Dia Istri Dalam Mimpi

Dia Istri Dalam Mimpi
Kalian Tahu Apa Tentang Cinta?


__ADS_3

Matanya kembali berkaca-kaca saat mengingat kejadian tadi.


Flashback!


"Apa boleh saya membantu?" Arsy berdiri dari duduknya.


"Jangan, kamu kan tamu disini. Jadi duduklah!" Fitri berbicara sambil membereskan piring kotor.


"Fit! Aku ke kamar dulu! Pak Agus menelponku!" Harjunot meninggalkan ruang makan, setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya.


Sekilas Arsy melirik kearah lelaki itu. Kemudian membuang napas perlahan. Entah mengapa dadanya begitu sesak.


"Tidak apa-apa, justru saya senang bisa membantu Kak Fitri! Setidaknya saya tidak hanya numpang makan disini!" Arsy terkekeh sambil membereskan wadah berisi lauk-pauk.


Sedangkan Rasya meninggalkan mereka. Untuk menerima panggilan dari Mamanya.


Arsy dan Fitri sudah ada di dapur, akan tetapi saat mereka sedang bercanda. Tiba-tiba lampunya mati.


"Kak Fitri!" panggil Arsy sambil tanganya meraba-raba. Mencari keberadaan Fitri, namun ia tidak menemukan perempuan berniqab.


Fitri segera menyalakan senter ponselnya kearah Arsy.


"Kamu disini dulu ya! Aku akan melihat ke sekeliling rumah. Yang mati ini punyaku saja, atau emang mati total!" Belum juga Arsy menjawab Fitri sudah meninggalkan dapur.


"Ja-jangan tinggalin saya sendiri!" Arsy ingin membututi Fitri. Tapi langkahnya terhenti karena tangannya menyenggol sesuatu.


Prang!


Harjunot yang ada dikamar mendengar suara itu. Ia memutuskan untuk berlari keluar kamar.


"Mati lampu segala! Apa mereka sudah pulang?" Lelaki itu menerka-nerka, tentang kepulangan tamunya.


Setelah sampai dapur yang remang-remang. Dirinya bisa menatap seseorang sedang berdiri membelakanginya. Punggungnya bergetar seperti ketakutan. Harjunot pun memutuskan untuk mendekati tubuh itu. Tanpa ia tahu punggung milik siapa. Ia langsung memeluknya.


...***...

__ADS_1


Sensasi hangat ia dapatkan tatkala ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Punggung yang tadinya bergetar perlahan sedikit menghilang. Ia pun memejamkan matanya karena merasakan dua hal yang bertolak belakang. Antara hati yang menolak dan tubuhnya yang menginginkan. Belum sempat ia meronta, kehangatan kembali ia dapatkan dibagikan pipinya. Matanya membulat karena ciuman dari seseorang yang tidak ia kenal. Entah mengapa bibirnya kelu untuk menghentikan aktivitas yang dilakukan seseorang itu kepadanya. Bukan pasrah, sungguh kenapa mulutnya membisu tidak bisa mengeluarkan satu kalimat saja.


"Emtttt!" Kalimat laknat itu telah keluar dari mulutnya. Membuat lelaki itu nampak menikmatinya.


"Sa-ya mo-hon jan-gan laku-kan ini!" Suaranya tersekat, tetapi membuat tubuh lelaki itu lemas seketika.


Bertepatan dengan itu lampu menyala.


...***...


Membuat mata lelaki itu membulat sempurna. Dan seketika itu ia melepaskan pelukannya. Segera ia mengusap bibir yang tadi digunakan untuk berciuman dan membuat tanda dileher perempuan. Yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Karena jijik dengan perilakunya.


"Menjijikkan," ujar Arsy sambil mengusap lehernya dengan kasar. Dan melewati Harjunot yang diam membisu.


Flashback End!


"Hiks! Aku benar-benar jijik dengan diriku sendiri!" ujarnya sambil mengusap rambutnya dengan kasar.


"Kenapa ini terjadi kepadaku! Kenapa? Disaat aku mencoba untuk menghapus cinta yang salah ini. Justru waktulah yang menginginkan kita untuk saling berdekatan? Kenapa? Aku lelah!" Tubuh itu merosot dari tembok yang ia gunakan buat bersandar.


...***...


Disisi lain pemuda itu sedang memikirkan sesuatu. Tapi otaknya tidak menjangkau untuk mencerna sesuatu yang belum ia pahami.


"Aaaaaaaaaa!" Rasya terlihat frustasi karena memikirkan apa yang ia lihat.


Flashback.


Rasya menatap Arsy yang hanya diam dan matanya tertuju kearah depan.


"Tiffu! Pakai seat belt nya!" perintahnya memberi tahu sahabatnya.


Akan tetapi Arsy hanya diam tidak menggubris ucapannya. Membuat dia berpikir sejenak. 'Apa yang terjadi pada Tiffu?' batinnya.


Rasya segera mengakhiri pikiran janggalnya. Pemuda itu mendekatkan tubuhnya. Untuk memasangkan sabuk pengaman pada sahabatnya.

__ADS_1


Saat jarak antara mereka sangat tipis. Tak sengaja ia menatap wajah Arsy. Matanya memulai turun kebawah dan betapa terkejutnya ia saat melihat tanda merah dileher sahabatnya.


Deru napasnya tersengal-sengal, Rasya segera menyelesaikan memasang sabuk pengaman untuk sahabatnya.


Flashback end!


"Tidak! Itu tidak mungkin!" Rasya menggeleng dengan cepat. Menampik pikiran kotor terhadap sahabatnya.


"Tidak-tidak Tiffu, dia wanita baik-baik. Tidak akan seperti itu!"


Rasya memejamkan matanya, seolah ingin tahu apa yang sebenarnya ia tidak ketahui.


"Tapi tanda itu ada saat kita baru jalan. Atau saat kita pulang dari rumah sahabatnya Om Langit?" tanyanya pelan dan menerka-nerka.


"Ah ...gua ini mikir apa sih. Tidak mungkin itu!" Dia menggeleng pelan saat kolase sahabatnya dengan suami Fitri melakukan keromantisan.


"Mas Arjunot! Jika melihat dari tampangnya. Dia bukan tipikal orang yang buruk. Wajahnya sangat berkarisma, tidak mungkin menghiyanati istrinya. Ini hanya otaku saja yang sudah


terkontaminasi. Oleh setan biadab!" Rasya menyangkal semua tuduhan yang baru saja keluar dari otaknya.


...***...


"Bodoh! Kenapa enggak bisa membedakan mana istri mana orang lain. Jelas-jelas pakaiannya saja beda! Kenapa aku tidak berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu!" Sesalnya karena kejadian memalukan yang ia lakukan.


"Aku mengira mereka sudah pulang, dan aku berpikir jika yang aku peluk adalah istriku." Mungkin saja waktu itu Harajunot beranggapan Fitri sudah membuka kerudungnya. Karena kedua tamunya sudah berpamitan pulang.


"Sekali lagi tubuhku telah mengkhianatimu Fit! Maafkan aku!"


"Tidak pernah tergambar dalam benakku. Aku menjadi lelaki penghianat. Aku ingin keluar dari semua ini. Aku Ingin menjadikan Fitri sebagai Ratu dihatiku. Tuhan, tolong cabut perasaan aneh ini dalam diriku!"


"Biarkanlah hatiku menulis satu nama yaitu istriku! Aku mohon Tuhan, aku tidak sanggup menghiyanati istriku. Tapi kenapa diruang hatiku yang paling dalam. Ada ruang yang tersisa untuk perempuan lain! Aku harus bagaimana Tuhan?" Harjunot berdiri dibagian jendela kamar sambil menatap langit dengan wajah sendu.


Rumittttt....


Author baik banget Ayi dapat balasan tanda dari Harjunot...

__ADS_1


__ADS_2