CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
TIDAK TAHAN


__ADS_3

"Hah?!" ucap Abraham terkejut. ia pikir jika ia mewujudkan keinginan istrinya. istrinya itu akan tetap memberikan ia jatah setiap malam. tapi ini? Kenaya sudah meminta kapal pesiar dan ia mengiyakan nya. tapi istrinya itu tetap tidak memberikan dia jatah? oh no, ini tidak bisa di biarkan. dia tidak akan bisa tidur sebelum membuat istrinya itu mendesah di bawah nya. apa kalian tidak ingat saat ia mimpi basah waktu itu.


"Kenapa" ucap Kenaya.


"Kau tidak akan memberikan ku jatah" ucap Abraham bertanya.


"Iya. kenapa" ucap Kenaya santai.


"Kau tau kan, aku tidak bisa tidur jika kita tidak bercinta" ucap Abraham.


"Kau tau kan, kalau pinggang ku saat ini sedang sakit" ucap Kenaya kesal.


"Sakit? sakit kenapa" ucap Abraham bingung.


"Sakit karena kau membawa kita melakukan nya di atas meja" udah Kenaya ketus.


"Tapi bukan kah kau merasakan kenikmatan saat kita melakukan nya" ucap Abraham.


"Iya, kenikmatan bercampur rasa sakit. sudahlah Abraham tidak ada gunanya juga berbicara dengan mu" ucap Kenaya. lalu ia berlalu dari Abraham dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. sementara Abraham hanya mendengus kesal.


...*****...


Malam hari nya. semua berkumpul di meja makan untuk makan malam. para wanita sibuk mengobrol membuat Abraham dan Edward mendengus kesal. karena mereka tak di pedulikan.


"Kakak ipar apa kau dan kakak ku tadi siang main di atas meja" ucap Yeon. pada Kenaya. Abraham yang mendengar pertanyaan adik sepupu nya itu menatap Yeon dengan tajam.


"Yeon, kau itu masih kecil. jangan bertanya seperti itu" ucap Emi. karena ia langsung paham yang Yeon tanyakan tadi. karena ia tau bermain di atas meja versi Abraham dan Kenaya itu apa. ia kan pernah muda dulu.


"Eomma, aku bukan anak kecil lagi. umur ku sudah sembilan belas tahun" ucap Yeon kesal.

__ADS_1


"Untuk apa kau bertanya seperti itu" ucap Kenaya.


"Tadi kakak memberitahu ku jika kakak dan kakak ipar bermain di atas meja. makannya aku bertanya, apa yang kalian mainkan di atas meja" ucap Yeon polos.


"Kau tidak perlu tau" ucap Kenaya.


"Kenapa. aku kan hanya ingin tau saja" ucap Yeon.


"Kau mau tau" ucap Abraham.


"Iya. apa yang kalian mainkan kak" ucap Yeon.


"Aku sedang menjenguk anak ku. itu sebabnya kami bermain di atas meja" ucap Abraham. membuat semua orang menatap nya dengan tajam. kecuali, Yeon.


"Bagaimana cara nya" ucap Yeon bingung. bagaimana bisa Abraham menjenguk anaknya jika anaknya saja belum lahir. pikir Yeon.


"Kau ingin tau caranya" ucap Abraham bertanya. Yeon pun menganggukkan kepalanya polos. "Sepert....." Abraham menghentikan ucapan nya. saat melihat tatapan tajam dari istrinya.


"Sudahlah. tidak usah membahas yang tidak penting. bagaimana pun cara kakak mu menjenguk anaknya. kau tidak perlu tau Yeon, karena belum saat nya kau untuk tau" ucap Edward.


"Kapan saatnya aku tau paman" ucap Yeon. membuat semua orang memijit pelipis mereka masing-masing. Yeon ini kelewatan polos.


"Kau akan tau saat kau sudah menikah. sudahlah, sekarang kita lanjut makan saja" ucap Edward. mereka pun melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda.


...*****...


Selesai makan malam. Abraham dan Kenaya masuk ke dalam kamar mereka. Kenaya masuk kedalam walk in closed untuk mengganti pakaian nya. setelah selesai mengganti pakaian nya. Kenaya keluar dari walk in closed. dan ikut bergabung bersama dengan Abraham yang sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel.


"Kau tidak ingin memberikan ku jatah, tapi kau memakai pakaian seksi seperti ini. kau membuat ku tidak tahan untuk tidak menyentuh mu" ucap Abraham. saat melihat istrinya hanya mengenakan linggrei dan hotpants warna merah.

__ADS_1


"Aku kan setiap malam memang selalu memakai pakaian seperti ini jika ingin tidur" ucap Kenaya santai. sambil mengunyah cemilan yang berada di pangkuan nya. karena sekarang ia selalu menyiapkan cemilan di dalam kamar untuk menghilangkan rasa laparnya jika sudah tengah malam.


"Itu kan berbeda" ucap Abraham.


"Berbeda apa nya" ucap Kenaya.


"Itu kan saat kau akan memberikan ku jatah setiap malam. tapi malam ini kan kau tidak memberikan ku jatah" ucap Abraham kesal. "Sayang, ayolah. aku tidak tahan jika melihat mu memakai pakaian seksi seperti ini. ayo kita melakukan nya" ucap Abraham memelas.


"Tidak. pinggang ku masih sakit" ucap Kenaya.


"Kalau begitu ganti pakaian mu. aku tidak tahan jika melihat mu berpakaian seksi seperti ini" ucap Abraham. "Kau lihat ini. dia sudah bangun" ucap Abraham lagi. membawa tangan Kenaya ke alat pusaka nya.


"Tunggu sebentar" ucap Kenaya. meletakkan cemilan nya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Kenaya kembali dan duduk di samping Abraham. tanpa apa-apa ia langsung menurunkan celana Abraham.


"Kau ingin apa. kau jangan menggoda ku" ucap Abraham.


"Sudah. kau diam saja" ucap Kenaya. Abraham pun membiarkan apa yang akan di lakukan oleh istrinya itu.


Setelah celana milik Abraham terlepas. Kenaya menggenggam pusaka milik Abraham dan memajumundurkan tangan nya. membuat Abraham mendesis.


"Ssshhh" desis Abraham. ia mengangkat kepalanya ke atas dan memejamkan matanya. menikmati permainan istrinya.


"Ah, Sayang, ah. lebih cepat Sayang" ucap Abraham mendesah.


Kenaya pun menurut. ia memajumundurkan tangan nya dengan cepat. hingga Abraham mencapai puncaknya. baru lah Kenaya menghentikan aksi nya.


"Bagaimana, aku sudah menidurkan nya bukan" ucap Kenaya. Abraham mengangguk.

__ADS_1


"Tapi Sayang, izinkan aku tidak di ranjang" ucap Abraham memelas. masa ia harus tidur di sofa dengan badan nya yang besar seperti ini.


"Baiklah. ayo" ucap Kenaya. mereka pun segera beranjak dari sofa menuju ranjang mereka. untuk beristirahat.


__ADS_2