
Abraham pulang dari kantor nya bersama dengan Jack yang berada di belakang nya. Abraham memasuki lift untuk menuju ke kamar nya dan Kenaya. seharian tidak bersama dengan Kenaya membuat Abraham begitu merindukan istri nya. sementara Jack, ia duduk di sofa ruang tengah. hingga Yeon yang mendapati nya yang sedang duduk sambil bermain ponsel pun datang menghampiri Jack.
"Ternyata di sini ada Jack, si tampan ku" ucap Yeon. duduk di sofa depan Jack. sementara Jack hanya mendengus kesal dan menatap Yeon tajam. "Jangan menatap ku seperti itu. nanti kau jatuh cinta padaku" ucap Yeon lagi. dengan senyum yang mengembang di wajah nya.
Jack tidak menggubris ucapan Yeon. ia kembali menatap ponselnya tanpa mempedulikan Yeon yang daritadi hanya menatap dan tersenyum pada nya.
"Jack, apa kau ingin menjadi kekasih ku" ucap Yeon. Jack kembali menatap Yeon dengan tajam.
"Sudah saya katakan, saya sudah mempunyai kekasih Nona" ucap Jack dingin.
"Kau putuskan saja kekasih mu. lalu jadi lah kekasih ku. bagaimana, kau mau" ucap Yeon.
"Tidak" ucap Jack tegas.
"Tapi aku ingin kau menjadi kekasih ku" ucap Yeon.
"Saya tidak bisa Nona. Anda bukan tipe saya" ucap Jack. membuat hati Yeon sakit. apa kurangnya dia. menurut Yeon dirinya juga cantik.
"Lalu bagaimana tipe wanita yang kau sukai" ucap Yeon.
"Anda tidak perlu tau" ucap Jack.
"Kenapa" ucap Yeon.
"Apa pentingnya saya memberitahu tipe wanita yang saya sukai ke Nona" ucap Jack. "Nona bukan siapa-siapa saya" ucap Jack lagi dingin.
"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi" ucap Yeon. ia bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Jack begitu saja.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks. kenapa aku harus jatuh cinta pada batu es itu" ucap Yeon setengah terisak. "Untuk sekarang aku memang bukan siapa-siapa mu. tapi di kemudian hari, aku akan menjadi siapa-siapa mu" ucap Yeon menyeringai. ia berjalan ke arah nakas dan mengambil ponselnya. lalu menghubungi seseorang.
"Huuaaa, kak Jerry hati ku sangat sakit" ucap Yeon. saat Jerry mengangkat panggilannya.
Jerry yang saat ini sedang berbaring di kamar tamu yang sudah di siapkan untuk nya di rumah Greyson pun di buat heran karena Yeon menghubungi nya.
"Kenapa hati mu bisa sakit" ucap Jerry.
"Kakak tau, saat ini Jack sedang berada di rumah uncle Edward. dan tadi, aku sempat bertemu dengan nya lalu meminta nya untuk menjadi kekasih ku, tapi dia tidak mau karena ia sudah memiliki seorang kekasih. dan kakak tau, apa yang lebih menyakitkan. dia mengatakan bahwa aku bukan siapa-siapa nya. padahal aku hanya bertanya wanita seperti apa yang dia inginkan. tapi dia mengatakan itu pada ku. hiks hiks" ucap Yeon. sedikit terisak.
"Apa kau masih ingat apa yang aku katakan padamu waktu itu" ucap Jerry di seberang sana.
"Iya. aku masih ingat" ucap Yeon.
"Kalau begitu, kau harus berusaha mengejarnya. tapi, jika Jack tidak juga luluh. kau harus berhenti mengejarnya dan berpura-pura lah tidak menyukai nya lagi" ucap Jerry.
"Berapa lama aku harus mengejarnya" ucap Yeon. Jerry tampak berpikir di seberang sana.
"Bagaimana jika satu bulan? tidak-tidak, satu bulan terlalu lama. aku tidak mau kau mengejarnya terlalu lama. yang ada dirimu yang terlihat kasihan karena mengejar seorang pria" ucap Jerry. "Bagaimana jika dua minggu saja. ya, dua minggu saja. kau harus mengejar nya selama dua minggu. tapi jika selama dua minggu Jack tidak juga luluh dengan mu. kau harus berhenti mengejarnya dan berpura-pura lah tidak menyukai nya. apa kau mengerti Yeon" ucap Jerry.
"Iya, aku mengerti. tapi kak, dua minggu itu terlalu sebentar" ucap Yeon.
"Tidak, kau percaya saja padaku. pasti saat kau berhenti mengejarnya setelah dua minggu itu dia akan merasa kesepian. karena tidak ada lagi yang mengejarnya. nanti aku akan menyewa pria untuk membuat nya cemburu" ucap Jerry.
"Apa kak Jerry yakin jika Jack akan kesepian saat aku tidak lagi mengejarnya dan ia akan cemburu saat melihat ku dengan pria lain" ucap Yeon.
"Aku yakin pasti Jack akan kesepian dan cemburu saat melihat mu dengan pria lain" ucap Jerry.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Yeon. saat ia akan mematikan panggilan mereka. ia mendengar ada suara seorang wanita di seberang sana.
"Jerry, aku lapar lagi. tolong belikan aku makanan" ucap Celin. yang mendatangi Jerry di kamar tamu. "Sebentar Sayang" ucap Jerry.
"Yeon sudah dulu. aku harus membelikan si Nyonya makanan. nanti dia mengamuk" ucap Jerry lagi.
"Itu siapa kak" ucap Yeon penasaran.
"Calon istri ku" ucap Jerry. "Sudah dulu. aku akan mematikan panggilan nya. dan ingat, dua minggu kau harus mengejarnya" ucap Jerry.
"Iya kak" ucap Yeon. Jerry pun segera mematikan panggilan nya dengan Yeon.
"Huh! kita lihat, apakah kau akan luluh dengan ku selama dua minggu" ucap Yeon. menghela nafasnya.
"Kau ingin makan apa lagi Sayang" ucap Jerry. menarik tangan Celin. membuat wanita itu duduk di pangkuan nya.
"Aku ingin makan pizza dan es krim" ucap Celin. melingkarkan tangan nya di leher Jerry. "Kau berbicara dengan siapa tadi" ucap Celin lagi.
"Yeon. dia curhat padaku" ucap Jerry.
"Yeon? adik sepupu nya Abraham?" ucap Celin. Jerry mengangguk. "Dia curhat apa padamu" ucap Celin.
"Dia menyukai asisten nya Abraham. dan aku menyuruh dia untuk mengejarnya selama dua minggu" ucap Jerry. Celin hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Sudahlah, kau carikan pizza dan eskrim untuk ku sekarang" ucap Celin. Jerry menganggukkan kepalanya dan menurunkan Celin dari pangkuan nya. lalu mereka keluar dari kamar. dan Jerry segera pergi mencari pesanan Celin.
YEON
__ADS_1