeon yang sibuk dengan ponsel nya sambil tersenyum. Yeon masih mengacuhkan nya lagi.
"Ayo Jack" ucap Abraham. yang baru saja kembali dari kamarnya dan Kenaya. ternyata ia dan Kenaya ke kamar untuk mengganti pakaian.
"Baik Tuan" ucap Jack. Jack duluan melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Moorey untuk menyiapkan mobil.
"Tentu saja kakak ipar. Yeon ayo kita ikut" ucap Yezy. ia menarik tangan Yeon dengan paksa. mau tidak mau Yeon pun ikut bersama mereka untuk mencari perlengkapan bayi Abraham dan Kenaya.
...*****...
Saat sudah tiba di pusat perbelanjaan khusus untuk bayi. Abraham dan Kenaya pun mulai mencari perlengkapan untuk calon anak mereka nanti. Yezy pun ikut bersama keduanya untuk mencari perlengkapan untuk calon keponakannya. sementara Yeon dan Jack hanya duduk di kursi tunggu. Yeon yang masih mengacuhkan Jack pun benar-benar membuat Jack kesal. ia tidak tau kenapa ia bisa kesal hanya karena Yeon mengacuhkan nya.
"Nona, kenapa sekarang Nona tidak menggoda saya" ucap Jack tanpa sadar. Yeon menatap ke arah Jack dengan malas.
"Untuk apa aku menggoda mu. tidak ada gunanya juga" ucap Yeon ketus. membuat Jack terkejut. karena baru kali ini Yeon bicara ketus padanya. saat ia ingin menjawab, ponsel Yeon berbunyi. ada panggilan video dari Gerald.
"Kau sedang apa" ucap Gerald. saat Yeon sudah mengangkat panggilan video nya.
__ADS_1
"Aku sedang menemani kakak ku mencari perlengkapan bayi" ucap Yeon. tersenyum manis ke arah Gerald. yang entah mengapa itu malah membuat Jack kesal.
"Oh, seperti itu" ucap Gerald. "Apa kita jadi jalan-jalan besok" ucap Gerald lagi.
"Tentu saja. besok pagi kau datang lah untuk menjemput ku. sekalian untuk sarapan" ucap Yeon. senyum manis masih mengambang di wajahnya.
"Baiklah kalau begitu. aku menelpon mu hanya untuk memastikan saja" ucap Gerald.
"Ah, kau romantis sekali" ucap Yeon tersipu malu. tanpa mempedulikan Jack yang terlihat kesal.
"Romantis dengan calon pacar sendiri apa salahnya" ucap Gerald. yang malah membuat Yeon bertambah tersipu malu. Jack yang mendengar ucapan Gerald pun tanpa sadar mengepalkan kedua tangan nya. Yeon yang mengacuhkan nya seperti ini benar-benar membuat ia kesal. apalagi mendengar ucapan Gerald barusan.
"Ah, Gerald. kau membuat ku malu" ucap Yeon.
"Hahaha, kau sangat lucu jika sedang tersipu malu seperti itu" ucap Gerald. "Yasudah, kalau begitu aku tutup dulu. goodnight" ucap Gerald lagi.
"Iya, goodnight Gerald" ucap Yeon. sambungan panggilan video mereka pun terputus.
"Gerald itu siapa Nona" ucap Jack pada akhirnya.
"Untuk apa kau tau Jack" ucap Yeon ketus dan acuh.
"Saya hanya bertanya saja Nona" ucap Jack.
"Kau bukan siapa-siapa ku, jadi untuk apa kau bertanya" ucap Yeon masih ketus.
"Saya hanya ingin mengingatkan anda. jangan terlalu dekat dengan orang yang baru di kenal apalagi seorang pria" ucap Jack.
"Kalau begitu, kau jauh-jauh dari ku. kita kan baru kenal beberapa minggu yang lalu" ucap Yeon. membuat Jack terdiam.
"Yeon, ayo temani aku cari makanan. aku sangat lapar" ucap Yezy. menghampiri Yeon dan Jack.
__ADS_1
"Ayo" ucap Yeon. ia bangkit dari tempat duduk nya. ia dan Yezy pun segera pergi mencari makanan yang ada di pusat perbelanjaan perlengkapan bayi itu. meninggalkan Jack yang menatap punggung keduanya.
Kenapa kau harus memikirkan nya Jack. ucap Jack dalam hati. ia bangkit berdiri dan menyusul Abraham dan Kenaya.