Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Bukan Mental Kerupuk.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Hari begitu cepat berlalu. Malam sudah berganti siang. Siang pun sudah berganti hari dan hari sudah berganti minggu. Minggu juga telah berganti bulan.


Tidak terasa sudah dua bulan berlalu. Sekarang kehamilan Adelia sudah sembilan bulan dan perkiraan Dokter kandungan. Adelia akan melahirkan dalam bulan ini.


Makanya sampai sekarang Elvino belum membawa istrinya pindah ke rumah mereka yang baru.


Ya, El sudah berhasil mewujudkan cita-citanya yang ingin membeli rumah dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Kurang lebih satu bulan lalu. Si mantan Playboy cap kampak telah membeli rumah seperti impian Adelia yang mau punya tempat tinggal ada Taman bunga nya.


Namun, sampai hari ini, El belum memberitahu istrinya bahwa dia sudah membeli rumah yang tidak terlalu jauh dari rumah orang tua Elvino.


Mungkin jika mengunakan mobil hanya membutuhkan waktu sepuluh menit. Maka sudah tiba ke rumah mereka. Rencananya saat Adelia keluar dari rumah sakit bersama anaknya. Barulah Elvino membawa pulang ke sana.


Saat El baru mengatakan mau pindah, mama dan adiknya tidak boleh. Akan tetapi Tuan Arka memberikan Izin karena tidak mau mematahkan semangat anaknya yang ingin membangun keluarganya sendiri.


Padahal pemuda itu sudah bersusah payah untuk mempertahankan perusahaan Wijaya Group. Agar keadaan mereka semua baik-baik saja. Jadi Tuan Arka tidak mau sang putra merasa kecewa dengan upaya kerja kerasnya selama ini.


Semenjak operasi terakhir yang dilakukan waktu itu. Keadaan Tuan Arka lebih dari kata sembuh. Empat hari setelah pasca operasi, beliau sudah boleh dibawa pulang. Namun, ada dua orang perawat dan satu orang dokter yang merawat beliau secara mandiri.


Para pengkhianat perusahaan juga sudah di tangkap semuanya. Termasuk Manuel dan putranya dan berita bahagianya El mendapatkan bukti tentang kejadian malam dia memperkosa Adelia.


Ternyata pelakunya adalah Manuel juga. Gara-gara terpengaruh minuman beralkohol dan obat perangsang yang dicampur menjadi satu. Elvino menjadi lapar saat bertemu Adelia.


Dikarenakan obatnya berdosis rendah. Sehingga terlihat seperti sebuah kejadian tanpa ada pihak yang terkait. Sebetulnya Elvino mau di jebak dengan wanita bayaran mereka. Akan tetapi tidak ada reaksi apa-apa saat masih berada di Club malam.


Meskipun malam itu Elvino tetap berhubungan intim dengan seorang gadis. Akan tetapi ada salah seorang yang memiliki musuh pada Manuel. Dialah yang mengancam Tuan Arka agar Elvino bertanggung jawab pada Adelia.


Sehingga jejak tersebut masih tetap aman dan manual bersama sekutunya tidak bisa memeras Tuan Arka, ataupun memanfaatkan Elvino dengan kejadian tersebut.


Intinya rencana para penghianat perusahaan Wijaya group gagal total. Malah hal tersebut menyebabkan Elvino berubah menjadi orang yang berguna dan bumerang buat mereka semuanya. Anggap saja senjata makan tuan, atau pemukul yang mereka lempar mengenai kepala mereka sendiri.


Sekarang perusahaan Wijaya group di pimpin oleh Elvino. Sepak terjangnya melawan para pengkhianat perusahaan dan juga usaha untuk menaikan harga saham mereka berjalan sukses tanpa ada hambatan sama sekali.


Bagaimana tidak berhasil, hari pertama produk yang ia modeling sendiri. Langsung menduduki posisi nomor satu dan tidak sampai dalam waktu dua jam. Seribu lima ratus produk sudah laku terjual.


Sehingga dalam waktu tiga hari. Keadaan Perusahaan Wijaya group langsung berkibar kembali bahkan lebih pesat dari biasanya, yaitu saat di pimpin oleh Ayahnya.


Hal itu pun membuat dia langsung dinobatkan sebagai CEO baru. Walaupun peresmiannya menunggu saat Tuan Arka papanya sembuh.


Sampai saat ini juga, Adelia belum diberitahu bahwa yang telah memperkosanya hanya suaminya saja. Namun, Paman Hasan dan Tante Mona telah diberitahu oleh si tampan.


Keberhasilannya tidak dinikmati oleh Elvino dan keluarganya sendiri. Akan tetapi juga bagi paman istrinya. Dua Minggu lalu, Paman Hasan beserta keluarganya pindah ke rumah baru yang diberikan oleh Elvino.


Sekaligus juga dengan tempat usahanya, karena Tante Mona sangat pandai membuat kue. Jadi El membelikan ruko yang tidak jauh dari rumah baru Paman Hasan.


Agar mereka mempunyai pekerjaan tetap dan Paman Hasan cukup mengelola bagian keuangan ruko tempat istrinya berjualan dan ternyata kue mereka sangat laris.


Awalnya Paman Hasan dan Tante Mona tidak mau menerima pemberian sang menantu. Namun, setelah El terus memaksa begitu pula Tuan Arka beserta istrinya. Alhasil beliau menerima pemberian Elvino yang langsung menyerahkan dua sertifikasi sekaligus. Yaitu sertifikat rumah dan ruko.


Elvino berkata pada beliau, bahwa keberhasilannya adalah karena Adelia. Jadi Paman Hasan beserta istri dan kedua anaknya, harus ikut merasakan keberhasilan tersebut.

__ADS_1


Hari ini adalah hari Senin, jadi El benar-benar sibuk dengan pekerjaannya. Setelah dua hari menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.


Tok!


Tok!


Suara pintu ruangan Presdir diketuk dari luar. Sehingga membuat Elvino mengangkat kepalanya dan berkata. "Masuk!"


Kleek!


Pintu pun terbuka setengahnya dan ternyata yang masuk adalah Sekertaris Eris.


"Selamat siang, Tuan Muda," ucap wanita itu sopan.


"Iya, selamat siang juga. Ada apa Eris?" si tampan balik bertanya.


"Diluar ada perwakilan dari perusahaan yang baru melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan Wijaya Group, Tuan Muda" jawab si sekertaris perusahaan.


Sedangkan yang menjadi sekretaris pribadi tetaplah Sekretaris Demian. Aldo juga diangkat menjadi ketua di Tim Staf pemasaran. Yaitu sebagai pengganti Pak Pram yang harus mendekam di penjara selama kurang lebih tiga belas tahun.


Soalnya Pak Pram bukan hanya melakukan korupsi dan penjualan rahasia perusahaan saja. Akan tetapi juga pernah melakukan pembunuhan bersama Manuel, yang akhirnya menyebabkan mereka terkena pasal berlapis.


"Oh, iya. Kalau begitu suruh saja masuk. Biar Saya yang menemuinya, karena Sekretaris Demian lagi menemui klien kita dari luar negeri."


"Baik, Tuan Muda. Saya akan menyuruh dia masuk sekarang." setelah itu Eris pun keluar dari ruangan Elvino dan langsung menyuruh perwakilan dari perusahaan yang melakukan kerjasama dengan mereka untuk masuk.


"Bagaimana? Apakah Pak Presdirnya mau menemui Saya?" tanya wanita tersebut tersenyum.


"Iya, silahkan masuk!" ucap Sekertaris Eris membuka pintu ruangan Elvino. Lalu setelah membuka pintunya, dia pun kembali pada tempat kerjanya sendiri.


"Selamat siang Tuan Presdir," ucap wanita tersebut dengan tersenyum lebar. Sehingga membuat Elvino pun mengalihkan pandangan matanya ke arah wanita itu yang masih berdiri di depan pintu.


"Ck, kamu ini tidak ada manis-manisnya saat bertemu mantan." decak wanita itu langsung saja duduk sebelum dipersilahkan oleh pemilik ruangannya.


"Aku tanya ada perlu apa kamu datang kemari? Ini perusahaan bukan kampus yang seenaknya bisa kamu masuki," El kembali bertanya dan ikut duduk di sofa.


"Apakah kamu tidak melihat jika aku membawa berkas."


"Jadi perwakilan dari perusahaan Exotic itu adalah kamu?"


"Huem, iya! Aku adalah keponakan Om Hansen. Jadi dia yang menyuruhku untuk datang ke sini. Sebagai perwakilan dari beliau, karena istrinya sedang sakit." jawab Riska yang merupakan salah satu mantan pacar Elvino.


"Ya sudah, bawa sini biar aku periksa berkasnya." tidak ingin membuang-buang waktunya dan berduaan dengan wanita lain dalam ruangan tertutup. Membuat El langsung saja membahas masalah pekerjaan.


"Ini periksalah! Bila mana ada yang tidak kamu sukai, maka tinggal di centang saja. Nanti akan dirubah oleh perusahaan kami," jawab Riska sambil memperhatikan Elvino yang lagi serius membaca dokumen perusahaan Exotic.


"Elvino bertambah tampan saja. Aku harus mendapatkannya kembali, tidak peduli dia sudah menikah atau belum, karena Elvino tidak mungkin mencintai istrinya."


Riska bergumam di dalam hatinya yang ingin mendapatkan Elvino kembali. Wanita ini adalah salah satu wanita yang beruntung karena bisa menjadi kekasih Elvino selama kurang lebih empat bulan.


Makanya sampai sekarang masih belum bisa melupakan Elvino, yang sekarang semakin terlihat tampan dan berwibawa karena sudah menjadi seorang CEO dari perusahaan besar.


Hampir sekitar lima belas menit Elvino hanya fokus memeriksa dokumen yang dibawa oleh Riska. Sampai di saat Sekretaris Eris mengantar minuman untuk mereka saja dia tidak menoleh sama sekali, karena ingin semuanya cepat selesai.


"Ini proposal yang kedua dan ke empat sudah aku centang dan tolong dirubah seperti contoh yang sudah aku berikan, karena aku tidak menerima kesalahan yang akan melibatkan orang banyak. Padahal masalahnya terlihat sepele. Namun, akan berdampak besar." ucap si tampan mengembalikan proposal tersebut di atas meja, tepatnya didepan Riska.


"Oke, terima kasih!" jawab wanita itu menatap Elvino penuh damba.

__ADS_1


"Ada apa? Jika kamu haus, maka tinggal minum saja. Bukankah airnya sudah diantar oleh sekretarisku." ujar El yang tidak pernah peka pada orang lain. Terkecuali pada istri tercintanya.


"Iya, terima kasih!" Riska menjawab sambil meminum jus jeruk yang diantarkan oleh Sekertaris Eris.


Soalnya wanita tersebut tahu bahwa yang ada di dalam ruangan bos mereka adalah salah satu rekan bisnis perusahaan Wijaya group.


"Tidak perlu berterima kasih, karena kami memang memberi minum pada setiap tamu yang datang ke sini." jawab Elvino tidak ingin Riska salah paham pada sambutan mereka.


"El!" panggil Riska membuat Elvino menatap kearah wanita itu. Namun, dia tidak menjawab dengan ucapan. Melainkan lewat sorot matanya yang seakan bertanya ada apa?


"Eum... apakah kita tidak bisa berhubungan kembali?"


"Berhubungan seperti apa?" El mengkerutkan keningnya. Sehingga salah satu alis pemuda itu naik ke atas.


"El, jangan berpura-pura bodoh! Mana mungkin dirimu tidak mengerti berhubungan seperti apa yang kumaksud," jelas Riska yang masih memiliki harapan bahwa Elvino mau menjalin hubungan dengannya lagi.


Sebab begitu bertemu dengannya. Ternyata Elvino tidak menggunakan bahasa formal seperti mana pada rekan bisnis pada umumnya.


"Riska, aku memang tidak tahu hubungan seperti apa yang kamu maksud, karena jika masalah pekerjaan. Bukannya kita telah menjalin kerjasama. Lalu bila itu masalah percintaan, bukannya kamu tahu sendiri jika aku sudah menikah dan dalam bulan ini istriku mau melahirkan." terang pemuda itu sebelum meminum jus miliknya karena cuaca diluar memang sangat panas.


"Tapi El, menurut rumor yang kudengar, kalian menikah karena dijodohkan. Jadi sudah pasti kamu tidak mencintai wanita itu kan?"


"Haa... ha..." Elvino tertawa mendengar perkataan mantan kekasihnya itu karena bukan hanya Riska yang berkata demikian. Bahwa dia dan Adelia menikah karena perjodohan orang tua.


"Anggap saja aku dan istriku menikah karena perjodohan seperti rumor yang beredar. Tapi aku sangat mencintainya." jawab tegas Elvino seperti biasanya, karena dia sudah puluhan kali diajak oleh para mantan kekasihnya untuk menjalin hubungan tanpa ikatan pacaran.


Asalkan Elvino mau menjalin hubungan layaknya orang pacaran, karena tujuan mereka tentu ingin menjadi selingkuhan CEO perusahaan Wijaya group tersebut.


Memangnya mau apalagi, karena semua mantannya tahu bahwa Elvino adalah playboy yang pastinya akan mudah untuk dirayu dan pasti masih suka bergonta-ganti pasangan.


"Bohong! Aku sangat mengenal dirimu, El. Kita berpacaran mungkin hampir empat bulan. Tapi satu kali saja, kamu tidak pernah mengucapkan bahwa mencintaiku. Jadi aku tidak akan percaya bahwa kamu mencintai wanit---"


"Adelia, nama istriku adalah Adelia putri. Tapi aku juga sangat jarang menyebut namanya, karena sudah terbiasa menggunakan kata-kata istriku, ibu hamilku dan sayang. Ya, aku sering menyebutnya dengan tiga panggilan itu." sela Elvino tidak suka Riska menyebut istrinya panggilan wanita itu.


"Ris, kamu sudah tahu bahwa aku tidak mungkin segampang itu mengucapkan kata cinta. Jadi coba kamu pikir, apa gunanya aku berbohong padamu? Dan bila aku tidak mencintainya. Tidak mungkin aku buat dia hamil anakku." El tersenyum seraya mau berdiri dan kembali ke meja kerjanya lagi karena urusan dengan Riska atau perusahaan Exotic sudah selesai.


Namun, tanpa di duga Riska langsung memeluk tubuhnya. Sebelum El melangkah satu jengkal pun dan pada saat bersamaan pintu ruangan tersebut dibuka oleh Adelia yang datang membawa makanan siang buat suaminya.


Wanita hamil itu memang terkadang setiap hari datang ke perusahaan. Soalnya sekarang bila Adelia mau ke perusahaan tinggal menelepon Sekertaris Demian. Maka dialah yang akan menjemput istri bos-nya itu.


"Sayang, ka--kamu datang ke perusahaan juga?" tanya El tergagap dan langsung melepaskan tangan Riska dari tubuhnya.


"Sa--sayang! I--ini tidak sama seperti yang ka--kamu pikirkan. Aku---"


"Aku datang bersama mama, tapi mama hanya mengantarku sampai lobby perusahaan." sela Adel tersenyum kecil.


"Huem, ya sudah! Ayo ke sini," El menarik lembut tangan istrinya kearah sofa. Setidaknya Adel tidak langsung berlari gara-gara melihat Riska memeluknya. Seperti mana kisah di novel-novel. Jadi dia memiliki waktu untuk menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka.


"Sayang, dengarkan aku baik-baik. Apa yang kamu lihat tidak sama dengan apa yang kamu pikirkan. Dia adalah---"


"Hai... kenalkan namaku Riska. Aku adalah rekan bisnis Elvino, sekaligus mantan kekasihnya saat kuliah." ucap Riska mengulurkan tangannya untuk berkenalan dan degan sengaja pula menekankan kata mantan kekasih Elvino.


Sehingga membuat Adel tersenyum di ujung sudut bibirnya yang tak terlihat oleh Riska ataupun suaminya yang tengah merasa cemas. Takut Adelia marah hanya karena omongan Riska.


"Hai juga, Riska! Senang berkenalan denganmu. Kenalkan aku Adelia, istrinya Elvino." bukan Adel namanya jika dia hanya memiliki mental kerupuk. Elvino yang suka menindas nya saja, bisa kalah hanya dalam waktu beberapa bulan saja.


Masa iya hanya karena pengakuan Riska, si ibu hamil akan kalah. Walaupun di dalam hatinya lagi bertanya-tanya. Berapa banyak jumlah mantan kekasih suaminya yang bernama Riska. Soalnya dia dan Elvino juga pernah didatangi wanita bernama Riska yang juga mengaku sebagai mantan sang suami.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......



__ADS_2