
Flashback
Setelah kepergian Harjunot, Fitri membuka matanya. Sebenarnya perempuan itu hanya pura-pura terlelap.
"Kenapa Mas Arjunot, enggak peduli sama aku?" tanya Fitri sambil mengelap air matanya. Perempuan itu bertanya sambil mengemudikan mobil.
"Selama ini aku selalu diam, mencoba untuk menjadi istri yang baik!"
"Aku tidak pernah mengeluhkan tentang apapun!"
"Banyak hal yang aku tahu, tapi aku tidak pernah mau menanyakan hal ini padamu langsung! Aku berpikir jika kamu akan berterus terang kepadaku! Tapi nyatanya itu tidak ada sampai saat ini!" Fitri memukul setir mobilnya pelan.
"Sejak saat pertama aku menjadi istrimu! Aku tidak tahu, apa kau memiliki kekasih atau tidak!"
"Akan tetapi saat kita bertamu dirumah atasanmu! Aku melihat gelagat yang aneh! Tepatnya saat, Arsy membukakan pintu untuk kita!" Fitri mengingat kejadian beberapa waktu silam.
"Bukan hanya itu Mas, tapi saat pertama kali! Kamu ingin aku membuat Kiss Mark dilehermu! Aku juga menemukan tanda merah di sana! Pertanyaanku itu punya siapa?" Fitri membelokkan setir mobilnya dengan gesit.
"Sebenarnya saat kau memintanya! Aku sangat bahagia, akan tetapi saat kau memintaku untuk memejamkan mata. Saat itulah aku menaruh sedikit rasa curiga padamu!"
"Mungkin kamu beranggapan, aku tidak melihat tanda itu! Tapi kau salah Mas, aku melihatnya!"
__ADS_1
"Jujur aku kecewa!" Fitri mengelap air matanya dengan satu tangannya.
"Setelah kejadian itu, aku beranggapan tidak akan ada lagi. Kejadian yang memalukan seperti itu! Tapi aku salah!" Fitri tersenyum getir.
"Kejadian itu ada di rumah kita! Di mana waktu itu ada Arsy disana!"
"Aku ingat betul! Setelah aku meninggalkan Rasya diluar untuk membenahi speedometer listrik! yang waktu itu mati! Aku memutuskan untuk masuk, tujuanku untuk memanggilmu agar kamu membantu Rasya!"
"Tapi apa yang aku dapati Mas?" Suara Fitri terdengar bergetar.
"Dua orang sedang beradegan romantis! Yang lelaki memeluk dari belakang, dan terjadi ******* yang membuat aku hiks, kenapa aku harus melihat hal itu huaaaaaa?"
"Kurang sabar apa aku Mas! Selama ini aku hanya diam! Tidak mau menanyakan hal ini padamu! Aku enggak mau, kamu marah! Aku enggak mau kamu merasa terhina!"
"Tapi kenapa kau mencium perempuan lain! Sampai-sampai kau tidak sadar akan kehadiranku! Dan betapa terkejutnya aku, saat dia menyatakan cintanya! Aku ingin sekali waktu itu, berteriak memarahi mu! Tapi aku urungkan, aku enggak mau pekerja lain memandang dirimu rendah! Aku memutuskan untuk ngumpet, agar kamu dan para tukang tidak melihat kehadiranku! Kurang sabar apa aku Mas? Hiks!" Fitri memejamkan matanya mengingat kejadian yang menyakitkan itu. Dia tidak sadar jika dia sedang mengemudi.
Saat dia sadar jika dia sedang mengemudi. Perempuan itu segera membuka matanya, namun kejadian naas terjadi! Saat mobil yang dikendarai Fitri hampir saja menabrak kucing. Perempuan itu memilih untuk membanting setir.
Brakkk! Mobil itu menabrak pembatas beton jalan tol. Sebelum menutup matanya Fitri tersenyum.
"Mas Arjunot aku mencintaimu! Aku bahagia saat kamu bilang"
__ADS_1
Fitri mengingat kejadian saat di rumah sakit. 'Maaf, Bu Guru! Setelah dua bulan aku bersama Fitri! Kini tak ada lagi ruang dihatiku untuk perempuan lain. Aku telah jatuh cinta dengan istriku itu!
'"A-ku-ju-ga Men-cin-tai M-as Al-ju-not!"
Fitri mengambil napas panjang, "La Ilaha Illa Allah!" Matanya menutup bibirnya tersenyum.
Melihat ada kerumunan yang membuat jalanan macet. Membuat paruh baya itu, membuka jendela kacanya.
"Kenapa macet ya Bang?" tanya Black yang duduk dikursi kemudi.
"Entahlah Black!" jawab Langit menggeleng.
"Terjadi kecelakaan!" teriak seseorang, yang membuat Langit kaget. Paruh baya itu memegangi dadanya.
"Inalillahi! Black, mobilnya kita tepikan sebentar! Kita coba lihat, kasian Black!"
Black mengangguk setuju. Setelah itu keduanya berlari ke TKP! Kedua lelaki itu belum melihat jelas mobil siapa.
Akan tetapi ketika jarak satu meter dari tempat kejadian perkara. Black tertegun saat melihat mobil putih itu.
"JUNOT BANG!" Black bertiak dan berlari kearah polisi yang sedang mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
"Ya Allah! Selamatkan dia!" Langit berlari mengejar Black.
Flashback off