
Pagi harinya Abraham dan Kenaya sedang sarapan bersama kedua orang tua Abraham. hari ini Abraham lebih tampak terlihat berkharisma dan juga berwibawa dari hari sebelumnya saat Kenaya tidak ada di rumah.
"Tumben kau begitu rapi. biasanya tidak" ucap Edward.
"Kan sudah ada Kenaya yang mengurus nya" ucap Ema.
Ya, walaupun Kenaya masih belum memaafkan Abraham sepenuhnya. ia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. menyiapkan semua kebutuhan Abraham, kecuali di atas ranjang. biarkan saja Abraham tersiksa di situ, memang dia pikirin.
"Oiya. aunty Emi, kembaran Mommy akan datang ke sini nanti bersama dengan Yeon" ucap Ema.
"Kapan" ucap Edward.
"Nanti siang mereka sampai" ucap Ema.
"Yeon. kembaran Mommy itu orang Korea" ucap Kenaya. setahu Kenaya, nama Yeon itu hanya ada di korea.
"Bukan. suaminya yang dari Korea" ucap Ema
"Jadi kembaran Mommy itu menikah dengan orang Korea?" ucap Kenaya. seakan tak percaya, karena keinginan nya dulu ingin menikah dengan orang Korea. tapi apalah daya Tuhan mempertemukan dirinya dengan Abraham.
"Iya. kau tau Kenaya, Mommy itu dulu ingin sekali menikah dengan orang Korea. tapi Tuhan malah menjodohkan Mommy dengan Daddy nya Abraham" ucap Ema.
"Aku juga Mom. sebelum bertemu dengan Abraham. aku ingin sekali menikah dengan orang Korea. tapi Tuhan malah menjodohkan ku dengan Abraham" ucap Kenaya.
"Ah, seandainya saat itu Mommy mengikuti kembaran Mommy ke Korea. pasti jodoh Mommy orang Korea" ucap Ema.
"Iya. kapan-kapan kita ke Korea ya Mom" ucap Kenaya.
"Pasti. kalau perlu, saat kembaran Mommy itu kembali ke Korea kita bisa ikut" ucap Ema. Kenaya mengangguk kepalanya setuju.
"Iya. sekali-kali cuci mata" ucap Kenaya. membuat Abraham mendengus kesal.
Kedua wanita itu masih saja membahas perihal tentang Korea, membuat Abraham dan Edward terus mendengus kesal. karena Kenaya dan Ema terkadang suka membandingkan ketampanan mereka dengan laki-laki Korea. tidak tau kah mereka bahwa suami mereka yang paling tampan. batin keduanya.
...*****...
Siang harinya Kenaya dan Ema sedang duduk di ruang keluarga. hari ini Kenaya tidak masuk kuliah, karena masih kurang sehat. saat ini keduanya sedang menonton drama Korea di televisi.
"Astaga. tampan sekali Mom" ucap Kenaya histeris. saat melihat pemain the king eternal monarch.
"Ah, iya. tampan sekali. siapa itu tadi namanya" ucap Ema.
"Lee Min Ho" ucap Kenaya.
"Bukan. kalau dia Mommy sudah tau" ucap Ema.
"Jadi yang mana" ucap Kenaya.
"Itu. yang paling muda di antara mereka. siapa itu namanya. wo.. wo.. wo apa ya tadi" ucap Ema.
"Wo Do Hwan" ucap Kenaya.
"Iya yang itu" ucap Ema.
Keduanya terus bercerita sambil menonton drama Korea. tanpa terasa keduanya menghabiskan dua toples cemilan. bukan keduanya, tapi Kenaya. dirinya yang saat ini sedang hamil membuat ia begitu banyak makan dan juga mengemil, membuat tubuh nya sedikit berisi.
Saat keduanya sedang asik menonton, tiba-tiba ada suara seseorang yang menggema di rumah besar bak istana itu.
"Kaaakkk Emaaaa" ucap orang itu. membuat Kenaya dan Ema terkejut.
__ADS_1
"Yaampun Emiii. kau sudah sampai ternyata" ucap Ema. ia bangkit dari sofa dan datang menghampiri kembaran nya itu.
"Apa kabar mu kak" ucap Emi.
"Kabar ku baik. bagaimana dengan mu" ucap Ema.
"Kabar ku juga baik. oiya, tujuan pertama ku kesini adalah untuk melihat istrinya Abraham. karena waktu itu aku tidak bisa hadir di pernikahannya" ucap Emi.
"Kemari lah" ucap Ema. membawa kembaran nya itu menghampiri Kenaya yang sedang duduk di sofa.
"Ini istri Abraham kak?" ucap Emi.
"Iya" ucap Ema. Kenaya bangkit dari duduk nya dan mengulurkan tangan nya pada Emi.
"Kenaya aunty" ucap Kenaya. Emi pun membalas uluran tangan Kenaya.
"Omoo, omoo, omoo. keponakan ku itu memang pintar sekali mencari istri. kau cantik sekali Sayang. panggil aku, aunty Emi" ucap Emi. membuat Kenaya tersipu, karena di puji seperti itu.
"Baik aunty. ayo kita duduk" ucap Kenaya. mereka pun segera duduk di sofa.
"Kata mu Yeon juga ikut dengan mu" ucap Ema.
"Iya. dia masih ada di luar" ucap Emi.
"Kau tau tidak menantu ku ini anaknya siapa" ucap Ema.
"Anak siapa" ucap Emi.
"Dia ini anak nya Amanda dengan Alex" ucap Ema.
"Whatt?! kau tidak bohong kan kak" ucap Emi.
"Untuk apa aku berbohong" ucap Ema.
Ketiga nya asik mengobrol sampai suara seseorang menghentikan obrolan ketiga nya.
"Aunty Emaa" ucap orang itu.
"Yaampun Yeon. kau dan eomma mu ini benar-benar sama. suka sekali teriak-teriak" ucap Ema. menghampiri keponakan perempuan nya itu.
"Aku kan anaknya, tentu saja kami sama. oiya di mana kakak ipar" ucap Yeon.
"Itu dia sedang duduk dengan eomma mu. ayo" ucap Ema. keduanya menghampiri Emi dan Kenaya.
"Astaga. kakak ku sangat pintar mencari istri" ucap Yeon. membuat Kenaya tersenyum.
"Kenaya" ucap Kenaya. mengulurkan tangan nya.
"Yeon" ucap Yeon. membalas uluran tangan Kenaya. "Aku pikir, kakak ku itu bukan pria normal. karena ia tidak pernah terlihat dengan seorang wanita, teryata aku salah. dan selera nya. bukan main" ucap Yeon.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
KENAYA