CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
PESTA PERNIKAHAN 2


__ADS_3

Saat ini mereka sudah berada di hotel terbesar yang ada di negara itu. tempat Abraham dan Kenaya melangsungkan pesta pernikahan mereka lima bulan yang lalu. Abraham dan Jerry berbincang-bincang begitu pun dengan Kenaya dan Celin. walaupun awal pertemuan mereka sedikit tidak menyenangkan. tapi sekarang mereka sudah terlihat akrab.


"Tidak ku sangka ternyata kalian yang akan menikah. ku pikir kau akan menikah dengan Lyvia si wanita jalang itu" ucap Abraham pada Jerry.


"Aku juga tidak menyangka. tapi sekarang, aku harus berterima kasih padanya. karena dia aku dan Celin bisa bersama" ucap Jerry. membuat Abraham mengerutkan keningnya bingung.


"Maksud mu" ucap Abraham.


"Satu bulan yang lalu. aku menghadiri pesta dari agensi Celin. dan agensi Lyvia pun juga di undang. jadi dia mengajak ku untuk menemani nya. dan kau tau apa yang Lyvia lakukan. dia menyuruh temannya Celin memberikan obat perangsang di minuman Celin. dia ingin Celin hancur, karena dia iri dengan Celin yang saat itu sedang naik daunnya. tapi teman Celin itu begitu cerdik, karena ia tidak ingin temannya hancur, maka dari itu dia juga memberikan obat perangsang itu di minuman ku. seandainya saat itu dia tidak memberikan obat perangsang itu padaku dan Celin melakukan nya dengan pengusaha lain. pasti saat ini Celin sudah hancur" ucap Jerry.


"Benar-benar wanita licik. jadi kau menikahi Celin sebagai bentuk tanggung jawab mu" ucap Abraham.


"Bukan" ucap Jerry.


"Lalu?" ucap Abraham.


"Karena aku mencintai nya" ucap Jerry.


"Wah, secepat itu kau jatuh cinta padanya. pada kalian jarang bertemu" ucap Abraham. menyindir.


"Wah, secepat itu kau jatuh cinta pada Kenaya. padahal saat itu kalian baru pertama kali bertemu" ucap Jerry. balik menyindir Abraham.


"Hei, kami lain cerita" ucap Abraham.


"Lain cerita apanya. sama saja menurut ku. bahkan saat pertama kali kalian bertemu kau langsung meminta nomor ponselnya dan mencium nya" ucap Jerry. membuat Abraham menelan salivanya. darimana Jerry tau. batin Abraham.


"Darimana kau tau" ucap Abraham.


"Tentu saja aku tau. saat itu aku dan Kenzie mengikuti mu saat kau pamit duluan dari kami" ucap Jerry.


"Lalu kenapa saat itu kau masih bertanya bagaimana kami bisa menjalan hubungan" ucap Abraham.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya saja. karena aku memang tidak tau bagaimana bisa kalian menjalin hubungan. yang aku tau kau hanya meminta nomor ponselnya dan mencium nya saja saat itu. setelah itu aku tidak tau lagi. kalau kalian menjalin hubungan" ucap Jerry.


"Sayang, ayo kita duduk di sana. aku lelah berdiri terus" ucap Kenaya. ia dan Celin baru saja menghampiri Abraham dan Jerry.


"Sudah makan?" ucap Jerry. bertanya pada Celin. Celin pun menganggukkan kepalanya.


"Kami makan hanya dengan berdiri saja. karena tamu begitu banyak" ucap Celin.


"Kalian duduk saja dulu. aku masih ingin berbincang-bincang dengan Abraham" ucap Jerry.


"Iisshh, coba kau lihat. memang masih ada tempat duduk yang tersisa. semua sudah di penuhi oleh tamu" ucap Celin kesal.


"Kami saja tadi makannya berdiri. kalian yang harus mencari tempat duduk untuk kami" ucap Kenaya.


"Hei, kenapa kalian malah memarahi ku" ucap Jerry bingung. ia hanya menyuruh Celin dan Kenaya duduk. kenapa mereka berdua sampai sekesal ini. batin Jerry.


"Sudahlah. jangan diperpanjang. kalian berdua duduk saja di sana. itu ada kursi yang kosong" ucap Abraham. menunjuk tiga kursi yang kosong. Kenaya dan Celin pun pergi kesana untuk menghilangkan rasa lelah mereka karena daritadi hanya berdiri saja. mungkin karena faktor kehamilan membuat keduanya cepat sekali lelah.


"Apa Celin juga sedang hamil. dia terlihat seperti Kenaya saat kesal" ucap Abraham. Jerry mengangguk.


"Iya. usia kandungan nya baru empat minggu" ucap Jerry.


"Wah, kau hebat ternyata. sekali tancap langsung jadi" ucap Abraham.


"Tentu saja. miliki ku ini memang hebat" ucap Jerry sombong.


"Ck! tidak usah sombong. milik ku lebih hebat. aku langsung dapat dua" ucap Abraham.


"Maksud mu Kenaya hamil anak kembar" ucap Jerry. Abraham menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana, hebat kan aku" ucap Abraham. "Ngomong-ngomong. apa kau tidak mengundang Kenzie" ucap Abraham lagi.

__ADS_1


"Mana mungkin aku tidak mengundang nya" ucap Jerry.


"Lalu kenapa dia tidak ada disini" ucap Abraham.


"Kau tau saat ini hubungan nya dengan Laura bagaimana. Laura pergi meninggalkan nya. membuat Kenzie merasa terpukul. aku dengar dari aunty Irene, Kenzie sekarang sangat jarang keluar dari kamar. dan dia tidak terlihat seperti biasanya. yang selalu ceria dan berwibawa" ucap Jerry.


"Kenzie yang malang. karena kesalahan dan kebodohannya membuat Laura pergi meninggalkan nya" ucap Abraham.


"Kau benar. seharusnya dia datang pada Laura, dan katakan pada Laura dengan cara baik-baik. aku yakin Laura pasti akan membantu nya menghilangkan obat perangsang itu. jika saja saat itu Laura tidak datang ke hotel itu untuk menemui klien nya. pasti Kenzie dan wanita itu sudah melakukan nya" ucap Jerry.


"Jerry, saat nya kau dan Celin memotong kue" ucap Jenita. menghampiri kedua pria yang sedang berbincang-bincang itu.


"Baik Mom" ucap Jerry. Jenita pun segera meninggalkan keduanya. "Nanti kita lanjutkan lagi obrolan kita" ucap Jerry. Abraham pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah" ucap Abraham. mereka pun segera berpisah.


Saat ini Jerry dan Celin sudah berada di depan kue pernikahan mereka yang menjulang tinggi. keduanya bersiap untuk memotong kue itu. saat hitungan yang ketiga, mereka pun mulai memotong kue itu. selesai memotong kue Jerry mengajak Celin untuk menemui rekan-rekan bisnis nya yang dia undang dari berbagai negara.


Pesta pernikahan Jerry dan Celin berlanjut hingga pukul sebelas malam waktu setempat. Abraham dan Kenaya beserta keluarga mereka pun sudah pulang ke rumah. tinggal lah Jerry dan Celin beserta para tamu yang masih berada di sana sedang berbincang-bincang dengan mereka.


"Jer, aku sangat lelah" ucap Celin berbisik.


"Kau lelah? ayo. aku akan mengantarkan mu ke kamar" ucap Jerry. ia pun segera mengantarkan Celin ke kamar hotel setelah berpamitan kepada rekan bisnis nya. saat mereka menuju lift. ada seseorang yang memanggil nama Jerry.


"Tuan Jerry"


bonus foto Jerry dan Celin



__ADS_1


__ADS_2