
Abraham dan Kenaya sudah tiba di rumah sakit. mereka berjalan menuju ruangan dokter kandungan sambil bergandengan tangan. saat sudah tiba di ruangan, mereka di sambut oleh senyum hangat dokter itu.
"Ada Tuan dan Nyonya datang kemari. bukan kah pemeriksaan berikut nya minggu depan" ucap dokter itu.
"Dokter, kandungan saya baru berusia empat bulan. tapi kenapa terlihat besar" ucap Kenaya.
"Terlihat besar?" ucap dokter itu.
"Iya dok" ucap Kenaya.
"Coba saya periksa dulu. ayo ikut" ucap dokter itu. Kenaya dan Abraham mengangguk. keduanya pun mengikuti dokter itu.
Kenaya membaringkan tubuhnya. dokter itu pun mulai memeriksa kandungan Kenaya mengunakan alat usg. dokter itu tersenyum saat melihat ada dua bayi di dalam perut Kenaya.
"Wah. selamat untuk Tuan dan Nyonya. kalian mendapatkan baby twins" ucap dokter ini. membuat Abraham dan Kenaya tersenyum.
"Benarkah istri saya sedang mengandung baby twins dok" ucap Abraham antusias.
"Benar Tuan. itu liat bayi nya" ucap dokter itu. Abraham melihat ke arah monitor yang memperlihatkan anak-anaknya.
"Ternyata benar yang di katakan oleh aunty Emi" ucap Abraham. Kenaya mengangguk setuju.
"Tapi waktu itu dokter mengatakan anak kami hanya satu" ucap Abraham.
"Mungkin saat itu salah satu nya bersembunyi. jadi tidak kelihatan" ucap dokter itu. Abraham dan Kenaya mengangguk-anggukan kepala mereka.
"Jadi apa jenis kelamin mereka dok. apa kita bisa melihat nya" ucap Kenaya.
"Sebentar saya cek" ucap dokter itu. ia pun kembali mengecek, melihat ke arah monitor itu sambil menggerakkan alat usg itu di perut Kenaya. tak berapa lama dokter itu tersenyum.
__ADS_1
"Wah. mereka sepasang" ucap dokter itu tersenyum.
"Sepasang" ucap Abraham dan Kenaya bersama. dokter itu mengangguk
"Itu berarti, laki-laki dan perempuan" ucap Abraham antusias.
"Iya Tuan" ucap dokter itu.
Abraham langsung memeluk Kenaya dan mencium kening Kenaya mesra. sementara dokter itu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. lalu ia pergi meninggalkan sepasang suami istri yang sedang berbahagia itu.
...*****...
"Ternyata milik ku ini begitu hebat. dia langsung memberikan dua sekaligus. sepasang pula" ucap Abraham. tak henti-hentinya Abraham mengelus perut istri nya itu. saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil.
"Sayang, aku ingin makan" ucap Kenaya dengan manja.
"Kau ingin makan apa" ucap Abraham.
"Baiklah" ucap Abraham menurut. ia segera melajukan mobilnya menuju ke restoran tempat langganan nya dan Kenaya dulu.
...*****...
Keduanya sudah tiba restoran itu. mereka sedang menunggu pesanan mereka.
"Sayang, nanti setelah ini kita akan pergi ke kantor sebentar" ucap Abraham.
"Untuk apa" ucap Kenaya.
"Ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani" ucap Abraham.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Kenaya.
Saat pelayan datang. Kenaya menatap makanan yang di hidangkan itu dengan mata berbinar. kedua anaknya yang di dalam perut benar-benar lapar sekarang.
"Berdoa dulu Sayang" ucap Abraham mengingatkan. saat Kenaya ingin melahap makanan itu. Kenaya pun menurut, mereka berdoa di pimpin oleh Abraham.
"Makan" ucap Kenaya. setelah mereka berdoa.
"Apa kau begitu lapar" ucap Abraham.
"Bukan aku" ucap Kenaya. sambil melahap makanan nya.
"Lalu?" ucap Abraham. walaupun ia sudah tau jawabannya.
"Anakmu" ucap Kenaya. Abraham hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenaya pasti akan menjawab seperti itu jika menyangkut makanan. jika saja kedua anaknya yang masih ada di perut itu bisa bicara, pasti mereka akan langsung protes karena Kenaya selalu menggunakan mereka jika menyangkut makanan.
"Kenapa kau selalu memakai mereka jika menyangkut tentang makanan" ucap Abraham.
"Karena mereka yang ingin makan" ucap Kenaya.
"Jadi sebenarnya kau tidak ingin makan" ucap Abraham.
"Bukan seperti itu. ah sudah lah, kau tidak akan mengerti jika aku menjelaskan nya" ucap Kenaya.
"Bilang saja jika kau susah menjelaskan nya. jujur saja jika kau yang sedang lapar" ucap Abraham.
"Iisshh, ini keinginan anak mu. bukan aku, aku kan selalu menjaga pola makan ku" ucap Kenaya kesal.
"Benarkah?" ucap Abraham.
__ADS_1
"Tentu saja" ucap Kenaya. Abraham tersenyum melihat tingkah istri nya. Kenaya memang selalu seperti itu. karena ia tidak mau jika di bilang terlalu banyak makan.