
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
"Elvino," ucap wanita itu seraya mengibaskan tangannya didepan muka mantan kekasihnya.
"Agh! I--iya!" jawab El tergagap karena dia lagi mengutuk wajah tampannya yang edisi terbatas.
"Apakah kamu sudah lupa padaku? Aku Rani Pelipurlara. Anak jurusan kedokteran. Kita pernah pacaran selama satu bulan setengah, kalau tidak salah," jelas dokter tersebut panjang kali lebar.
Agar Elvino bisa mengingatnya kembali. Sungguh dia sangat bahagia sekali bisa bertemu Elvino. Salah satu mantan kekasihnya yang tidak bisa ia lupakan.
"Rani, Rani, Rani... Rani Pelipurlara!" El mengulangi nama wanita itu berulang kali. Seperti mana anak kecil yang baru bisa berbicara.
"Rani Pelipurlara yang mana sih? Aku lupa karena aku ada punya beberapa mantan yang bernama Rani." si mantan playboy cap kampak kembali bergumam dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Apakah kamu Rani yang suka makan es kacang hijau?" tebak Elvino karena dia mengigat mantannya bukan wajah cantik gadis itu. Melainkan kebiasaan aneh para mantannya atau makanan kesukaan mereka yang menurutnya sangat aneh.
Namun, kali ini Elvino juga tidak ingat pacarnya yang mana yang suka makan es kacang hijau. Jadi dia asal tebak apa yang terlintas dalam pikirannya saja.
"Haa... ha... ternyata kamu masih mengingat makanan kesukaan ku," tersenyum bahagia sambil menutup mulutnya sendiri karena merasa malu dan bahagia secara bersamaan karena ternyata El masih mengigat makanan kesukaannya.
__ADS_1
"Aaaaa... kenapa pake betul sih menebaknya. Kan dia jadi berpikiran yang aneh-aneh. Kenapa tadi kamu tidak menebak bahwa dia Rani yang suka makan tahu Pak Didin." rutuk Elvino karena tadi sebetulnya dia asal tebak.
"El, aku sangat bahagia akhirnya kita bisa bertemu kembali. Bagaimana kabarmu?" ucap Rani mengulurkan tangannya untuk menyapa hangat Elvino.
Si mantan paling tampan. Diantara mantan pacarnya yang lain dan bahkan El jauh lebih tampan daripada kekasihnya saat ini. Ya, wanita itu belum menikah karena dia baru saja lulus sekolah tahun ini. Makanya begitu melihat sang mantan.
Rani sangat bahagia, karena tidak tahu bahwa Elvino telah turun dari jabatannya sebagai Playboy cap kampak dan sekarang telah menjelma menjadi CEO bucin akut yang tidak bisa diselamatkan lagi.
"Kabarku sangat baik. Bagaimana kabarmu? Dan sedang apa kamu disini?" tanya Elvino nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Akan tetapi sebelum itu dia menyambut baik uluran tangan Rani.
"Kamu berkah bisa bertemu dengan ku, Rani. Tapi aku musibah bertemu dengan mu. Aku tidak mau membuat istriku merasa tidak nyaman bila bertemu dengan mantan yang meresahkan."
Malam ini sudah berulangkali Elvino menggerutu di dalam hatinya. Satu-satunya yang dia salahkan adalah kenapa harus memiliki wajah begitu tampan.
"Kabarku sangat baik juga. Walaupun... sampai sekarang aku tidak bisa melupakanmu," jawab Rani degan suara sendunya. "Aku di sini lagi bertugas. Sekarang aku pindah kerja di sini, tapi baru satu Minggu dan tidak tahunya malah bisa bertemu denganmu," lanjutnya masih tetap tersenyum.
"Iya, sekarang aku bertugas di sini dan kebetulan malam ini aku yang bertugas di ruang kenanga dua," jawab Rani membeberkan kenapa dia bisa berada di sana.
"Oh," El hanya mampu menjawab oh.
"Oya El, kamu sedang apa di sini? Apakah ada keluargamu yang sakit?" tanya Rani malah ikut duduk disebelah Elvino dan antara mereka berdua hanya berjarak satu bangku kosong.
"Aku... lagi menunggu adikku yang lagi di ruang ICU. Dia mengalami kecelakaan tiga malam lalu,"
"Apa! Apakah adikmu seorang perempuan? Jadi dia adalah adikmu?" seru Rani yang sudah mendengar berita dari rekannya bahwa ada gadis cantik mengalami kecelakaan mobil.
__ADS_1
"Huem," El hanya menjawab dengan berdehem.
"Agh! El, tolong maafkan aku. Aku benar-benar tidak tahu jika gadis cantik itu adalah adikmu. Jika aku tahu tentu sudah menjenguknya dari kemarin-kemarin,"
"Iya, tidak apa-apa," jawab Elvino yang kembali lagi bergumam. "Untung saja kamu tidak tahu dari kemarin. Kalau tidak pasti Tuan Arka dan Nyonya Risa akan menghapus namaku dari kartu keluarga Wijaya." ucap si tampan Elvino di dalam hatinya.
Malam ini tiba-tiba saja El ingin membeli sebuah pintu Doraemon. Agar dia bisa menghilang bila bertemu para mantan kekasihnya.
Kleeek!
Saat Elvino masih diam dengan pikirannya sendiri. Tiba-tiba pintu ruang ICU dibuka dari dalam. Ternyata yang keluar adalah Arya adik iparnya.
"Kak, Kakak sudah datang?" ucap Arya berjalan mendekati kakak iparnya degan mata menatap heran pada Rani. Seorang wanita cantik memakai jas dokter. Jadi Arya bisa menebaknya bahwa wanita itu adalah seorang dokter di rumah sakit Hospital Center.
"Iya," jawab Elvino melihat kearah Arya. "Kata dokter tadi keadaan adek sudah melewati masa kritisnya." lanjutnya lagi.
"Iya Kak, jika sampai besok pagi keadaannya terus stabil. Maka Raya akan dipindahkan ke ruang rawat intensif," jawab Arya tersenyum kecil.
"Dokter ini siapa? Apakah dokter yang akan membantu merawat kesehatan istriku, Kak?" Arya bertanya pada Elvino.
"Bukan! Dia Ra---"
"Hai, kenalkan aku Rani. Mantan kekasih Elvino dan tidak usah memanggilku dokter. Tapi panggil saja kakak seperti kamu memangil El," Rani menjawab lebih dulu sebelum El memperkenalkan dirinya.
Sehingga membuat Arya menatap pada kakak ipar penuh selidik.
__ADS_1
"Mati aku! Rani kenapa kamu mempersulit ku." keluh Elvino dengan menahan kesal pada sang mantan.
... BERSAMBUNG... ...