Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Dua Arya.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


"Oh," jawab Arya seraya mengagguk kepalanya pelan. Lalu dia duduk di bangku yang kosong. Sedangkan Elvino langsung mengeluarkan ponselnya seakan-akan lagi sibuk agar Rani segera pergi dari sana.


"El, apakah aku mengaggu mu?" benar saja. Baru beberapa menit El sibuk berbalas pesan dengan Adelia. Dokter Rani mantan pacarnya sudah bertanya.


"Agh, iya. Ini aku ada membahas pekerjaan degan partner kerjaku," dusta si playboy cap kampak tersenyum paksa.


"Kalau begitu aku pamit untuk memeriksa pasien ku dulu. Nanti jika ada waktu aku akan ke sini lagi. Agar bisa menemanimu. Kan kamu hanya---"


"Tidak usah repot-repot. Ini aku sudah mau pulang tidak menginap. Jadi kamu tidak usah datang kesini lag---"


"Kakak mau pulang? Bukannya tadi katanya mau menginap di rumah sakit juga?" Arya tiba-tiba menyela ucapan Elvino.

__ADS_1


"Eum... iya, aku akan pulang dulu. Tapi belum tahu nanti akan kembali lagi atau tidak," Elvino memberikan isyarat dari sorot matanya agar Arya tidak usah banyak bertanya.


"Baiklah! Kalau begitu besok lagi saja. Aku akan---"


"Rani-rani! Tidak usah melihat lagi. Soalnya besok aku juga tidak akan kesini lagi. Aku ada beberapa pekerjaan penting," sela Elvino karena benar-benar tidak mau Rani terus-terusan menjenguk adiknya. Walaupun hanya ikut duduk di depan ruang ICU.


"Kenapa? Apakah sorenya kamu juga tidak akan kesini lagi? Sibuk juga kan hanya siangnya dan kebetulan Minggu ini aku mendapatkan sip malam untuk mengantikan rekan ku yang lagi ada seminar di luar kota,"


"Aku akan pergi ke luar kota sampai waktu yang belum bisa ditentukan," jawab Elvino sudah kembali mengerakan bola matanya kearah adik iparnya lagi.


Sedangkan Arya yang mengerti hanya tersenyum kecil. Sebetulnya dia ingin menertawakan Elvino karena kakak iparnya juga hampir sama seperti dirinya. Takut pada istri.


"Besok pagi. Tentu saja ada urusan perusahaan, memangnya mau apalagi," Elvino menjawab cepat.


"Bukannya tidak ada meeting ataupun kerjasama diluar kota pada bulan ini ya? Kenapa tiba-tiba menjadi ada?"


"Astaga! Arya. Apakah kamu mau ku pecat dari adik sepupu ku. Kenapa banyak bertanya. Seharusnya memang tidak ada, tapi sejak malam ini tiba-tiba saja ada. Setelah aku menghubungi partner kerjaku," seru Elvino membuat Arya adik iparnya benar-benar tertawa dibuatnya.


"Haaa... ha... Arya Wiguna. Kamu tidak usah banyak bertanya karena kakak memang mau pergi keluar kota. Mungkin setelah ketemu Kak Rani malam ini. Jadi urusan bisnisnya menjadi lancar," tawa Arya tidak perduli lagi jika El menatapnya tajam.

__ADS_1


"Kak Rani siapa? Dan dokter ini apakah dokter baru yang akan membantu merawat Raya, atau---"


"Panggil aku Kakak saja, tidak usah dokter karena kesannya seperti dengan orang lain saja," sela Dokter Rani tersenyum.


"Kakak? Lah memangnya Dokter siapa?" tanya Arya Wiguna benar-benar tidak tahu jika wanita itu adalah mantan kekasih Elvino.


"Hai... kenalkan nama aku Rani. Aku adalah mantan pacar Elvino saat kami masih kuliah semester satu," dokter tersebut memperkenalkan dirinya.


"Oh! Pantas saja," jawab Arya Wiguna tersenyum menerima uluran tangan Dokter Rani dan ikut memperkenalkan dirinya.


"Pantas saja apa?" tanya Elvino dan wanita itu secara bersamaan.


"Pantas saja kakak tiba-tiba ada pekerjaan di luar kota. Mungkin keberuntungan setelah bertemu degan Kak Rani," seloroh Arya membuat Elvino memutar bola matanya jengah karena tahu jika saat ini dia lagi dikerjai oleh dua Arya.


"Agh! Kamu bisa saja," sahut dokter itu tersenyum malu.


"Arya, ayo duduklah. Aku tadi sudah membelikan nasi goreng untuk kita bertiga," ucap Elvino pada adik sepupunya.


"El, aku mau memeriksa keadaan pasien ku dulu ya. Nanti jika kamu tidak jadi pulang aku akan datang ke sini lagi. Selamat malam," pamit si dokter karena dia sampai lupa untuk memeriksa keadaan orang-orang yang ia jaga.

__ADS_1


... BERSAMBUNG.........


__ADS_2