CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
BABY TWINS??


__ADS_3

Saat ini Jerry dan Lyvia sedang berada di dalam mobil. wajah Lyvia begitu kesal karena Jerry mengajak nya pulang.


"Sayang kenapa kita pulang. makanannya belum habis" ucap Lyvia cemberut.


"Kau benar-benar membuat ku malu" ucap Jerry.


"Kenapa kau malu" ucap Lyvia.


"Seharusnya kau tidak perlu mengatakan jika kau sudah pernah menikah" ucap Jerry.


"Kenapa. apa kau malu berpacaran dengan ku karena aku adalah seorang janda" ucap Lyvia. Jerry menatap ke arah kekasih nya, tidak seharusnya ia mengatakan hal itu.


"Bukan begitu Sayang aku...."


"Apa sekarang kau tidak mencintai ku lagi" ucap Lyvia. memotong ucapan Jerry.


"Bukan begitu Sayang. aku masih mencintaimu, kau jangan berpikiran yang macam-macam" ucap Jerry.


"Jika kau mencintai ku, kenapa kau berbicara seperti itu" ucap Lyvia.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud" ucap Jerry. membawa Lyvia ke dalam dekapan nya.


"Sayang, kapan kau akan menikahi ku" ucap Lyvia. ia mendongakkan kepalanya ke arah Jerry.


"Nanti. saat waktu nya sudah tepat" ucap Jerry. membuat Lyvia menghela nafas nya. ini pasti karena Mommy nya lagi. batin Lyvia.


Sebenarnya Jerry sudah pernah ingin menikahi Lyvia. hanya saja Mommy Jerry tidak menyetujui hubungan mereka. bukan karena Lyvia seorang janda tapi karena Lyvia adalah mantan seorang wanita malam. dari informasi yang Mommy Jerry dapat. Lyvia bercerai dengan suaminya dulu karena ketahuan selingkuh, sebelum menikah pun Lyvia adalah seorang wanita malam. hanya saja mantan suami Lyvia saat itu percaya bahwa Lyvia bisa berubah, namun siapa sangka di belakang suaminya Lyvia berselingkuh bahkan bergonta-ganti patner ranjang. itulah yang membuat Mommy nya Jerry tidak menyukai Lyvia. ia takut jika suatu saat Lyvia menghianati putranya, atau mungkin saat ini Lyvia mempunyai selingkuhan. karena seorang wanita malam tidak akan pernah puas dengan satu pria. kecuali, kalau mereka benar-benar ingin berubah. tapi seperti nya Lyvia tidak, karena kelihatan dari sifat Lyvia yang.... ah sudahlah.


"Pasti ini karena Mommy mu kan" ucap Lyvia lirih.

__ADS_1


"Maafkan aku Sayang. bukannya aku tidak ingin menikahi mu, hanya saja. kau tau kan Mommy ku seperti apa, dia tidak menyukaimu. tapi aku akan selalu berusaha untuk membujuk Mommy sampai dia merestui hubungan kita. kau tunggu lah sebentar lagi. oke" ucap Jerry. membawa Lyvia ke dalam dekapan nya. sementara Lyvia hanya tersenyum licik di dalam dekapan Jerry.


...*****...


Empat bulan kemudian. saat ini kandungan Kenaya sudah memasuki bulan keempat. Abraham dan Kenaya benar-benar bingung. usia kandungan Kenaya masih empat bulan, tapi kenapa perut Kenaya sedikit besar dari usia kandungan nya.


"Usia kandungan mu baru empat bulan. tapi kenapa terlihat besar ya Sayang" ucap Abraham bingung. ia mengelus perut Kenaya yang sudah sedikit membucit.


"Iya ya. aku juga tidak tau" ucap Kenaya.


"Bagaimana jika kita pergi cek ke dokter kandungan saja" ucap Abraham. Kenaya mengangguk setuju. mereka pun segera bersiap untuk pergi ke dokter kandungan.


Selesai bersiap-siap. Abraham dan Kenaya keluar dari kamar sambil bergandengan tangan. saat sudah berada di dalam lift. Abraham mengelus perut Kenaya lembut.


"Dirimu semakin gendut ya Sayang" ucap Abraham. membuat Kenaya mendengus kesal.


"Kenapa!! apa kau tidak suka jika aku gendut" ucap Kenaya ketus.


"Iisshh. tidak usah di remas-remas" ucap Kenaya kesal.


"Jadi, kau ingin aku menghisap nya. begitu? baiklah nanti sepulang dari rumah sakit aku akan menghisap nya" ucap Abraham menggoda istrinya.


"Iisshh" ucap Kenaya kesal. ia memukul dada bidang Abraham. sementara Abraham hanya terkekeh. ia menarik tangan Kenaya pelan dan meletakkan kepala Kenaya di dada bidang nya.


Ting!


Pintu lift terbuka. Abraham dan Kenaya segera keluar dari lift.


"Kalian ingin kemana" ucap Emi. karena saat ini ia masih berada di kediaman Moorey bersama dengan putrinya.

__ADS_1


"Kami ingin ke rumah sakit aunty" ucap Abraham.


"Owh. Kenaya usia kandungan mu baru empat bulan kan" ucap Emi.


"Iya aunty" ucap Kenaya.


"Sepertinya kau sedang mengandung baby twins" ucap Emi. membuat Abraham dan Kenaya terkejut.


"Darimana aunty tau" ucap Abraham.


"Kelihatan dari perut istri mu itu, tidak seperti usia kandungan empat bulan yang biasanya. jika di dalam perut istri mu hanya satu baby, perut nya tidak akan besar seperti itu" ucap Emi.


"Tapi kata dokter, anak kami hanya satu saja di dalam sini" ucap Kenaya.


"Mungkin saat di periksa satunya tidak terlihat. seperti aunty saat hamil Yeon dan adiknya. salah satu di antara mereka tidak terlihat. tapi perut aunty terlihat besar, padahal baru empat bulan" ucap Emi. Abraham dan Kenaya mencerna ucapan Emi. ada benar nya juga. tidak mungkin perut Kenaya besar seperti itu, jika baby mereka hanya satu saja di dalam sana.


"Cobalah kalian pergi periksa, untuk membuktikan ucapan aunty" ucap Emi. Abraham dan Kenaya mengangguk dan keluar dari rumah itu.


...*****...


"Bagaimana jika ucapan aunty Emi tadi benar Sayang. jika aku sedang mengandung baby twins" ucap Kenaya. saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Tidak masalah. bukan kah banyak anak itu lebih baik. kalau perlu setelah yang di dalam perut mu itu keluar. kita tambah lagi nanti, biar anak kita tambah banyak" ucap Abraham.


"Yang ini saja belum lahir. kau sudah ingin minta tambah. kau pikir bikin anak itu gampang" ucap Kenaya ketus.


"Tentu saja gampang Sayang. tinggal memasukkan milik ku ini kedalam milik mu. lalu aku menyeburkan benih ku kedalam, dan kita tunggu sampai dia tumbuh. kan jadi" ucap Abraham.


"Kau ini mesum sekali" ucap Kenaya kesal.

__ADS_1


"Bukankah kau juga mesum. bahkan kau begitu menikmati saat kita melakukan nya" ucap Abraham. menggoda Kenaya.


"Kau ini benar-benar menyebalkan" ucap Kenaya kesal. sementara Abraham hanya terkekeh.


__ADS_2