
Harjunot membuka matanya perlahan, badannya terasa pegal-pegal semua. Lelaki itu merenggangkan otot sambil menguap. Matanya menatap jam dinding yang menggantung ditembok.
"Astagfirullah, kurang lima menit lagi matahari terbit!" Harjunot berlari ke kamar mandi dengan tergesa-gesa. Lelaki itu mengambil wudhu dan mengerjakan shalat subuh. Tepat saat salam kedua bayinya nangis. Lelaki itu segera melipat sajadahnya. Dan mendekati keranjang bayi.
"Oek ...oek ... oek!" Harjunot segera mengakat baby Bell dari ranjang bayi. Dilanjutkan mengakat baby Kai. Sungguh merepotkan.
"Anak Abi sudah pada bangun ya?" tanya Harjunot sambil menatap keduanya bayinya bergantian. Akan tetapi bayi-bayinya malah menangis. Yang Baby Bell mencakar wajah baby Kai. Yang baby Kai ingin menghamburkan tubuhnya kearah adiknya. Harjunot yang melihat bayi-bayinya bertengkar, lelaki itu menjadikan wajahnya sebagai tembok penghalang untuk keduanya.
"Kak sama Adek enggak boleh bertengkar!" ujarnya sambil berjalan keranjang dan meletakkan kedua bayinya di sana. Harjunot duduk di ranjang sambil mengajak bicara si kembar.
"Anaknya Abi ya?" Harjunot mengerakkan kepalanya.
"Nah!" Baby Kai menyahuti sambil memasukkan tangannya dimulut.
"Enggg-ggak!" Sedangkan baby Bell menjawabi sambil mengangkat kakinya keatas. Bayi-bayi itu nampak tertawa.
"Kamu anak Abi ya? Masa kamu enggak mau ngakuin Abi orang tuamu!" Harjunot meletakkan kepalanya diperut putrinya. Membuat baby Bell tertawa dan memukul kepala Abinya
”Kamu anak Abi atau enggak?" tanya Harjunot yang duduk kembali.
"Enggg-ggak!" jawabannya lagi.
"Anak Abi!"
"Enggg-ggak!" ujarnya sambil memiringkan tubuhnya.
Harjunot terlalu serius menanggapi jawaban putra-putrinya. Padahal arti enggg-ggak dalam bahasa bayi belum tentu tidak. Usia tiga-enam bulan bayi sudah bisa menyahuti perkataan orang tuanya. Entah mengeyong seperti suara kucing. Atau menggereng seperti mobil yang mogok dipaksa untuk nyala. Ya hanya para bayi yang tahu tentang bahasa bayi. Sedangkan para orang tua sangat bahagia. Jika buah hatinya sudah bisa berinteraksi dengan pembuatnya (orang tua)
"Oek ... oek ... oek!" Bayi-bayi itu menangis. Membuat Harjunot segera menepuk-nepuk pantat kedua bayinya.
"Mau minum susu ya?" Harjunot bertanya.
"Bentar Abi telpon Aunty Nia dulu! Biar dia kemari!" Harjunot segera mengambil ponselnya dan menelpon adiknya. Setelah menunggu lima menit, adiknya sudah ada dikamarnya.
"Not ... cepetan kawin dah lu! Biar kalau gue tidur enggak lu hantuin mulu. Karena harus buatin susu si kembar!" ujarnya sambil mengambil baby Kai dan menggendongnya. Kemudian membantu baby Kai untuk minum susu di DOT.
"Cerewet banget sih ... Masnya lagi kerepotan itu mbok yao dibantu! Dulu saat kamu kecil, gua yang momong. Ngajak lu main. Karena ibu ngerawat Tantiyana! Gua main kelereng, lu ngikut. Gua main sepedah lu ngintil. Ya Allah, Nia! Sampai-sampai teman-teman Mas itu ngeledekin Mas tahu enggak! Dan saat gue mau main sepak bola, lu malah main lari-lari dilapangan! Hal itu membuat Mas, enggak jadi ngikut karena teman-teman nriakin gua. Untuk ngurus lu, dan jadilah gua sebagai penonton saja. Sudah gitu lu, main duduk dipangkuan gua Allahhu Akbar!" Harjunot menceritakan saat masih umur sepuluh tahun disuruh momong adiknya.
"Ya kan sekarang berguna, coba saja kalau dulu lu enggak! Momong gua sekarang lu akan kagok saat ngurus si kembar! Berterima kasihlah pada adekmu yang cerdas ini!" ujar Aghnia sambil menimang keponakanya.
"Matamu, sampai sekarang teman-teman gua selalu manggil gua Bapaknya Niakkk!" ujar Harjunot sambil mengambil bantal kecil dan melempar kearah adiknya. Dengan gesit Aghnia membalikkan badannya agar baby Kai yang ada digendongan nya tidak kena bantal yang Harjunot lemparkan.
__ADS_1
"Abi mu, gila Kai! Sudah tahu Aunty sedang menggendongmu tapi dia malah melemparkan bantal kearahku!" Aghnia menatap Harjunot yang tidur miring sambil membantu memegangi DOT susu putrinya yang tinggal separoh.
"Lu frustasi ya Not! Karena mikirin gimana cara unboxing si Arsy. Original Not cantik lagi, gua kasih tahu ya Not! Lu itu harusnya sujud syukur karena Tuhan, memberikan dia untuk lu," ujar Aghnia sambil menunjuk Masnya.
"Gajeee banget lu Nok!" ujar Harjunot kesal.
"Awas aja lu Not, kalau sudah nikah sama si Arsy. Cuma ngurusin ngawinin Arsy. Kagak ngurusin keponakan gua! Gua gedor pintu lu! Kagak perduli lu ngapain, baru mau main atau setengah main. Tetep gua gedor Not! Kayak lu kalau gua baru tidur karena baru nyelesain tugas kuliah. Lu telpon atau HT yang lu taruh di samping ranjang gua bunyi! Kresek-kresek, bikin gue budek!"
Harjunot menahan senyumannya karena adiknya.
"Agen Niakk bangun! Kami membutuhkan susu Niak!" Aghnia menirukan ucapan Harjunot yang tiap malam menelor nya.
"Anjaaa lu, gua baru merem lima menit sudah harus bangun karena buatin susu. Sampai teman kampus gua, bilang gini ke gua! Gila si Nia, dietnya berhasil! Kayaknya turun sepuluh kilo ada nih!"
Harjunot tertawa mendengar cerita adiknya. "Berarti lu harus terima kasih ke gua dan anak gua. Karena kita lu enggak perlu susah-susah untuk diet!" ujar Harjunot kalem.
"Mata lu, gua sudah kering tambah kering saja!"
...***...
Jam menunjukkan pukul setengah tujuh, Harjunot baru keluar dari kamar mandi, sambil menggendong bayi perempuannya yang dibungkus handuk. Dan diikuti Aghnia dari belakang, sambil menggendong baby Kai.
Kedua adik-kakak itu meletakkan bayi yang sudah dikeringkan di kasur. Harjunot memakaikan minyak kayu putih di perut bayinya. Sedangkan Aghnia mengambilkan baju untuk si kembar.
Harjunot mengangguk pelan .
"Sudah packing baju?"
"Setelah ngurusin si kembar Nok!" jawab Harjunot sambil memberi bedak bayi diwajah anaknya.
Lima belas menit Harjunot sudah selesai mandi. Lelaki itu menggosok rambutnya dan tersenyum saat melihat kedua bayinya tertidur pulas. Harjunot mengambil ponselnya. Dia baru ingat sebelum tidur sedang video call dengan tunangannya.
"Astagfirullah, berati saat dia curhat. Aku tinggal tidur!" Harjunot mengecek Watsaspp.
"Loh ...kok Poto profilnya hilang! Coba deh chat siapa tahu profilnya dihapus!" Harjunot mengirim beberapa pesan kepada tunangannya. Setelah itu meletakkan ponselnya diatas nakas. Lelaki itu berjalan kearah lemarinya dan mengambil tas ransel yang ia simpan di sana. Setelah itu Harjunot mengambil beberapa tumpukan baju. Dan meletakkan diatas meja. Lelaki itu memasukan baju-bajunya kedalam ransel.
"Oek ..." Harjunot membalikkan badannya, ternyata bayi perempuannya bangun. Segera dia berjalan kearah ranjang dan mengangkat baby Bell, agar baby Kai tidak bangun.
"Kenapa sudah bangun sayang?" Harjunot menimang bayinya.
"Aoo ... Aoo!"
__ADS_1
"Baby Bell mau minum susu?" Harjunot mengajak anaknya bicara.
Lelaki itu membuatkan susu untuk anaknya dengan satu tangan. Karena yang satu untuk mendekap tubuh putrinya. Setelah selesai lelaki itu memutuskan untuk duduk di ranjang. Harjunot memegangi botol susu anaknya.
"Lihat Kakak masih bobok! Kenapa adek sudah bangun hem?" Harjunot mencium pipi putrinya dengan gemas. Membuat sang empu mengeluarkan tawanya.
Harjunot mengambil ponselnya, ternyata Arsy belum juga membalasnya.
"Jangan-jangan dia ngeblog lagi, ck kayak anak kecil saja!" Harjunot menggeleng.
Tak sengaja mata Harjunot melihat ponsel Aghnia yang tertinggal dikamarnya. Segera Harjunot mengirimkan nomor Arsy ke ponsel Aghnia.
Lelaki itu sedikit merangkak untuk mengambil ponsel adiknya. Harjunot segera membuka aplikasi WhatsApp, lelaki itu membulatkan matanya. Saat kontak Arsy ada foto profilnya.
"Cup ...cup!" Harjunot menggoyangkan paha yang diatasnya ada putrinya.
Harjunot segera mengirim pesan ke Arasy.
...***...
Disisi lain Arsy masih menggulung tubuhnya dengan selimut. Perempuan itu mendengar dering pesan masuk. Arsy meraba-raba nakas. Stelah mendapatkan ponselnya, dia segera membaca pesan dari nomor yang tidak dikenal.
"Kenapa nomor Watsaspp saya diblokir?"
"Buka cepetan!"
"Ini nomer Niak! Enggak mungkin saya kirim pesan pribadi diponsel adik saya! Enjun!"
Arsy menghela nafas berat, perempuan itu segera meng unbloc kontak atas nama Mouseky👾.
...***...
Harjunot tersenyum puas karena Arsy mengikuti perintahnya.
"Nurut juga rupanya!" gumam Harjunot.
"Adek mau VC, sama Tante Ayi?" Harjunot menanyakan hal itu kepada anaknya. Baby Bell merespon perkataan Abinya dengan cara mengeluarkan tawanya.
"Aooo ...Aoo,"
"Oke kita VC Tante Ayi?"
__ADS_1
Yang mau VC Bapaknya bukan anaknya.....