
Jerry melajukan mobilnya menuju apartemen Lyvia tanpa sepengetahuan nya. ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri yang dikatakan oleh Ricardo tadi. jika sampai itu benar dia tidak tau apa yang akan dia lakukan pada Lyvia.
Saat sudah tiba di parkiran apartemen. Jerry langsung turun dari mobilnya dan menuju unit apartemen Lyvia. saat sudah berada di depan unit apartemen Lyvia. Jerry langsung menekan pin dan membuka pintu apartemen itu. hal yang pertama Jerry lihat adalah baju seorang pria dan wanita yang berserakan di lantai. dan yang ia dengar adalah suara desahan.
"Ah, ah, ah" desah keduanya.
"Ayo Sayang. lakukan lebih cepat" ucap pria itu.
Jerry membulatkan matanya saat melihat pemandangan yang benar-benar,ah sudahlah. Lyvia sedang bercinta dengan seorang pria di sofa. dan duduk di pangkuan pria itu sambil memajumundurkan pinggulnya.
Prok!
Prok!
Prok!
Kedua orang yang sedang asik bercinta itu menghentikan aktivitas mereka saat mendengar suara seseorang menepuk tangan dengan nyaring. wajah Lyvia langsung pucat saat melihat kedatangan Jerry. ia turun dari pangkuan pria itu dan melepaskan penyatuan mereka.
"Sa-sayang" ucap Lyvia terbata.
"Seperti nya, aku harus memberikan penghargaan padamu" ucap Jerry sinis.
"Sa-sayang. a-aku bisa menjelaskan semuanya" ucap Lyvia.
"Apalagi yang ingin kau jelaskan. semuanya sudah ku lihat" ucap Jerry. "Ternyata seperti ini kau di belakang ku Lyvia. seperti ini cara mu membalas cinta ku. aku memberikan semua apa yang kau inginkan. dan ini balasan untuk ku" ucap Jerry. ia tak menyangka wanita yang ia cintai dengan tega menghianati nya. ternyata yang di katakan oleh kedua orang tua nya memang benar. seorang wanita malam tidak akan pernah puas dengan satu pria saja. Jerry tersenyum getir saat mengingat dia selalu membela Lyvia di depan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Apa aku belum cukup untuk memuaskan mu Lyvia. saat itu aku benar-benar percaya padamu jika kau akan berubah. tapi nyatanya, tidak" ucap Jerry. "Keluar kalian dari apartemen ini sekarang juga. apartemen ini milik ku, aku yang membeli nya" ucap Jerry. ia menarik paksa tangan Lyvia dan pria itu. hingga sekarang mereka berada di depan pintu apartemen dengan keadaan polos. "Dan kau Lyvia, hubungan kita sudah cukup sampai disini. jangan pernah menghubungi ku lagi" ucap Jerry.
"Sayang, ku mohon jangan akhiri hubungan kita. aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu" ucap Lyvia memohon. ia memegang tangan Jerry namun Jerry menghempaskan nya.
"Jangan menyentuh ku dengan tangan mu itu" ucap Jerry.
"Sa....."
Brak!
Ucapan Lyvia terpotong karena Jerry menutup pintu apartemen itu dengan sangat keras. membuat keduanya terkejut.
"Sudah ku katakan pada mu agar kita melakukan nya di hotel. tapi kau tidak mendengarkan ku. lihat lah sekarang, kita tidak memakai apapun. bisa hancur reputasi ku jika seperti ini" ucap pria itu.
"Kenapa kau malah menyalahkan ku" ucap Lyvia.
"Tentu saja aku harus menyalahkan mu. jika kau mendengarkan ku pasti tidak akan seperti ini" ucap pria itu.
"Ah sudahlah. aku malas berdebat dengan mu. lebih baik kita pergi saja dari sini sekarang" ucap Lyvia.
"Dengan keadaan seperti ini?" ucap pria itu.
"Lalu, kita harus apa. tidak ada yang bisa kita pakai untuk menutupi tubuh kita" ucap Lyvia.
"Bisa hancur reputasi ku sebagai seorang pengusaha. apa kau tidak takut jika reputasi mu sebagai seorang model hancur juga" ucap pria itu.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang" ucap Lyvia.
"Kau....." ucapan pria itu terpotong karena Jerry melemparkan pakaian mereka dari dalam.
"Aku tidak mau ada sampah di dalam apartemen ini" ucap Jerry. ia kembali menutup pintu itu dengan keras.
"Cepat pakai pakaian mu. setelah itu kita pergi dari sini" ucap pria itu. saat melihat Lyvia menatap pintu apartemen yang sudah tertutup.
"Bagaimana dengan barang-barang mahal ku yang ada di dalam sana" ucap Lyvia.
"Kau tidak perlu khawatir. aku akan membelikan nya untuk mu" ucap pria itu. membuat mata Lyvia berbinar.
"Kau tidak bohong kan" ucap Lyvia.
"Asal kita lanjutkan yang tadi di hotel" ucap pria itu.
"Baiklah. ayo" ucap Lyvia.
"Bagaimana hubungan mu dengan nya" ucap pria itu.
"Aku akan mengurus nya nanti. ayo kita pergi sekarang" ucap Lyvia. pria itu hanya mengangguk dan mereka pun segera pergi dari sana. untuk melan yang tertunda tadi di hotel.
...*****...
Di dalam apartemen Jerry membanting semua benda yang ada di sana. dada nya begitu sakit saat tau Lyvia menghianati nya. ia benar-benar tidak menyangka Lyvia dengan tega menghianati nya.
__ADS_1
"Dasar wanita tidak tau diri" ucap Jerry. kembali membanting benda-benda yang ada disana.