
Saat ini Abraham dan Kenaya sudah berada di dalam mobil, tidak ada yang berbicara di antara keduanya. Kenaya memalingkan wajahnya ke arah jendela. Abraham dan Kenaya sedang menuju ke kediaman Robert karena semuanya sudah berkumpul di sana.
"Apa kau tidak ingin sarapan Sayang" ucap Abraham. karena saat di hotel tadi mereka tidak sempat sarapan. bukan tidak sempat, hanya saja Kenaya tidak berselera makan karena kejadian di kamar hotel mereka tadi.
"Aku akan sarapan di rumah" ucap Kenaya. tanpa melihat ke arah Abraham yang sedang menyetir. Abraham yang melihat hal itu benar-benar merasa bersalah, tidak seharusnya dia seperti itu pada Kenaya. mereka baru saja menikah tidak seharusnya dia menghancurkan kebahagiaan mereka.
Saat mereka sudah tiba di kediaman keluarga Robert, Kenaya langsung keluar dari mobil tanpa melihat ke arah Abraham dan menutup pintu mobil dengan sedikit kencang, Abraham hanya bisa menghela nafas nya ini semua karena dirinya.
...*****...
"Kalian sudah sampai" ucap Amanda. saat melihat putri dan menantunya masuk ke dalam rumah yang seperti istana itu.
"Iya Mom" ucap Kenaya dan Abraham bersama.
"Aku ingin masuk ke kamar dulu" ucap Kenaya. berjalan ke arah lift untuk naik ke kamar nya. di ikuti oleh Abraham di belakang nya.
Di dalam lift itu hanya ada keheningan, tidak ada yang membuka pembicaraan hingga.....
Ting
Pintu lift terbuka, Kenaya segera keluar dari lift tanpa menunggu Abraham. Kenaya masuk kedalam kamar nya dan menuju walk in closed, Abraham terus mengekori Kenaya sampai ke dalam walk in closed.
"Sayang" panggil Abraham. namun Kenaya tidak menjawab nya, ia tidak akan berbicara pada Abraham sebelum Abraham meminta maaf pada dirinya. Kenaya keluar dari walk in closed setelah merapikan pakaiannya.tanpa mempedulikan Abraham.
Abraham menahan tangan Kenaya saat Kenaya akan keluar dari kamar.
"Lepas" ucap Kenaya ketus. menghempaskan tangan Abraham dan meninggalkan Abraham yang masih mematung di ambang pintu.
...*****...
__ADS_1
Malam pun tiba Kenaya masih tetap sama, masih mendiamkan Abraham. bahkan saat ini Kenaya berbaring di atas ranjang dan membelakangi Abraham. Perlahan Abraham naik ke atas ranjang Kenaya, ia menatap Kenaya dengan tatapan nanar.
"Sayang" panggil Abraham. ia menyentuh bahu Kenaya, namun Kenaya menepis nya membuat dada nya begitu sesak menerima penolakan dari Kenaya. namun ia tetap melakukan nya kembali.
"Sayang" panggil Abraham lagi. menyentuh bahu Kenaya, namun Kenaya tetap menepis nya.
"Jangan menyentuh ku" ucap Kenaya datar. membuat dada Abraham semakin sesak karena kembali menerima penolakan dari Kenaya.
Tidak, Abraham tidak kuat lagi. ia tidak tahan jika Kenaya mendiamkan nya seperti ini, ia merasa seperti kehilangan Kenaya saat ini. Abraham langsung memeluk Kenaya dari belakang dengan begitu erat. Kenaya berusaha untuk melepaskan pelukan Abraham, namun Abraham semakin mempererat pelukan nya.
"Jangan seperti ini Sayang, aku tidak kuat" ucap Abraham. "Maafkan aku atas keegoisan ku" ucap Abraham.
Kenaya membalikkan badan nya dan menatap Abraham.
"Tau kah kau, dengan sikap mu yang seperti itu membuat ku ragu akan cinta mu? aku berpikir bahwa kau tidak benar-benar mencintai ku" ucap Kenaya. "Aku berpikir bahwa kau hanya menginginkan tubuh ku saja" ucap Kenaya.
"Maafkan aku Sayang, aku tidak bermaksud seperti itu" ucap Abraham. memeluk Kenaya dengan erat. "Apa kau mau memaafkan ku" tanya Abraham. Kenaya menatap Abraham, namun kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"Aku berjanji Sayang" ucap Abraham. Kenaya memeluk Abraham dengan erat, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Abraham. "Tidur lah" ucap Abraham. Kenaya mulai memejamkan matanya begitu pun dengan Abraham.
...*****...
Di tempat lain seorang wanita sedang menatap bingkai foto Abraham, pria yang ia cintai selama ini.
"Aku tidak akan menyerah sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan. akan ku lakukan segala cara untuk mendapatkan mu dan menjadikan mu milik ku" ucap wanita itu menyeringai.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
konflik akan segera di mulai💃💃