
Abraham yang mendengar ucapan Mommy dan juga istrinya, hanya bisa tersenyum masam. memang benar apa yang di katakan oleh Mommy dan juga istrinya. dirinya terlalu sibuk bekerja, hingga membuat istrinya itu kurang mendapatkan perhatian darinya.
"Maaf" lirih Abraham. namun masih bisa di dengar oleh keduanya.
"Makannya, jadi suami itu harus lebih perhatian sama istrinya. coba lihat Daddy mu dan juga Daddy mertua mu itu. sesibuk-sibuknya mereka, mereka tetap bisa membagi waktu dengan istri dan anak mereka. ini kau, di rumah pun kau bekerja sampai-sampai mengabaikan istri mu, kecuali di atas ranjang" ucap Ema. "Jika seperti ini kan, kau juga yang susah. sudah di cuekin sama istri tidak dapat jatah lagi. cobalah lihat dirimu yang sekarang, sedikit berantakan. kumis mu dan juga jenggot-jenggot mu itu sudah mau lebat karena tidak ada Kenaya yang mengurus mu. baju mu jika pergi bekerja juga sedikit kumal, karena tidak ada istri mu yang mengurus mu" ucap Ema lagi.
Abraham yang mendengarkan Mommy nya bicara hanya bisa menundukkan kepalanya. yang di katakan oleh Mommy nya itu memang benar. selama sebulan ini dirinya sedikit kesusahan karena tidak ada Kenaya yang mengurus nya. mungkin karena ia sudah terbiasa dengan Kenaya, bahkan saat dirinya dan Kenaya masih pacaran waktu itu Kenaya lah yang selalu menyiapkan kebutuhan nya karena ia selalu menginap di apartemen Kenaya. dan selama sebulan ini dia juga merasa telah kehilangan Kenaya. selama ini Kenaya selalu mengurus dirinya, selalu menyiapkan semua kebutuhan nya. walaupun dirinya yang selalu mengutamakan pekerjaannya daripada istrinya, Kenaya tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri. lalu, apa yang kurang dari istri nya, tidak ada. Kenaya selalu memberikan seluruh perhatian pada dirinya, apalagi setelah mereka menikah. sedangkan ia? ia malah lebih banyak memberikan perhatian nya pada pekerjaan nya.
"Hei, kenapa kau diam saja. kau dengar tidak apa yang Mommy katakan" ucap Ema. membuyarkan lamunan Abraham.
"Iya Mom" ucap Abraham.
"Mom aku lelah. aku ingin istirahat dulu" ucap Kenaya.
"Kalau begitu istirahat lah. kau tidak boleh terlalu lelah, kau tidak boleh....." ucapan Ema terpotong karena Abraham menyelanya.
"Mom. biarkan aku mengantar Kenaya ke kamar" ucap Abraham. ia memang sengaja memotong ucapan Mommy nya yang terlalu banyak bicara itu.
"Ah, baiklah. kalau begitu istirahat lah" ucap Ema. segera Abraham mengantar Kenaya ke kamar menggunakan lift.
...*****...
Saat sudah tiba di dalam kamar. Kenaya segera menghempaskan tangan Abraham. ia belum memaafkan Abraham. hatinya masih sangat sakit saat mengingat Abraham menampar nya waktu itu dan mengatakan pada nya bahwa dirinya tidak perlu lagi kembali.
"Sayang, ayolah. jangan seperti ini terus" ucap Abraham memelas. dada nya begitu sesak, setiap menerima penolakan dari Kenaya.
"Kau yang membuat ku seperti ini padamu" ucap Kenaya ketus. "Hati ku masih benar-benar sakit saat mengingat kau menampar ku waktu itu" ucap Kenaya lagi. lalu ia pergi meninggalkan Abraham yang masih berdiri dekat pintu dan masuk ke dalam walk in closed. Abraham hanya bisa menghela nafasnya, dengan seiring berjalannya waktu Kenaya pasti akan memaafkan dirinya.
...*****...
Malam pun tiba. usai makan malam Abraham dan Kenaya langsung masuk ke kamar mereka. Abraham tidak lagi sibuk dengan pekerjaan nya. ia sedang duduk di sofa sambil menatap ke arah Kenaya yang sedang sibuk memakai kutek nya. apalagi Kenaya saat ini sedang memakai gaun tidur yang begitu seksi, hanya dengan tali yang kecil seperti spageti di pundak nya dan panjang gaun nya hanya di atas lutut. sungguh saat ini miliknya sudah bangun di dalam sana. ingin rasanya Abraham mengajak istri nya itu mendesah bersama di atas ranjang. tapi apa lah daya Kenaya belum bisa memaafkan nya.
__ADS_1
"Kau tidur di sofa dan aku tidur di atas ranjang" ucap Kenaya. tanpa melihat ke arah Abraham. ia meniup-niup kuku nya yang sudah ia beri warna itu.
"Kenapa" ucap Abraham.
"Aku malas dekat-dekat dengan mu" ucap Kenaya.
"Kenapa kau malas dekat-dekat dengan ku" ucap Abraham.
"Entahlah. mungkin anak mu ini tidak mau dekat-dekat dengan mu" ucap Kenaya. membuat Abraham mendengus kesal.
Kenaya mengambil satu bantal dan berjalan ke arah Abraham yang sedang duduk di sofa.
"Ini" ucap Kenaya. memberikan bantal itu pada Abraham. Abraham pun menerima nya.
Abraham menelan saliva nya, saat melihat put*ng dada Kenaya dari balik gaun yang di kenakan oleh nya karena tidak memakai bra. apalagi paha putih mulus Kenaya itu loh, ingin sekali ia menerkam istri nya itu saat ini juga. tapi ia berusaha menahan hasrat nya yang sudah meluap-meluap. sungguh saat ini Abraham sangat merindukan belaian istri nya. ia tidak mau seperti ini terus, ia sangat tersiksa. apalagi miliknya yang sudah bangun daritadi di dalam sana.
"Tidur lah. besok kan kau harus pergi bekerja" ucap Kenaya menyindir. membuat Abraham mendengus kesal.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
guys, aku mau tanya sekali lagi. menurut kalian cerita ini alurnya terlalu cepat gak?? karena ada yang komen dan bilang alurnya terlalu cepat. nanti kalo aku bikin alurnya lambat, di bilang terlalu bertele-tele dan bosan bacanya. aku bikin cepat juga salah. jadi aku harus bagaimana, bikin cerita itu gak gampang. dan juga aku bukan orang yang terlalu bertele-tele aku itu orang nya langsung pada intinya. kalo belum mengerti dengan cerita nya silahkan di baca ulang.