
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Ooee!
Ooee!
Suara Baby Eza terus menagis sebelum dia digendong oleh Elvino di papa tampannya.
"Ugh! Anak Papa kenapa menangis? Ini Papa nya Eza ada di sini. Mama juga ada." ucap Elvino yang langsung membuat bayi tersebut berhenti menangis.
"Sayang... bawa sini. Mungkin Eza haus," kata Adelia tersenyum saja melihat seperti apa Elvino mengajak anak mereka berbicara.
"Iya, sebentar ya. Ini si tampan nya ngompol. Pantas saja dia bangun." jawab Elvino menganti Pampers baru untuk sang putra. Soalnya si Baby Eza memang seperti itu, bila Pampers nya sudah basah, walaupun sedikit saja tidak sampai dua kali. Sudah pasti akan menagis.
Aneh tapi nyata, si calon pewaris Wijaya group berikutnya memang sangat pembersih. Namun, tidak usah heran karena Papa Elvino saat bayi juga seperti itu. Begitulah cerita Nyonya Risa pada Adel maupun pada Elvino nya sendiri.
"Elvino benar-benar ayah idaman. Aaaa... dia semakin terlihat keren saja sekarang. Bagaimana juga aku tidak semakin jatuh cinta padanya." Adelia bergumam di dalam hatinya sambil memperhatikan Elvino menganti Pampers yang baru buat sang putra.
"Nanti malam, jika tidak bisa tidur, maka jangan dipaksakan. Ada Papa yang akan siap begadang sampai Eza mengantuk dan bobo lagi. Kasihan sama mama mu, sepertinya dia gelisah karena takut si tampan Papa rewel saat tengah malam." ucap Elvino yang membuat sang bayi diam saat diajak bicara.
Sedangkan Adelia malah tersenyum mendengar suaminya mengatakan jika kasihan padanya yang gelisah takut putranya menangis.
"Mama adalah yang paling cantik dirumah ini. Jadi kita berdua sebagai laki-laki yang tampan. Harus bisa membuat mama mu selalu bahagia. Oke," ucap El yang sudah selesai mengantikan popok baru pada si baby Eza.
__ADS_1
Seakan mengerti saja, baby Eza menyahuti perkataan ayahnya dengan bersuara seperti lagi berbicara. Sehingga membuat Adel yang mendengarnya terus tertawa kecil. Memang sejak masih dalam kandungan ibunya. Si tampan Eza selalu merespon saat yang mengajak bicara adalah papanya.
"Haa... ha... El, ayo cepat bawa ke sini. Kasihan jika diajak bicara terus, bagaimana bila Eza haus." ucap si ibu muda yang sebetulnya juga ingin mengendong sang putra.
"Sebentar! Sepertinya dia bangun bukan karena haus, tapi karena basah. Ini pasti sebentar lagi tidur lagi." jawab Elvino mengelus pipi baby Eza dan dibawa ke arah istrinya.
"Iya kan," ucapnya setelah menyerahkan anaknya pada Adel.
"Iya, sepertinya bagun karena mengompol saja." Adelia mengangguk membenarkan. Namun, tetap saja dia menyusui putranya agar si baby Eza bisa tidur lagi.
Mendengar perkataan Elvino tadi yang akan menemaninya menjaga baby Eza bila bangun tengah malam. Membuat wanita itu lega karena jika dia sendiri tentu tidak akan sanggup. Soalnya keadaan Adelia saja belum pulih seperti sedia kala.
"Biarlah bila dia mau tidur lagi, setelah ini kamu ganti pakaian dulu. Biar tidur mu nyaman dengan berganti baju lagi." selama Adel menyusui putranya El yang tidak ada kerjaan. Hanya duduk disamping istrinya.
"Rasanya bahagia sekali memiliki keluarga seperti ini. Aku ingin selalu bisa menjaga mereka dan membahagiakannya. Aku tidak ingin uang banyak, tapi hanya ingin mereka berdua sehat dan bahagia. Cuma itu yang aku butuhkan."
Bukan hanya Adel yang bergumam saat melihat suaminya bersama anaknya. Namun, juga Elvino, pemuda itu juga merasakan hal yang sama.
Hampir sepuluh menit kemudian. Adel telah menutup kembali dress yang tadi resleting bagian depannya ia turunkan. Soalnya baby Eza sudah benar-benar tidur dengan nyenyak.
"Biarkan bobo di sini saja. Kasihan bila nanti malam dia tidur sendirian." ucap Elvino membawa bantal bayi keatas ranjang tempat tidur.
"Iya, memang aku berencana membawanya tidur bersama kita." jawab Adelia membaringkan pelan anaknya pada bantal yang sudah disiapkan oleh Elvino.
"Kita ke kamar mandi dulu. Biar aku bantu mengelap tubuhku dengan air hangat. Tidak usah mandi karena ini sudah jam enam." ucap Elvino berjalan kearah kamar mandi lebih dulu. Akan tetapi tidak lama setelahnya sudah keluar lagi karena si tampan hanya menyiapkan air hangat dan tempat duduk buat istrinya saat berada didalam kamar mandi.
"Ayo," saat berkata ayo, pemuda itu sudah membantu istrinya untuk berdiri. "Pelan-pelan saja. Bila mau kekamar mandi tidak boleh sendiri, aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa." lanjutnya yang hanya diiyakan saja oleh wanita itu.
__ADS_1
Setibanya di dalam kamar mandi Adelia hanya duduk di kursi yang sudah Elvino siapkan dari dua hari lalu. Saat di rumah sakit istrinya disuruh duduk pada kursi. Sehingga membuat si tampan menyuruh Sekertaris Demian membeli kursi yang sama. Agar saat di rumah dia tidak kebingungan saat mau membantu istrinya mandi ataupun sekedar bersih-bersih saja.
"El,"
"Huem, apa? Ini sikat gigi dulu," sambil menjawab Elvino mengoleskan pasta gigi. Lalu diberikan pada istrinya, agar bisa menggosok gigi lebih dulu. Sama seperti di rumah sakit, tiga hari belakangan ini.
Elvino juga selalu melayani istrinya dengan penuh cinta. Tidak ada sedikit pun dia merasa keberatan saat melakukan pekerjaan yang sebetulnya bisa saja dilakukan oleh para perawat.
Mereka memiliki begitu banyak uang, bukan hal sulit bila malas mengurus Adelia. Namun, jangankan para perawat yang membantu mengurus Adelia. Tante Mona dan Nyonya Risa, ibu dan mertuanya saja El tidak boleh.
"Kamu yang menyiapkan semua ini kan? Sehingga di dalam kamar mandi pun ada kursi tempat ku duduk." tebak Adelia yang sudah selesai menyikat giginya.
"Bukan! Yang melakukannya adalah Sekertaris Demian. Hanya saja aku yang menyuruhnya."
"Sayang, terima kasih! Aku tidak tahu harus seperti apa mengucapkan kata terima kasih padamu. Kamu---"
"Ini kan sudah tugas seorang suami, membuat istrinya maupun anaknya merasa nyaman. Jadi kamu tidak perlu berterima kasih. Tapi bila kamu ingin mengucapkannya juga, maka teruslah bahagia dan sehat, karena aku akan bahagia bila kalian berdua baik-baik saja."
Gara-gara mereka berdua terus berbicara. Tidak terasa Adel sudah selesai dibersihkan tubuhnya. Walaupun hanya mengunakan lap khusus yang juga sudah dipersiapkan.
"Oke, baiklah! Kalau begitu kamu juga harus selalu baik-baik saja, karena aku tidak bisa hidup tanpa dirimu di sisiku." jawab Adelia tersenyum manis.
Saat ini mereka sudah kembali lagi ke kamar dan sedang berdiri di depan lemari pakaian Adelia. Soalnya jika tempat baju Elvino ada di sebelahnya lagi.
"Tentu saja aku harus baik-baik saja, agar bisa menjaga istri dan anakku." Elvino tersenyum sambil membantu istrinya menganti baju tidur berlengan panjang.
...BERSAMBUNG......
__ADS_1