Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Harus Kuat.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


📱 Elvino : "Sayang, halo! Halo! Adel, kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Elvino khawatir dengan keadaan istrinya.


"Papa..." lirih Adel mengambil kembali ponselnya yang terjatuh di lantai. Untungnya benda tersebut tidak pecah dan rusak.


📱 Elvino : "Sayang, kamu baik-baik saja kan? Tolong jangan membuatku khawatir," ucap Elvino sambil mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit Hospital Center.


Tadi saat dia masih di parkiran perusahaan. Elvino mendapatkan telepon dari nomor ponsel ayahnya yang mengatakan bahwa beliau mengalami kecelakaan.


Akan tetapi yang menelepon adalah orang lain, karena keadaan papanya dan Sekertaris Demian tidak sadar diri karena dalam keadaan terluka parah.


Sebetulnya El tidak bermaksud membuat istrinya syok mendengar berita duka tersebut. Namun, dia juga tidak mungkin menelepon mamanya dan Raya sang adik.


📱 Elvino : "Sayang! Sayang, kamu baik-baik saja kan?" terdengar suara Elvino tercekat dalam tenggorokannya.


Di sisi lain, Elvino mengkhawatirkan keadaan ayahnya dan Sekertaris Demian, dan di satu sisi lagi khawatir pada keadaan istri dan mama beserta adiknya.


📱 Adelia : "El, se--sekarang bagaimana keadaan papa? Papa sudah baik-baik saja kan?" tanya Adelia degan suara putus-putus.


📱 Elvino : "Aku juga belum tahu! Tolong do'akan agar papa baik-baik saja. Sekarang aku lagi dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Hospital Center." jawab pemuda itu sedikit lega setelah mendengar suara istrinya lagi.


📱 Adelia : "Ba--baiklah! Kamu hati-hati ya, aku akan menyusul ke rumah sakit juga," kata si ibu hamil sambil menangis. Dia khawatir takut terjadi sesuatu pada ayah mertua yang serasa orang tuanya sendiri.


📱 Elvino : "Tidak-tidak! Kamu dirumah saja. Tolong sampaikan pada mama dan adek pelan-pelan, ya. Soalnya aku belum mengabari mereka." cegah El tidak mau istrinya kenapa-kenapa bila menyusul ke rumah sakit.


📱 Adelia : "El, aku mau ke rumah sakit juga. Aku akan memberi tahu mama dan akan ikut bersama mereka." seru Adel mulai bersiap-siap.


Mana mungkin dia bisa tenang, bila belum melihat sendiri keadaan papa mertuanya.


📱 Elvino : "Sayang! Aku mohon jangan menyusul ke rumah sakit. Ini sudah sore, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kamu dan anak kita," El yang begitu posesif pada kesehatan sang istri. Tentu merasa frustasi karena tahu istrinya tidak mungkin bisa dicegah.


📱 Adelia : "El, aku akan baik-baik saja begitu pula anak kita. Justru bila aku diam dirumah saja. Bisa membuatku tidak bisa tenang dan baik-baik saja, karena khawatir pada keadaan papa dan dirimu," ujar Adel tidak mungkin membiarkan Elvino menghadapi kesedihan seorang diri.


Adelia tahu seperti apa Elvino berjuang untuk membuat papanya bangga padanya. Jadi sudah pasti El sangat terpukul atas musibah yang terjadi saat ini.

__ADS_1


📱 Elvino : "Tapi sayang, aku takut terjadi sesuatu pada kalian. Ini rumah sakit, tidak baik ibu hamil malam-malam berada di tempat seperti ini. Aku mohon ya, tidak usah menyusul kesi---"


📱 Adelia : "Sayang! Suamiku! Percayalah, jika kami akan baik-baik saja. Ada suamiku yang akan menjaga kami. Sekarang kamu bawa mobilnya hati-hati. Temani papa sampai kami datang. Ingatlah! Kamu harus baik-baik saja, jika kamu kenapa-napa. Siapa yang akan menjaga kami semua. Aku, mama dan adek," ucap si ibu hamil yang mengerti kekhawatiran suami siaganya.


📱 Elvino : "Sayang," seru Elvino melunak, karena dia baru sadar bahwa saat ini dia harus bisa menjaga semua keluarganya.


📱 Adelia "Iya, percayalah! Kami akan baik-baik saja, karena ada kamu di sana yang akan menjaga kami seperti biasanya." ujar Adelia sebelum menutup sambungan telepon mereka.


Dia akan menyampaikan berita duka itu secara pelan-pelan. Agar Nyonya Risa ibu mertuanya tidak kaget.


"Nona muda," sapa pelayan yang baru saja keluar dari dalam dapur bersih.


"Iya Bibi, mama mana ya? Apakah dikamar---"


"Sayang, ada apa, Nak? Apakah kamu mau sesuatu?" tanya Nyonya Risa yang baru keluar dari kamar Raya putri bungsunya.


"Mama... ada yang mau Adel sampaikan! ini tentang pa---"


"Kak, Kakak mau pergi kemana sudah sore seperti ini?" sela Risa yang ternyata menyusul keluar dari kamarnya.


"Adek, mama... ayo kita duduk dulu," ajak Adel berjalan mendekati sofa yang ada dibelakang mereka.


"Ada apa sayang? Kenapa Mama merasa sudah terjadi sesuatu?" tanya wanita setengah baya itu yang sejak tadi sudah merasa tidak tenang.


"Mama... adek! Eum... ki--kita harus ke rumah sakit. Pa--papa masuk rumah sakit. Tapi keadaanya baik-baik saja," dusta Adelia karena dia takut bila mengatakan yang sebenarnya. Ibu mertua dan adik iparnya akan pingsan.


"A--apa yang terjadi, Nak. Bukannya Papa dan suamimu lagi di perusahaan?" tanya beliau sudah menangis. Begitu pula dengan si cantik Raya.


Semenjak mereka menikah, baru kali inilah Tuan Arka masuk rumah sakit dan mengalami kecelakaan. Makanya Nyonya Risa sangat syok.


"Papa dan Sekertaris Demian mengalami kecelakaan. Lebih baik Mama dan Adek bersiap-siap biar kita berangkat sekarang." jawab Adelia harus lebih tegar lagi.


Agar dia bisa memberikan semangat pada ibu mertua dan adik iparnya.


"Iya, Kakak benar, Ma. Ayo kita bersiap-siap," ujar Raya langsung berlari ke arah kamarnya untuk menganti bajunya, karena gadis itu hanya memakai celana jeans pendek.


"Mama, Mama harus kuat. Papa pasti baik-baik saja." Adelia memeluk tubuh ibu mertuanya yang menangis.


"Kak, ayo kita pergi sekarang," ajak Raya karena tahu jika mama mereka sedang tidak baik-baik saja.


"Mama, ayo kita berangkat sekarang," kata Adel menuntun ibu mertuanya.

__ADS_1


Nyonya Risa hanya mengangguk mengikuti Adelia dan Raya. Mereka berangkat hanya mengunakan satu mobil.


Selama dalam perjalanan si ibu hamil terus memeluk ibu mertuanya. Akan tetapi dia tidak bicara apa-apa. Saat ini mereka hanya saling diam degan pikirannya masing-masing.


Tidak membutuhkan waktu lama. Hanya kurang lebih dari dua puluh menit. Ke tiga wanita berharga bagi keluarga Wijaya, sudah tiba di rumah sakit terbesar di kota itu.


Tiba di dalam. Ternyata Elvino menunggu sendirian di depan pintu ruang operasi.


"El, mana papa, Nak? Apa yang terjadi?" tanya Nyonya Risa yang langsung depeluk oleh Elvino.


Pemuda itu mengelus punggung ibunya yang menagis dan menatap pada istri berserta adik perempuannya.


"Papa mengalami kecelakaan. Sekarang orang-orang papa lagi menyelidiki apa sebenernya yang terjadi. Mama tenang ya," jawab Elvino menenangkan sang ibu.


"Sekarang papa ada dimana? Bagaimana keadaannya?" tanya beliau setelah melepaskan pelukan mereka dan sudah lebih tenang karena putranya dalam keadaan baik-baik saja.


"Papa dan Sekertaris Demian lagi berada di dalam. Kita tunggu saja, mungkin sebentar lagi akan keluar," jawab Elvino bergantian memeluk adik perempuannya.


"Adek harus kuat, lihat mama. Jika kita tidak bisa mengendalikan diri. Lalu siapa yang akan menjaga mama sama papa. Kamu tahu sendiri kan, kak Adel keadaannya seperti apa." si tampan kembali menenangkan adiknya dan setelah itu barulah dia mendekati Adelia yang sejak tadi hanya diam.


"El..." seru Adel berusaha menahan dirinya agar tidak menagis.


Cup!


"Tidak apa-apa! Papa akan baik-baik saja." Elvino mengecup kening istrinya. Jika bukan karena Adelia, Raya dan mamanya. Mungkin saat ini Elvino sudah menghabisi nyawa Manuel dan sekutunya.


Ya, sebetulnya meskipun anak buah Tuan Arka belum memberikan laporan lengkap. Akan tetapi Elvino menduga bahwa semua yang terjadi karena ulah musuh-musuh mereka.


"Bagaimana papa bisa kecelakaan? Apa yang terjadi?" tanya Adelia masih dalam pelukan suaminya.


"Entahlah! Sekarang polisi dan orang-orang kepercayaan papa lagi menyelidikinya." jawab Elvino menarik nafas dalam-dalam.


Sekarang beban Elvino bertambah berat. Soalnya kecelakaan papanya pasti akan ada pengaruh besar terhadap perusahaan Wijaya group. Soalnya musuh-musuh Tuan Arka dan Elvino tidak akan tinggal diam.


"Kamu harus kuat, kamu bisa melewati semuanya ini, sayang," ucap Adelia yang sangat mengerti posisi suaminya.


"Huem! Terima kasih, istriku. Aku akan berusaha untuk menyelesaikan semuanya." jawab Elvino memaksakan untuk tersenyum.


"Aku akan membalas semua perbuatan mereka yang ingin bermain-main dengan ku. Akan aku tunjukkan siapa Elvino sebenarnya."


Gumam Elvino di dalam hatinya. Dia bertekad akan membalas semua pengkhianatan tersebut.

__ADS_1


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2