CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
INGIN LAGI


__ADS_3

Pagi harinya Abraham bangun dari tidur nya dan menatap ke arah istrinya yang masih terlelap. ia membelai wajah cantik Kenaya dengan lembut. Kenaya yang merasa terganggu pun terbangun dari tidur nya. ia menatap Abraham dengan kesal.


"Bisa tidak kau tidak usah mengganggu ku tidur" ucap Kenaya. Abraham hanya tersenyum. ia mendekatkan wajah nya dengan wajah Kenaya, dan berbisik.


"Sayang. aku ingin lagi" ucap Abraham.


"Nanti saja. bukankah pagi ini kau harus ke kantor. aku juga harus ke kampus nanti" ucap Kenaya.


"Sebentar saja" ucap Abraham.


Tangan Abraham mulai meraba-raba inti Kenaya. ia memasukkan jari tengah nya. membuat Kenaya mendesah.


"Ah. Sayang, kau selalu saja membangkitkan gairah ku" ucap Kenaya. Abraham hanya tersenyum. ia merasa menang sekarang. karena berhasil membangkitkan gairah istrinya.


Abraham menyibak selimut yang menutupi tubuh polos mereka. lalu ia merangkak ke atas tubuh istrinya. Abraham segera ******* bibir istrinya dengan lembut. lama kelamaan ciuman itu menjadi buas. ciuman Abraham turun ke leher jenjang Kenaya. ia menjilat leher putih dan mulus itu. memberikan tanda kepemilikannya di sana. jilatan Abraham turun ke bawah. dari leher, buah favoritnya, perut, hingga sampai ke inti Kenaya. Abraham memainkan lidahnya di sana. ia memasukkan lidahnya ke dalam. sementara Kenaya? jangan di tanya. ia benar-benar sudah tidak tahan. Kenaya hanya bisa mendesah dan menekan kepala Abraham di bawah sana. Abraham kembali naik ke atas dengan masih menjilat tubuh Kenaya dari bawah hingga ke bibir Kenaya. ia mencium bibir Kenaya dengan buas begitu pun dengan Kenaya. Abraham memegang pusaka nya dan mengarahkan nya ke inti Kenaya. ia menghentak-hentakkan pinggulnya hingga.....


Jleb!


Pusaka nya masuk dengan sempurna. Abraham perlahan mulai menggerakkan tubuh nya. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dengan lembut. namun lama kelamaan ia semakin mempercepat ritme nya. Kenaya semakin mendesah nikmat. ia mencengkram lengan Abraham.


"Ah. Sah.....yang, kau benar-benar selalu membuat ku bergairah" ucap Kenaya mendesah.


"Kau juga selalu membuat ku bergairah" ucap Abraham. masih dengan aksinya.


"Sah.....yang. hisap buah mu ini. rasanya kurang jika kau tidak menghisap nya" ucap Kenaya. masih dengan mendesah.


Abraham pun segera menghisap buah favoritnya dengan lahap. sambil terus menghentak-hentakkan pinggulnya. membuat Kenaya semakin mendesah.


"Ah, ah, ah. Sah.....yang, lebih cepat" ucap Kenaya mendesah.

__ADS_1


Abraham semakin mempercepat ritme nya. ia memajumundurkan pinggulnya dengan begitu cepat. Abraham mencium bibir Kenaya. *******, dan mengecap nya. di dalam kamar itu hanya ada suara desahan dan lenguhan dari keduanya.


Dua jam mereka melakukan olahraga pagi mereka. saat sudah mencapai puncaknya mereka mengerang bersama. Abraham mengecup kening Kenaya dengan sayang. lalu ia meletakkan kepalanya di belahan dada Kenaya, tanpa melepaskan penyatuan mereka.


"Sayang, turun dari atas tubuh ku. kau berat" ucap Kenaya. Abraham pun melepaskan penyatuan mereka dan merebahkan dirinya di sebelah Kenaya.


"Jam berapa kau ke kampus" ucap Abraham.


"Jam sepuluh" ucap Kenaya.


"Kalau begitu ayo kita mandi" ucap Abraham.


"Gendong" ucap Kenaya manja. Abraham tersenyum. segera ia menggendong tubuh polos istrinya dan membawa nya ke kamar mandi. mereka pun mandi bersama.


Setelah tiga puluh menit berada di kamar mandi Abraham dan Kenaya pun keluar dari sana. Abraham hanya bertelanjang dada dan menggunakan handuk putih yang di lilitkan di pinggang nya. sementara Kenaya, ia menggunakan kimono dan handuk yang di gulung di atas kepalanya. keduanya masuk ke dalam walk in closed. Kenaya menyiapkan pakaian kerja Abraham. sementara Abraham, ia hanya duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu. menunggu istrinya menyiapkan semua kebutuhan nya. Kenaya memberikan jas kerja Abraham yang berwarna merah maroon dengan kemeja yang berwarna hitam.


"Ini" ucap Kenaya. memberikan pakaian kerja itu pada Abraham. Abraham pun menerima nya dan langsung mengenakan nya.


"Tidak usah siapkan dasi. aku tidak ingin memakai dasi" ucap Abraham. sambil tangan nya sibuk menganjingkan kemeja nya.


"Kenapa" ucap Kenaya.


"Aku hanya tidak ingin saja" ucap Abraham. Kenaya hanya mengangguk.


"Yasudah kalau begitu" ucap Kenaya.


Kenaya pun mulai mencari pakaian yang cocok untuk ia kenakan di kampus. Abraham kembali duduk di sofa setelah selesai memakai pakaian nya. ia menatap Kenaya yang mulai membuka tali kimono nya dan memakai dalaman nya.


"Kau menggoda ku ya Sayang" ucap Abraham.

__ADS_1


"Tidak" ucap Kenaya.


"Lalu kenapa kau membuka kimono mu di depan ku" ucap Abraham.


"Aku kan ingin mengganti pakaian ku" ucap Kenaya.


"Tidak. kau itu sedang menggoda ku" ucap Abraham. membuat Kenaya mendengus kesal.


"Kau saja yang gampang tergoda" ucap Kenaya ketus. Abraham hanya tersenyum. ia bangkit berdiri dan berjalan mendekati Kenaya yang sedang berusaha mengaitkan kancing bra nya.


Abraham membantu istri nya itu mengaitkan kancing bra nya. setelah itu Abraham memeluk istri nya dari belakang. ia meletakkan dagunya di atas pundak Kenaya dan menghirup aroma tubuh Kenaya.


"Kau sangat harum Sayang" ucap Abraham. memejamkan mata nya. menikmati aroma tubuh istri nya.


"Sudah, hentikan" ucap Kenaya. menahan tangan Abraham yang mulai nakal.


"Aku ingin lagi" ucap Abraham.


"Nanti malam saja" ucap Kenaya.


"Baiklah. nanti malam saja" ucap Abraham. ia melepaskan pelukan nya dan kembali duduk di sofa.


Dua puluh menit kemudian baru lah Kenaya selesai bersiap. mereka keluar dari kamar dan menuju ke lift untuk turun ke bawah.


"Kau ini lama sekali jika sedang bersiap" ucap Abraham. saat ini mereka sudah berada di dalam lift.


"Nama nya juga perempuan. jelas lama jika sedang bersiap" ucap Kenaya. saat Abraham ingin menjawab pintu lift terbuka. ia pun mengurungkan niatnya.


Kedua nya berjalan ke arah dapur untuk sarapan. terlihat di meja makan semuanya sudah berkumpul menunggu keduanya. Abraham dan Kenaya pun duduk di kursi yang masih kosong dan mereka pun sarapan bersama.

__ADS_1


CELIN



__ADS_2