
"Sayang, aku akan membuat acara untuk Alice dan Aldrix setelah mereka berusia satu bulan" ucap Abraham. saat ia keluar dari kamar mandi
"Terserah mu saja" ucap Kenaya. sambil meletakkan Aldrix yang baru selesai ia beri asi itu ke ranjang. "Tolong ambil Alice di box nya dan letakan dia di sini" ucap Kenaya lagi. Abraham pun mengambil putri nya yang masih tertidur itu di dalam box bayi, dan meletakkan nya di atas ranjang.
"Aku ingin ke bawah untuk makan malam. kau ingin makan apa, biar aku ambilkan nanti" ucap Abraham.
"Ambil saja apa yang ada di sana, aku akan memakannya" ucap Kenaya. Abraham pun menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari kamar untuk makan malam.
"Dimana Kenaya, apa dia tidak makan" ucap Emi. saat Abraham tiba di bawah dan menuju ke meja makan.
"Dia ada di kamar, aku ingin makan dulu. setelah itu baru aku akan membawakan makanan untuk nya" ucap Abraham. duduk di kursi yang masih kosong.
"Apa Alice dan Aldrix sedang tidur" ucap Amanda.
"Iya. sepertinya Aldrix lebih rakus daripada Alice" ucap Abraham. membuat semua orang yang ada di meja makan itu mengerutkan kening mereka bingung.
"Apa maksud kakak" ucap Yeon.
"Yang lebih banyak minum susu itu Aldrix daripada Alice. sudah begitu dia cengeng lagi" ucap Abraham. membuat Ema yang berada di samping putranya itu memukul kepala Abraham pelan.
"Nama nya juga masih bayi. kau juga dulu saat masih bayi begitu" ucap Ema.
"Iya sudah Mom, tidak usah di kasih tau" ucap Abraham. malu sendiri.
"Sudah, sudah. lanjutkan saja makan malam kalian" ucap Edward. mereka pun melanjutkan makan malam mereka sambil berbincang-bincang.
Selesai makan malam. Abraham kembali ke kamarnya dan Kenaya. tidak lupa ia membawakan makan malam untuk istrinya.
"Ini Sayang, makan dulu" ucap Abraham. saat ia sudah berada di dalam kamar. Kenaya yang tadinya sedang bebaring pun segera bangun dan duduk di atas ranjang. Abraham meletakkan makanan yang ia bawa itu di atas ranjang. segera Kenaya memakan makanan yang di bawakan oleh suaminya itu.
...*****...
Di salah satu apartemen yang tampak begitu mewah, terlihat seorang pria yang mangacak rambut nya frustasi. dia sudah berusaha menghubungi seseorang. namun, orang itu tidak juga ingin mengangkat nya.
"Sayang, ada apa dengan mu" ucap seorang wanita dengan tubuh polosnya, mendatangi pria itu.
"Tidak ada" ucap pria itu. menarik tangan wanita itu hingga duduk di pangkuannya. saat ini keduanya sama-sama polos, karena habis melakukan kegiatan panas mereka.
"Bohong! sekarang kau sudah berani membohongi ku ya" ucap wanita itu.
"Aku tidak membohongi mu Sayang" ucap pria itu. ia memutar-mutar jari telunjuk nya di put*ng dada milik wanita itu.
"Ah, Gerald" ucap wanita itu mendesah. saat Gerald memasukkan jari tengah nya ke inti wanita itu. Ya, pria itu adalah Gerald. pria sewaan Jerry yang saat itu membantu Yeon dan Jack agar bisa bersatu. saat ini ia berada di apartemen bersama dengan kekasihnya,Tiffany. "Ah, kenapa kau tidak memasukkan milik mu saja ke dalam. rasanya lebih nikmat" ucap wanita itu lagi.
__ADS_1
"Biarkan aku memberikan pemanasan untuk mu dulu" ucap Gerald. menghisap buah dada Tiffany yang terlihat begitu besar. "Aku sangat suka dengan dada mu yang terlihat besar seperti ini" ucap Gerald. meremas buah dada Tiffany.
Tiffany membalikkan tubuh nya agar menghadap ke arah Gerald dengan lebih leluasa. ia melingkarkan kedua kakinya di pinggang Gerald, sedangkan kedua tangan nya ia lingkarkan di leher Gerald. dan sedikit memundurkan tubuh nya. ia memegang alat pusaka Gerald yang sudah berdiri dengan tegak.
"Milik mu sudah berdiri, tapi kau tidak ingin memasukkan nya" ucap Tiffany. ia mengarahkan pusaka Gerald ke intinya, dan memajumundurkan pinggul nya hingga.....
Jleb!
Ah!
Suara desahan keluar dari mulut keduanya, saat pusaka milik Gerald sudah menancap di dalam sana. Gerald segera membalikkan tubuh mereka, hingga sekarang Tiffany berada di bawah nya. dan mereka pun kembali melakukan kegiatan panas mereka.
...*****...
Satu bulan kemudian.....
Tanpa terasa, satu bulan sudah usia kedua anak Abraham dan Kenaya. saat ini mereka sedang mengadakan acara di halaman mansion Abraham dan Kenaya yang baru. Abraham mengundang banyak orang untuk datang ke acara mereka hari ini. bahkan teman-temannya saat kuliah pun juga datang. begitupun dengan rekan-rekan bisnis Abraham. hanya satu saja sahabatnya yang tidak datang. Yaitu Kenzie.
"Aldriiixxx" ucap Yeon gemas. melihat keponakan laki-laki nya itu sedang berada di gendongan Abraham. ia mencubit pipi tembem bayi itu hingga bayi itu menangis dengan kencang. Abraham menatap adik sepupu nya itu dengan tajam.
"Tidak usah mengganggu nya" ucap Abraham kesal. "Cup, cup, cup. anak Daddy, jangan nangis Sayang" ucap Abraham lagi. mencium pipi anaknya. berusaha menenangkan anaknya yang masih saja menangis. namun, bukan nya mereda, tangisan Aldrix semakin kencang. membuat Abraham menjadi panik. Ia kembali menatap Yeon dengan tajam.
"Kau diamkan dia sudah" ucap Abraham kesal.
"Ini, kau beri Aldrix susu" ucap Abraham.
"Gendong Alice sebentar" ucap Kenaya. memberikan putri nya pada Yeon. "Sini, berikan Aldrix pada ku" ucap Kenaya. setelah Yeon mengambil Alice dari gendongan nya.
"Jangan kau bikin nangis lagi" ucap Abraham.
"Iya, iya. aku tau" ucap Yeon.
"Sudah jangan berdebat, nanti mereka menangis lagi" ucap Kenaya. Abraham dan Yeon pun terdiam.
"Di mana Jack" ucap Abraham.
"Dia masih berada di kamar" ucap Yeon.
"Kau disini dulu bersama Yeon. aku ingin ikut yang lainnya menyambut tamu yang datang" ucap Abraham. Kenaya hanya menganggukkan kepalanya. Abraham pun segera pergi untuk menyambut para tamu yang datang ke acara mereka malam ini.
"Wah, selamat Tuan Abraham. atas kelahiran putra putri Anda" ucap salah satu rekan bisnis Abraham, Mark. ia mengulurkan tangan nya pada Abraham untuk berjabat tangan.
"Terima kasih Tuan Mark" ucap Abraham. membalas uluran tangan Mark. keduanya pun sibuk berbincang-bincang tentang bisnis dan kehidupan mereka sehari-hari. hingga Ema datang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Abraham, acara nya sudah mau di mulai" ucap Ema.
"Ah, baik Mom" ucap Abraham. Ema pun kembali meninggalkan keduanya. "Mari, Tuan Mark" ucap Abraham lagi. mempersilahkan Mark untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan. sementara Abraham, melangkahkan kakinya nya ke arah panggung yang sudah mereka siapkan dan memulai acara nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Di beberapa episode aku masukin beberapa cuplikan-cuplikan untuk cerita nya Yezy dan Gerald. kalian tinggal tebak aja, kenapa Yezy bisa berubah. dan apa masalah dia sama Gerald yang sebenarnya😊😊