CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
LAGI, LAGI DAN LAGI 21+


__ADS_3

Sinar matahari menembus gorden jendela apartemen Kenaya. sepasang kekasih itu masih terlelap karena kelelahan akibat pertempuran panas mereka tadi malam. Abraham mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari hari itu. ia melihat ke arah Kenaya dan tersenyum melihat kekasih nya yang masih terlelap.


"Sayang" bisik nya. namun tak ada respon dari sang kekasih.


"Sayang, ayo bangun" bisik nya lagi. Kenaya hanya bergumam. karena Kenaya tak kunjung bangun Abraham pun menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya. Kenaya pun langsung terbangun dan menatap Abraham dengan tajam, sementara Abraham hanya tersenyum.


"Kenapa sih" ucap Kenaya kesal.


"Ayo Sayang kita lakukan lagi" ucap Abraham tanpa dosa. membuat Kenaya kesal, apakah Abraham tidak lelah. mereka melakukan nya semalam sampai delapan kali, dan mereka melewatkan makan malam. bayangkan saja mereka melakukan nya dari jam delapan malam sampai jam sebelas malam.


"Apa kau tidak lelah" ucap Kenaya.


"Aku tidak lelah Sayang" ucap Abraham.


"Tapi aku masih sangat lelah" ucap Kenaya.


"Aku tidak, ayolah Sayang kita lakukan lagi. kau kan juga tidak ada kelas hari ini" ucap Abraham merengek seperti anak kecil.


"Nanti saja, aku masih lelah" ucap Kenaya. kembali berbaring dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Abraham tidak tinggal diam, ia kembali menarik selimut itu dan merangkak ke atas tubuh polos Kenaya. ia langsung melahap buah dada Kenaya, membuat Kenaya mendesis. karena hanya itu yang akan membangkitkan gairah bercinta Kenaya jika Abraham menyentuh dada nya. Abraham mendongakkan kepalanya dan tersenyum saat melihat Kenaya yang sudah bergairah. Abraham mencium bibir Kenaya, mengeluarkan lidah nya dan menyapuh rongga-rongga mulut Kenaya begitupun dengan Kenaya ia membalas permainan lidah Abraham. lidah kedua nya saling membelit. ciuman Abraham turun ke leher jenjang milik Kenaya, memberikan tanda kepemilikan di sana. ia menjilat leher Kenaya membuat Kenaya mendesah karena merasa geli. jilatan nya turun ke buah dada milik Kenaya dan menghisap put*ing nya, layaknya seperti seorang bayi. Abraham kembali menjilat dada Kenaya, dan turun ke perutnya. jilatan Abraham pun semakin turun ke inti Kenaya, ia memainkan lidahnya di sana. Kenaya meremas rambut dan menekan kepala Abraham di sana. ia mendesah saat Abraham memasukkan lidahnya ke intinya. setelah puas bermain-main dibawah sana Abraham kembali naik dan mencium bibir Kenaya, tangannya meraba-raba nakas yang ada di samping ranjang, ia mengambil alat pengaman nya. setelah ia mendapatkan nya, Abraham menegakkan tubuh nya dan memakai alat pengaman nya. ia mengarahkan pusakanya ke inti Kenaya. menghentak-hentakkan pinggulnya hingga...


Jleb!


Pusakanya masuk ke inti Kenaya dengan sempurna, membuat Kenaya mendesah.


"Ah" desah Kenaya. ia mencengkram lengan Abraham.


Abraham kembali melanjutkan aksinya, ia menghentak-hentakkan pinggulnya membuat Kenaya semakin mendesah. Kenaya mencengkram lengan Abraham dengan kuat, hingga Abraham tiba-tiba saja membalikkan tubuh mereka, membuat ia yang sekarang berada di atas Abraham.


"Kenapa" ucap Kenaya.


"Kau yang memimpin" ucap Abraham.


Kenaya menurut, ia mulai menghentak-hentakkan pinggulnya. satu tangan Abraham meremas buah dada Kenaya, sementara satu tangannya lagi meremas bokong Kenaya.


"Ah, ah, ah" desah Kenaya. sambil bergerak di bawah sana.


"Lebih cepat lagi Sayang" ucap Abraham dengan mendesah pula. ia memegang pinggul Kenaya dengan kedua tangannya, agar Kenaya mempercepat ritme nya.


Kenaya pun mempercepat ritme nya di bantu oleh kedua tangan Abraham yang berada di pinggulnya. ia menghentak-hentakkan pinggulnya dan terkadang menaikturunkan pinggulnya. Abraham kembali membalikkan tubuh mereka saat melihat Kenaya yang mulai kelelahan dan ritme nya yang mulai berkurang. Abraham kembali menghentak-hentakkan dan menaikturunkan pinggulnya saat ia sudah berada di atas Kenaya.


"Ah, ah, ah. lebih cepat Sayang lebih cepat" ucap Kenaya mendesah.


Abraham pun semakin mempercepat ritme nya. membuat Kenaya semakin mendesah dengan nikmat. Kenaya mencengkram bahu Abraham, merasakan nikmat yang diberikan oleh Abraham.

__ADS_1


Dua jam sudah mereka melakukan pergulatan panas mereka, namun mereka belum juga puas. mereka beguling-guling di atas ranjang bergantian untuk memimpin permainan mereka. Abraham terus menghentak-hentakkan pinggulnya dan terkadang ia juga menaikturunkan pinggulnya, begitupun dengan Kenaya saat mereka mengganti posisi.


Setelah beberapa jam kemudian baru lah mereka menyelesaikan aktivitas mereka, Abraham ambruk di atas tubuh Kenaya setelah mereka mencapai puncaknya. nafas mereka tersenggal-senggal.


Huh huh huh huh


Deru nafas mereka saling bersahutan. Abraham masih berada di atas tubuh Kenaya, ia masih enggan untuk melepaskan penyatuan mereka.


"Rasanya sangat nikmat" ucap Abraham. ia melahap buah dada Kenaya seperti anak bayi yang sedang menyusu. satu tangannya menggenggam buah dada Kenaya yang satu nya seolah-olah takut ada yang mengambil nya.


"Ssshhh. kau benar Sayang, rasanya benar-benar nikmat" ucap Kenaya mendesis. saat Abraham menggigit kecil put*ng nya.


"Jika aku tau becinta akan senikmat ini, aku pasti sudah melakukan nya seperti kedua sahabat ku" ucap Abraham. Kenaya yang mendengar itu langsung mendorong tubuh Abraham hingga penyatuan mereka lepas, ia menatap Abraham dengan tajam.


"Sa...sayang" ucap Abraham terbata. ia merutuki dirinya saat menyadari apa yang barusan ia katakan.


"Berani nya kau mengatakan itu di depan ku dan setelah kita melakukan nya" ucap Kenaya ketus.


Abraham semakin menciut, saat melihat Kenaya yang marah pada nya dan menatap tajam diri nya. ia meraih tangan Kenaya namun langsung di tepis oleh Kenaya.


"Sayang, jangan salah paham" ucap Abraham. ia mencoba untuk meraih tangan Kenaya.


"Apa maksud mu berkata seperti itu" ucap Kenaya masih dengan ketus.


"A...aku tidak bermaksud untuk mengatakan seperti itu Sayang. ku bilang kan jika" ucap Abraham.


"Iya Sayang, aku tidak akan macam-macam di belakang mu. hanya dirimu yang ada di hati ku" ucap Abraham.


"Pesanlah makanan untuk makan siang kita. kita belum makan dari tadi malam, aku ingin mandi dulu" ucap Kenaya. ia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


Abraham menurut, ia mengambil ponselnya di atas nakas dan memesan makanan untuk mereka. setelah selesai ia kembali meletakkan ponsel nya di atas nakas dan beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dengan keadaan polos. menyusul Kenaya untuk mandi bersama.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Panas sekali di sini🔥😆


__ADS_2