Dia Istri Dalam Mimpi

Dia Istri Dalam Mimpi
Hilangnya Selaput Dara


__ADS_3

"Sebenarnya, aku sudah pernah menikah!" Harjunot melotot karena jawaban Fitri.


Jawaban Fitri terus memutar diotaknya. Entah mengapa tiba-tiba ada rasa kecewa dalam hatinya, seolah dia dibohongi oleh takdir. Dengan cepat, Harjunot menepis pikiran negatif itu. Jika takdirnya menikah dengan perempuan yang pernah menikah sebelumnya. Emang apa masalahnya? Bukankah itu lebih baik? Kalau pun dia sudah tidak perawan lagi, itu karena dia memberikan kesuciannya kepada suaminya terdahulu. Bukan kah itu lebih mulia,. Dan kesucian itu bukan tentang selaput dara yang hilang.


Fitri menatap wajah Harjunot, dia tahu suaminya itu shock dengan sebuah kebenaran.


"Mas Arjunot! Kecewa ya?"


Harjunot tersadar oleh suara lembut yang menggema ditelinga. "Ti-tidak! Tentu saja tidak! Apa pun yang ada di dirimu kekurangan dan kelebihan yang kau miliki. Aku harus bisa menerimanya, karena saat ijab qobul telah diucapkan. Disitulah seorang lelaki berjanji kepada Allah, untuk menerima kebaikan dan keburukan pasangan kita. Dan seorang lelaki harus siap mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya kelak. Maka, Fit kau jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku sudah berkomitmen dengan diriku sendiri. Bahwa siapa yang menjadi istriku dialah yang aku cintai, dan aku harus siap menerima kekurangan dan kelebihanl" Harjunot memegang kedua bahu istrinya.


"Meskipun status janda?" Mata keduanya bersitatap.


"Aku tidak memperdulikan statusmu itu! Sekarang kita ditakdirkan bersama, ya sudah kita jalanin saja. Kamu punya masa lalu, aku pun juga mempunyai masa lalu! Tapi kita, jangan selalu menengok ke belakang. Karena kalau itu terjadi, kita tidak akan bisa maju ke depan. Kita pakai cara 3M!"


"Menata, menatap dan memantapkan hati. Untuk masa depan yang cerah dan lebih baik. Dan percayalah bahwa Tuhan, sedang mempersiapkan kebahagiaan untuk kita!" Harjunot tersenyum tipis saat menatap istrinya.


Fitri sungguh amat bersyukur karena mendapatkan pendamping seperti Harjunot.


"Mas Arjunot, kok bisa seikhlas itu, menerima kenyataan ini?" Fitri ingin tahu kenapa Harjunot bisa seikhlas dan selegowo saat itu.


"Fit! Terkadang kita harus merasakan patah hati dan kegagalan berulang-ulang kali. Hingga benar-benar membuat kita, tidak terlalu banyak berharap kepada diri sendiri. Dan dengan apa yang kita kerjakan atau apa yang kita lakukan. Bahkan dengan seseorang yang kita banggakan."


"Dengan begitu, kita kayak pasrah gitu. Ya sudah, ini bukan yang pertama kali. Aku jatuh, aku patah atau apa yang aku rencanakan gagal total."


"Atau apa yang aku hanyalah tidak sesuai ekspektasi ku. Ini bukan akhir dunia, mungkin ini cara Allah! Membuat kita sadar bahwa, kita harus bergantung kepada-Nya dan hanya kepada Allah kita menempatkan harapan kita."


"Dan disitulah Tuhan Yang Maha Esa, membetuk kita untuk menjadi orang yang sabar dan kuat, intinya tahan banting."


"Mau dibanting kekanan-kekiri kek, yowes ra masalah! Karena kita sudah pernah ada diposisi seperti itu sebelumnya."

__ADS_1


"Jadi kalau pun gagal, atau sesuatu yang kita harapkan tidak sesuai ekspektasi. Ya sudah, kita enggak apa-apa, mungkin ini yang terbaik darimu Tuhan. Seperti yang, terjadi saat ini padaku! Kenapa aku seikhlas ini?"


"Semua itu karena Allah, yang menguatkan hatiku dan menyadarkan ku. Bahwa pilihan-Nya, jauh lebih baik daripada apa yang aku pikir baik!"


"Aku tidak menyangka, jika aku berjodoh dengan lelaki yang baik dan berhati mulia sepertimu!" Fitri tersenyum tipis.


"Aku tidak seperti yang kau kira, semua ini karena teman-temanku. Yang selalu memberikan nasehat dan pengetahuan tentang bagaimana cara menerima takdir yang telah Allah tetapkan!"


Benar yang pepatah bilang lingkungan mu menentukan siapa dirimu yang sesungguhnya. Kalau lingkungannya baik pasti saja kepribadian kita akan sama dengan mereka. Dan sebaliknya.


"Oh ...ya Fit! Sebenarnya kamu itu asli mana?"


"Sebenarnya Ibu dan Ayahku orang Prancis! Tapi saat usiaku sepuluh tahun, mereka meninggal. Jadi aku tinggal bersama Kakek! Kami adalah pengikut Budha! Terus saat umurku dua belas tahun, kita pindah ke Malaysia, disana Kakekku bertemu dengan Nenek!"


"Maksudnya, Nenek yang ditabrak Bapak?"


"Iya!"


"Bukan! Dia Nenek tiriku! Nah, setelah itu Kakek ingin menikah dengan Nenek! Tapi Nenek kan muslim dari Indonesia. Kalau nikah dia maunya sama lelaki muslim juga. Jadi Kakek, memutuskan untuk pindah agama. Itupun bukan hanya karena cinta saja, sebelumnya Kakek, saat remaja sering berpindah-pindah keyakinan."


"Tapi, kata Kakek setiap keyakinan yang ia pegang. Tidak bisa membuat dia mendapatkan ketenangan jiwa."


" Dan agama yang belum pernah beliau ikuti adalah Islam. Jadi Kakek, berpikir. Apa salahnya belajar tentang Islam mengenal tentang Tuhan."


" Dan disitulah Kakek baru sadar, jika Tuhan yang ia sembah itu harusnya itu mampu memberikan manfaat dan kemudaratan. Dan tentu saja hanya Allah, yang memiliki itu. Seharusnya tuhan itu, tidak rusak, tidak mati dan tidak dibuat oleh manusia. Dan Kakek, baru sadar jika apa yang dia sembah sebelumnya. Itu salah besar, tidak benar."


"Dan Isa Al-Masih putra Maryam itu adalah nabi Isa as, yang tak lain adalah beliau itu manusia. Dan beliau itu diciptakan Allah!"


" Tuhan semesta alam! Dengan kebesaran Allah. Dan yang benar itu Al-Masih Isa putra Maryam. Bukan Isa Al-Masih putra Maryam!" Fitri memberikan jeda sejenak sebelum membuka mulutnya kembali. "Dalam kitab suci Al-Qur'an dijelaskan bagaimana nama Al-Masih Isa putra Maryam itu ada. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

__ADS_1


"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih 'Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),"


(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 45)"


"Dilahirkan oleh seorang wanita sempurna, bernama Maryam tanpa seorang Ayah. Dan disitulah manusia harus sadar dan bisa berpikir bahwa Kekuasaan Allah sanglah Besar! Intinya yang namanya Tuhan, itu harus lebih kuat. Kalimat Mukholafatul Lilhawaditsi artinya berbeda dengan ciptaan-Nya.! Sangat jelas jika Tuhan, itu tidak sama dengan sesuatu apapun. Tuhan itu satu dan beda. Dan dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa"


"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya."


(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 98)"


"Harusnya kita berpikir bahwa, mereka yang kita sembah di dunia ini, tidak bisa menolong kita dari neraka yang Allah siapkan. Lantas mengapa kita tidak paham, jika dia yang kita sembah saja dibakar di neraka. Apalagi penyembah mereka, bagaimana mereka bisa berpikir secetek itu. Coba deh pelajari Al-Qur'an, pasti akan mendapatkan pertunjuk-petunjuk yang jelas disana! Jumlah kitab yang telah diturunkan sebanyak 114 kitab suci. Sedangkan yang wajib kita imani adalah 4 kitab besar, Taurat, Zabur Injil dan Al-Qur'an! Dan Al-Qur'an adalah kitab yang mencakup semua kitab-kitab sebelumnya. Begitu mulianya Al-Qur'an, hingga setiap ayat yang kamu baca itu. Terkadang ada jawaban, dari pertanyaanmu. Orang-orang hebat itu, karena belajar Al-Qur'an. Dalam Al-Qur'an dijelaskan banyak hal, dari yang kecil sampai yang besar semua dijelaskan dengan gamblang. Contohnya saja, bagaimana cara Allah menurunkan air hujan kebumi, kemudian menghilangkan air yang membasahi tanah, pernah enggak kita berpikir seperti itu. Kalau kamu ingin tahu, bagaimana cara Allah menghilangkan air itu. Maka pelajarilah Al-Qur'an!" Fitri mencolek hidung suaminya sambil terkekeh. Sedangkan Harjunot, terbengong karena Fitri sangat cerdas.


"Aku pernah mendengar, bahwa para istri, akan mempunyai sifat seperti istri-istrinya Rasullullah! Apa kau ini seperti Ummu Mumin Aisyah Radhiyallahu?" Harjunot bertanya, sedangkan Fitri tersenyum malu.


"Wah ... Fitri bersyukur jika itu benar! Tapi itu tidak benar Mas Arjunot! Ummu Mumin yang satu itu, sangat pintar dan cerdas! Aku begitu mengidolakannya!"


"Bahkan karena beliau kita bisa tahu apa yang Rasulullah! Lakukan saat dirumah, dari tulisan beliau kita bisa mengamalkan apa yang Rasulullah ajarkan, contoh kecil saja. Saat ada seorang mu'min tidak bisa tidur, dia bertanya bagaimana cara agar tidur."


"Rasulullah menjawab berdzikirlah! Dan itu Ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu Anhu, yang meriwayatkan! Kalau enggak salah begitu, Fitri kurang memahami. Jadi gagal paham!" Fitri terkekeh geli karena jawabannya sendiri.


"Hmmm ... makanya kalau baca jangan sampai koma harus sampai titik. Dan harus ditelaah biar lebih jelas. Biar kalau ngajarin suami, enak. Dan suami juga paham!" Harjunot mencubit kedua pipi istrinya.


"Aduh..."


"Aku rasa ini tidak sakit Fit?"


"Lah, kan Mas Arjunot yang nyubit ya enggak sakit dong! Yang kesakitan Fitri, yang dicubit! Huh! Fitri meniup wajah Harjunot. Membuat lelaki itu merem-melek.


"Oh ... ya Fit! Kakekmu mualaf, kamu langsung ngikut?"

__ADS_1


Fitri menggeleng, membuat Harjunot bingung.


...***...


__ADS_2