
Arsy membenturkan kepalanya dibagian setir mobil. Perempuan itu memejamkan matanya, mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.
Saat wajah Harjunot semakin mendekat diwajahnya. Perempuan itu memejamkan matanya. Bersamaan dengan itu, sang tunangan juga melakukan hal yang serupa dengannya. Keduanya lupa, akan dosa. Keduanya lupa jika matahari yang menyinari bumi, nantinya akan bersaksi kepada Allah. Atas apa yang mereka lakukan. Tapi dengan izin Tuhan, yang Maha Tunggal. Mereka terselamatkan dari kekhilafan. Tuhan, menyelamatkan mereka. Dari profokasi setan yang telah merencanakan agar keduanya meyesal.
Sedikit lagi kulit wajah Harjunot menempel di wajah Arsy. Akan tetapi satu teriakan membuat adegan itu bubar.
"Mas Arjunot ayo!"
Ayu yang berjalan disamping Pak Agas. Celingak-celinguk mencari keberadaan Harjunot. Gadis berjilbab panjang menengokan kepalanya kebelakang. Dan betapa terkejutnya dia, saat melihat kedua anak manusia sedang beradegan mesra.
Spontan saja Harjunot langsung memundurkan badannya. Lelaki itu benar-benar menggerutuki kebodohannya. Kenapa dia tidak bisa menahan naafsunya. Kenapa dia lupa dengan rumus cinta. Rumus cinta adalah, jika kamu mencintai. Maka kamu harus menjaga.
Bagaimana pun Harjunot adalah lelaki normal. Dia pun memiliki hasrat seksual untuk lawan jenisnya. Bukan berarti orang dewasa lebih bisa menahan hawa nafsunya. Akan tetapi akal orang dewasa, sudah paham dengan konsekuensi yang akan terjadi. Jika dirinya melakukan hal tersebut. Lain halnya dengan anak-anak remaja yang cenderung lebih labil dan ingin mencoba melakukannya. Karena ingin tahu bagaimana rasanya, tanpa memikirkan konsekuensinya.
Harjunot menatap Arsy dengan tatapan bersalah. Lelaki itu berjalan meninggalkan tunangannya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Arsy menatap punggung Harjunot yang semakin menjauh. Perempuan itu hanya mampu menghembuskan nafas pelan.
Berharap sang tunangan menengok kearahnya. Dan memberikan salam perpisahan yang romantis.
Harjunot terus berjalan, lelaki itu mengelap keringat dengan sapu tangannya. Perlahan tapi pasti, Harjunot membalikkan badannya. Lelaki itu melambaikan tangannya kearah Arsy. Dengan senyuman manisnya.
Spontan saja Arsy mengangkat tangannya, dan membalas lambaian tangan dari sang tunangan.
Arsy mengerutkan keningnya saat Harjunot membentuk huruf C! Harjunot paham, jika Arsy tidak mengerti maksudnya. Perlahan jari telunjuk dan jari jempol ia satukan. Dalam bahasa Korea berarti Sarange.
Arsy menutup mulutnya, tidak percaya. Karena tunangannya baru saja melakukan hal Alay.
Tidak sampai disitu saja, Harjunot juga mengedipkan sebelah matanya.
"Harjunot Alayyyyyy!" teriak Arsy tanpa bersuara. Akan tetapi bisa dipahami oleh pemilik nama.
Harjunot hanya bisa menggeleng kepala, karena bisa membuat Arsy malu karena salting.
...***...
Arsy tersenyum tipis saat mengingat kejadian yang baru saja ia lewati.
"Untungnya kekhilafan itu tidak terjadi," gumam Arsy sambil mengangkat kepalanya dari senderan setir mobil.
Krukkkkkkk! Si perut berbunyi pertanda apa hayo?
Arsy melirik kearah kotak makan, yang ada di atas dasboard. Perempuan itu mengambilnya dan membukanya. Matanya membulat sempurna saat melihat sisa makanan tunangannya.
"Niat banget dia, ngasih aku makanan sisa!" Arsy menggeleng tidak percaya.
"Nah kalau Rasulullah, minum bekas istrinya. Nah kalau aku, ini jatuhnya makanan sisa! Ternyata Harjunot, salah menyimpulkan!"
"Satu, dua, tiga, empat, lima! Kenapa perkedelnya bekas gigitannya semua!" Arsy menusuk perkedel itu dengan garpu.
Perempuan itu menatap perkedel kentang yang tinggal separoh karena gigitan. Kepalanya kembali menggeleng.
__ADS_1
"Huft!" Arsy menarik nafas panjang.
Arsy menatap telur puyuh yang kelihatannya masih utuh. Perempuan itu segera menusuk telur puyuh dengan cepat. Arsy membuka mulutnya lebar-lebar, karena ingin melahap si puyuh. Akan tetapi bibirnya tertutup kembali, tatkala garpu yang ada ditangannya ia putar. Memperlihatkan telur puyuh yang hanya separuh. Karena yang separuh sudah masuk diperut Harjunot.
"Enjunnnnnnn!" teriak Arsy kesal karena semua makanan yang ada di kotak makan. Bekas Harjunot semua.
Perempuan itu mendengus kesal, sambil meletakkan kotak makan, kembali ke tempat semula.
"Diskriminasi terhadap tunangan! Dasar Mouseky gila. Kalau mau ngasih makan sisa itu, caranya enggak begini juga kali. Semua ditinggalkan cuma separoh, mbok yao. Perkedel sama telurnya diutuhkan gitu!"
"Aku nggak mau makan! Sisa yang saya pikirkan dengan sisa yang dia pikirkan berbeda!"
Krukkkkkkk... Dering perut kembali berbunyi Ingin diisi.
"Aelah perut kenapa enggak bisa diajak kompromi kamu?" Arsy menepuk perutnya pelan.
"Jangan bilang kamu mau makan bekas Enjun? Jujur ae aku ogah!" Kapan lagi perut diajak berbicara Arsy sang pemilik perut.
Krukkkkkkk!
"Aiiiiihhh! Kenapa enggak bisa diam?"
"Tapi kalau aku enggak makan bisa-bisa, Raja maag kambuh nih!"
Arsy menatap kotak makanan itu kembali. Dia harus mengesampingkan egonya, agar dia tidak jatuh sakit. Dengan berat hati perempuan itu mengambil kotak makanan tersebut. Kemudian membukanya dan mulai menyendok makanan itu.
Setelah berdoa, perempuan itu mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Dia ternyata suka makan sayur-sayuran. Kentang mengandung B6."
"B6 sendiri memiliki peranan penting dalam tubuh. Mulai dari mengobati anemia, mencegah resiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol tinggi. Sampai menguatkan fungsi otak!"
"Vitamin B6 juga bisa mengatasi nyeri saat PMS dan efek samping kehamilan morning sickness. Kebetulan aku sedang PMS!"
Sebelum memasukan telur puyuh kedalam mulutnya. Arsy mengajak bicara dahulu, sebelum sipuyuh masuk ke perut.
"Telur puyuh mengandung beragam vitamin dan mineral. Ada vitamin A, B2(riboflavin) dan B5(asam pantotenat)" Kemudian mengunyahnya.
Perempuan itu mengambil kangkung "Kangkung kaya kandungan vitamin A yang baik menjaga kesehatan mata. Pasalnya, vitamin A mampu melindungi kornea dan lapisan mata dari infeksi bakteri dan virus. Vitamin ini juga bisa meningkatkan produksi cairan guna mencegah mata kering"
"Nah kalau kamu ingin mata basah kasih vitamin PH! Patah hati, pasti mata akan basah karena menangis muwehe!"
"Si Mouseky ternyata suka wortel. Aku kira yang suka makan wortel cuma Rabbit. Tapi mouse juga mengonsumsinya. Mungkin biar matanya enggak kering. Karena apa? Karena wortel juga mengandung banyak vitamin dan mineral, antara lain A, B, C dan K."
"Eits ...si tauge juga ada, nah ini yang beda! Kebanyakan sayuran yang tadi aku makan banyak mengandung vitamin! Kalau makan tauge bisa-bisa ngandung nih! Gua skip aje, tauogenya gua sisihkan saja lah. Takut ngandung gua! Tapi kenapa Enjun tidak ngandung ya? Padahal dia tadi maam tauge loh!"
"Iya enggak lah, dia kan jantan Ayi!" jawab Arsy dengan nada ca
adel. Perempuan itu cekikikan sendiri.
__ADS_1
"Gila juga nih orang, makanannya, empat sehat lima sempurna!"
"Nah kalau aku sekarang jatuhnya empat sehat lima sempurna enam tersiksa karena makan sisaaa...!" ujarnya seraya memasukkan makanan kedalam mulutnya. Kemudian mengangguk pelan.
"Telur telur apa yang bisa berteriak?"
"Telurin gua! Telurin gua!"
"Ets ... maksudnya tolongin gua ... tolongin gua! Kan orang minta tolong identik dengan teriakan."
"Lah kenapa gua jadi alay ...wah parah penyakit Enjun sudah menular!" Cepat-cepat Arsy menutup kotak makanan itu.
Dia lupa jika isi dari kontak makanan itu tidak berbekas. Karena isinya sudah beralih kedalam perutnya.
"Gua harus cepetan ngeluarin makanan ini dari perut. Agar penyakit menular ini tidak menghuni tubuh gua," ujarnya seraya menyalakan mobilnya.
"Ayo gas ..." Arsy mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan. Kalau saja ada sang tunangan bersamanya. Pasti dia akan diomelin sampai telinganya merah.
...***...
Arsy keluar dari mobil, perempuan itu berlari ke dalam rumah. Saat diruang makan dia bertemu dengan Bunda.
"Darimana kamu?" tanya Bunda sambil membersihkan sofa.
"Nganterin calon menantu kesayangan Bunda!" ujarnya sambil melewati Bunda.
"Emang dia kemana?"
"Kerjaaaa!"
"Iya dimana?"
"Didaerah Kelengan Mantan!" jawabnya ingin segera mengeluarkan makan yang tadi ia makan.
Bunda mengerutkan keningnya tidak paham.
"Daerah mana itu? Kamu jangan ngacok, pasti kamu habis keluyuran kan?"
"Beneran Bun, maksudnya Ayi Kalimantan!"
"Bunda, aku Pup dulu ya! Sudah mules ini!" ujarnya sambil memegang perutnya dan berlari. Sebelum suara bom berbunyi nyaring.
Brotttttttttttt Pritttttttt Brotttttttttttt.
Bunda yang mendengar ledakan bom dari putrinya. Langsung menutup hidungnya.
"Jorok," ujar Bunda.
Arsy cengengesan karena berhasil membunyikan bom disiang bolong.
__ADS_1