
Warning!!! 21+🔥
yang masih di bawah umur silahkan skip.
.
.
.
.
.
Saat Abraham sudah tiba di rumah sakit ia bertemu dengan Jerry yang sudah menunggu nya dari tadi.
"Ayo. aku akan mengantarkan mu" ucap Jerry. Abraham pun mengangguk.
Segera mereka pergi ke tempat Kenaya di rawat. saat sudah tiba di depan ruangan itu Abraham langsung mendatangi Sherly yang sedang duduk di kursi, menunggu Kenaya selesai di periksa.
"Apa yang sebenarnya terjadi" ucap Abraham. Sherly menatap Abraham dengan tajam, ini semua gara-gara Abraham. batinnya.
"Dia pingsan saat kami ingin ke kantin. ini semua gara-gara diri mu yang lebih mementingkan pekerjaan mu di bandingkan istri mu. Kenaya pasti stres dengan sifat mu yang seperti itu" ucap Sherly. saat Abraham ingin berbicara dokter datang menghampiri mereka, membuat Abraham mengurungkan niatnya.
"Siapa wali pasien" ucap dokter itu.
"Saya dok, saya suaminya" ucap Abraham. "Bagaimana keadaan istri saya" ucap Abraham lagi.
"Keadaan pasien baik. tapi jangan membuat nya stres dan juga kelelahan. karena itu bisa berdampak buruk untuk kandungan nya" ucap dokter itu. membuat ketiga nya terkejut.
"Kandungan? itu artinya istri saya sedang hamil dok" ucap Abraham. dokter itu mengangguk.
__ADS_1
"Agar lebih pasti. sebaiknya anda bawa istri anda ke dokter kandungan" ucap dokter itu.
"Baik dok Terima Kasih" ucap Abraham.
"Sama-sama" ucap dokter itu.
"Apa saya bisa melihat istri saya" ucap Abraham.
"Sihlakan. istri anda sudah sadar" ucap dokter itu.
"Baiklah. sekali lagi Terima kasih dok" ucap Abraham. dokter itu mengangguk, dan pergi meninggalkan mereka yang masih berdiri disana.
"Abraham, aku duluan. aku ingin menjemput kekasih ku di bandara" ucap Jerry. Abraham hanya mengangguk. segera Jerry pergi dari sana.
"Aku akan menunggu Kenaya di sini" ucap Sherly. saat Abraham menatap ke arah nya. Abraham segera masuk ke dalam ruangan tempat dimana Kenaya di rawat.
...*****...
"Sayang" ucap Abraham. saat melihat Kenaya yang sedang duduk di ranjang pasien.
"Aku datang untuk menjenguk mu" ucap Abraham. berjalan mendekati Kenaya.
"Apa peduli mu. kau kan hanya mempedulikan pekerjaan mu saja" ucap Kenaya.
"Sayang, maafkan aku. aku...."
"Keluar! aku tidak ingin melihat mu" ucap Kenaya. memotong ucapan Abraham.
"Sayang....."
"Ku bilang keluar! apa kau tidak dengar" ucap Kenaya lagi. memotong ucapan Abraham. Abraham menghela nafas nya ia pasrah dia pun segera keluar. dadanya begitu sesak saat Kenaya mengusirnya, itu berarti Kenaya masih marah pada nya.
__ADS_1
...*****...
Sementara Kenaya, ia terisak saat Abraham keluar dari ruangan nya. Kenaya mengelus perutnya, ia tau saat ini ia sedang hamil. karena tadi dokter sempat memberitahu dirinya.
"Daddy mu sekarang berubah nak. dia lebih mengutamakan pekerjaan nya daripada Mommy" ucap Kenaya terisak. apalagi saat ia mengingat perjalanan cinta nya dengan Abraham, saat Abraham mengambil kesuciannya waktu itu.
Flashback on
"I love you" ucap Abraham. setelah ia melepaskan ciuman mereka.
"I love you to" ucap Kenaya. mereka pun kembali berciuman dengan mesra.
Abraham mulai melangkah kan kakinya untuk membawa Kenaya ke dalam apartemen tanpa melepaskan ciuman mereka. ia menutup pintu apartemen Kenaya dengan kakinya. menyandarkan tubuh Kenaya ke tembok ia terus mencium Kenaya dengan mesra. lama kelamaan ciuman mereka menjadi buas. Abraham meremas buah dada milik Kenaya. membuat wanita itu mendesah.
"Ah" desah Kenaya. di balik ciuman mereka. Abraham melepaskan ciuman mereka, dan menatap Kenaya dengan penuh nafsu begitu pun dengan Kenaya.
"Boleh kah aku melakukan nya" ucap Abraham dengan suara serak. Kenaya yang sudah bernafsu pun mengangguk.
Abraham segera melepaskan pakaian mereka. sampai mereka benar-benar polos. Abraham mengarahkan pusaka nya ke inti Kenaya dan menghentak-hentakkan nya.
"Ah" desah Kenaya. saat pusaka Abraham masuk ke intinya.
Abraham mulai menggerakkan tubuhnya, menghentak-hentakkan pinggulnya dengan begitu lembut, agar Kenaya tidak kesakitan. karena ia tau ini pertama kalinya untuk Kenaya dan juga dirinya. terihat dari milik Kenaya yang masih sempit dan juga ada darah suci Kenaya yang keluar dari intinya.
Tidak puas melakukan nya dengan hanya berdiri saja. Abraham langsung mengangkat tubuh Kenaya. menggendongnya menuju kamar Kenaya tanpa melepaskan penyatuan mereka. Kenaya melingkarkan kedua kakinya nya di pinggang Abraham, sementara kedua tangan nya ia lingkarkan di leher Abraham. bibir mereka masih tetap berciuman, *******, menghisap dan saling membelitkan lidah mereka.
Saat sudah tiba di kamar Kenaya, Abraham membaringkan tubuh Kenaya ke ranjang dengan lembut. ia mulai menggerakkan tubuhnya, Abraham menaikturunkan pinggulnya. Kenaya terus mendesah, membuat Abraham semakin mempercepat ritme nya.
"Ah, ah, ah" desah Kenaya. saat Abraham mempercepat ritme nya. Kenaya meremas rambut Abraham dan menenggelamkan kepala Abraham di belahan dada nya. sementara kedua kakinya masih melingkar di pinggang Abraham.
Dua jam mereka melakukan percintaan panas mereka. saat sudah mencapai puncaknya mereka mengerang bersama. Abraham cepat-cepat mengeluarkan pusaka nya dari inti Kenaya. saat pusaka nya itu akan mengeluarkan bisanya.
__ADS_1
Abraham tersenyum melihat Kenaya yang kelelahan akibat kegiatan panas mereka. hilang sudah kesucian Kenaya, ia sudah memberikan semuanya pada Abraham. sekarang ia bukan lagi wanita suci. begitu pun dengan Abraham, dia bukan lagi pria yang masih perjaka. ia sudah memberikan keperjakaan nya pada Kenaya.
Flashback off