
WARNING!! 21+🔥🔥
Selesai makan malam Abraham dan Kenaya masuk ke dalam kamar. Kenaya masuk ke dalam walk in closed untuk mengganti pakaian nya. sementara Abraham, ia naik ke atas ranjang dan bersandar di kepala ranjang sambil memainkan ponsel nya.
Kenaya keluar dari walk in closed dengan menggunakan linggrei. ia menghampiri Abraham di atas ranjang lalu duduk di atas pangkuan Abraham.
"Ada apa Sayang" ucap Abraham. tanpa melihat ke arah Kenaya. ia masih sibuk dengan ponsel nya.
Kenaya yang kesal karena Abraham mengabaikan dirinya pun langsung mengeluarkan buah dada nya dari balik linggrei yang ia pakai.
"Sayang, lihat. ini apa" ucap Kenaya. menggoda Abraham dengan menggoyang kan kedua buah dada nya dengan tangan nya.
"Buah ku" ucap Abraham. ia meletakkan ponsel nya di atas nakas dan menatap buah dada Kenaya dengan tatapan lapar.
"Kau tidak ingin menghisap nya" ucap Kenaya.
"Tentu saja aku ingin" ucap Abraham. ia langsung melahap buah dada Kenaya.
"Sayang, aku ingin ini" ucap Kenaya. memegang alat pusaka milik Abraham.
"Kau ingin" ucap Abraham. Kenaya menganggukkan kepalanya. Abraham pun segera membuka semua pakaiannya hingga ia benar-benar polos. "Kenapa kau tidak membuka pakaian mu" ucap Abraham.
"Kau saja yang membuka nya" ucap Kenaya. ia bangkit dan berdiri di atas ranjang.
Abraham pun segera membuka linggrei yang di pakai oleh Kenaya. hingga membuat istrinya itu benar-benar polos seperti dirinya. Kenaya kembali berbaring, sementara Abraham, ia bersimpuh dengan kedua kakinya. lalu mencium inti Kenaya dan menjilatnya. Abraham memasukkan lidah nya ke dalam inti Kenaya. dan meremas buah dada milik Kenaya.
"Ah" desah Kenaya. saat Abraham kembali menjilat inti nya.
Kenaya meremas rambut Abraham dan menekan kepala Abraham di bawah sana agar lebih dalam lagi. jilatan Abraham naik ke atas perut Kenaya. dan mengecup perut Kenaya yang sudah membuncit.
"Semoga kalian berdua tidak syok" ucap Abraham.
Abraham kembali menjilat tubuh Kenaya hingga sampai ke buah kesukaan nya. Abraham menghisap dan menggigit kecil put*ing dada Kenaya, membuat Kenaya menggelinjang, ia menekan kepala Abraham di sana. Kenaya benar-benar tidak tahan ia ingin lebih dari ini.
"Sayang, cepat masukan" ucap Kenaya.
Abraham menyentuh inti Kenaya, dan merasakan ada cairan yang keluar dari sana. namun Abraham belum mau memasukkan miliknya kedalam. ia akan memasukkan miliknya ke dalam saat Kenaya memohon agar segera di masukan. ia ingin melihat istrinya itu saat memohon supaya miliknya segera di masukan.
Abraham kembali menjilati tubuh Kenaya. jilatan nya turun ke bawah. ia menjilat cairan yang keluar dari inti Kenaya. Sementara Kenaya, ia benar-benar sudah tidak tahan. ia hanya mengeluarkan desahan kenikmatan. Kenaya menekan kepala Abraham di bawah sana. kedua kakinya ia letakan di atas pundak Abraham.
"Ah. Sah.....yang. Cepat masukan milik mu kedalam. aku sudah tidak tahan" ucap Kenaya.
Kenaya kembali mengeluarkan cairan nya. Abraham pun segera menjilat kembali cairan itu. Abraham terus menjilat tubuh Kenaya dan meremas buah dada milik Kenaya. Jilatan Abraham kembali naik ke atas. ia menjilat buah dada Kenaya dan juga leher Kenaya.
Abraham memegang pusaka nya dan mengarahkan nya ke inti Kenaya. sambil bibir nya masih sibuk menghisap buah dada Kenaya. Abraham menghentak-hentakkan pinggulnya beberapa kali hingga.....
Jleb!
Pusaka Abraham masuk ke dalam inti Kenaya. membuat Kenaya mendesah. Abraham tidak langsung menggerakkan tubuh nya ia masih asik dengan buah favoritnya. menghisap nya dengan rakus.
"Uugghh" lenguh Kenaya. saat Abraham menggigit kecil put*ing dada nya.
Ciuman Abraham beralih ke bibir Kenaya. ia ******* bibir istrinya itu dengan buas. Kenaya pun membalas ciuman Abraham dengan tak kala buas nya. perlahan Abraham mulai menggerakkan tubuh nya. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dengan lembut.
__ADS_1
"Ah. Sah.....yang, kurang cepat. lebih cepat lagi" ucap Kenaya mendesah.
Abraham pun menurut. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dengan cepat. semakin cepat dan semakin cepat. Kenaya terus mendesah dengan nikmat.
"Ah, ah, ah. iya seperti itu Sah.....yang. kalau perlu lebih cepat lagi dari ini" ucap Kenaya mendesah.
Abraham semakin mempercepat ritme nya. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dengan begitu cepat. Kenaya semakin mendesah nikmat. ia menekan kepala Abraham yang berada di belahan dadanya.
"Sah.....yang. hisap buah mu" ucap Kenaya.
Abraham pun segera melahap buah favoritnya. sambil memajumundurkan pinggulnya. tidak puas melakukan nya dengan berbaring. Abraham mendudukkan tubuh nya. dan membuat Kenaya duduk di atas pangkuan nya.
"Kau yang pimpin. tapi jangan terlalu cepat, kasian anak-anak kita di dalam sana" ucap Abraham. berbisik di telinga Kenaya.
Kenaya pun menurut. ia mulai menggerakkan tubuh nya. memajumundurkan pinggulnya dengan pelan. perlahan Kenaya menggerakkan tubuh nya dengan begitu cepat, semakin cepat dan semakin cepat. ia tidak puas jika mereka melakukan nya dengan pelan saja.
"Pelan-pelan Sayang" ucap Abraham.
"Tidak terasa kalau pelan. aku tidak puas" ucap Kenaya. masih dengan aksinya, memajumundurkan pinggulnya.
"Biar aku yang pimpin" ucap Abraham.
Abraham kembali membaringkan tubuh mereka dan memimpin permainan mereka. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dengan begitu lembut.
"Sayang. lakukan dengan cepat" ucap Kenaya.
"Tapi, kasian mereka yang di dalam sana" ucap Abraham.
"Lakukan dengan cepat kata ku" ucap Kenaya.
"Ah, ah, ah. ayo Sah.....yang, lebih cepat lagi. ini masih kurang" ucap Kenaya mendesah.
Abraham menghentak-hentakkan pinggulnya dengan begitu cepat, sampai Kenaya mampus. hingga membuat Kenaya terus mendesah dan mencengkram lengan kekar Abraham.
Berjam-jam keduanya melakukan kegiatan panas mereka. saat sudah mencapai puncak keduanya mengerang bersama. Abraham menghentikan gerakan nya dan menatap Kenaya yang tampak kelelahan.
"Kau mesum sekali Sayang" ucap Abraham.
"Kau juga mesum. tapi jika kita tidak mesum, ini tidak akan jadi" ucap Kenaya. mengelus perut nya. Abraham hanya tersenyum dan ikut mengelus perut Kenaya. "Bisa kah kau turun dari atas tubuh ku. kau sangat berat" ucap Kenaya. Abraham pun melepaskan penyatuan mereka dan membaringkan tubuh nya di sebelah Kenaya.
"Apa kau sudah puas sekarang" ucap Abraham.
"Sudah. sekarang ayo kita tidur" ucap Kenaya. Abraham pun mengangguk. ia membawa Kenaya ke dalam dekapan nya dan mereka memejamkan mata hingga mereka terlelap.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
JERRY