
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
"Hei... apa yang mau kau lakukan?"
"Diam! Jika tidak aku akan mematahkan lehermu!" ancam Eza yang menarik kasar wanita itu keatas tempat tidur. Lalu dia tutup tubuhnya mengunakan selimut. Tidak lupa Eza juga melepas jas miliknya yang tadi dipasangkan pada wanita yang tadinya dia tolong.
"Apa yang mau kau lakukan? Kau mau memperkosaku?" tuding si wanita karena Eza menurunkan kameja dan tali Bra nya kebawah.
"Ck! Memperkosa?" decak si calon pewaris menahan kesal sejak tadi. "Dikasih saja gadis jadi-jadian sepertimu aku tidak mau. Diam disini dan cukup ikuti apa kataku." lanjut Eza juga membuka kameja putih yang dipakainya.
Lalu dengan bertelanjang dada, Eza berjalan'untuk membuka pintu kamar hotel. Sehingga para wartawan yang berdiri di depan pintu sangat terkejut.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kalian mengaggu waktu Saya yang mau bersenang-senang?" tanya Eza yang memberikan tatapan tajam.
"Maaf Tuan Muda, kami hanya mau meliputi yang katanya Anda sedang melecehkan seorang pelayan hotel." jawab report yang tidak tahu siapa yang sudah mengundangnya.
"Melecehkan seorang wanita?" Eza menyipitkan matanya. "Siapa yang membuat berita hoax seperti itu?" balik bertanya padahal Eza sudah tahu ada seseorang yang mau memfitnah dirinya.
"Tadi ada orang yang memberitahu kami saat mau keluar dari hotel ini. Apakah benar Anda melakukan perbuatan seperti itu?" kamera yang menyala sejak tadi tidak bisa dihentikan oleh pengawal Wijaya. Apalagi setelah mereka melihat tuan mudanya begitu santai.
"Haa... haa... apakah Saya tidak laku lagi sehingga memperkosa seorang pelayan? Bukannya kalian semua tahu jika tanpa Saya mencari, para gadis akan berbondong-bondong ingin ditiduri secara sukarela." tawa Eza yang membuat para wartawan terdiam.
"Bohong! Jangan percaya begitu saja. Coba suruh Tuan Muda Wijaya ini membuka lebar pintu kamarnya. Nanti akan tahu perkataannya benar atau tidak."
"Wah, tenyata benar ada seorang gadis di dalam kamar Tuan Muda Eza." berbagai tudingan pun kembali terjadi. Untungnya liputan tersebut bukanlah live streaming. Karena para wartawan ingin membuktikan kebenarannya. Soalnya jika mereka salah saat memberitakan si calon pewaris Wijaya. Tentu perusahaan tempat mereka bekerja yang menjadi ancamannya.
Semua orang tahu seberapa besar pengaruh Perusahaan Wijaya group. Namun, apabila sempat berita tentang Eza yang melecehkan itu benar, maka para pencari berita akan dinaikan gajinya.
"Dia adalah kekasih Saya yang merupakan pegawai di hotel ini. Namanya... Olivia. Rencananya bulan ini kami mau menikah." jelas Eza demi menyelamatkan nama baik keluarganya.
__ADS_1
Namun, semua itu tentu harus dia pertanggung jawabkan, karena tidak mungkin para wartawan hanya diam cukup sampai di situ.
"Brengsek! Kenapa bisa seperti ini? Agh... ini semua pasti akal-akalan Eza saja. Tidak mungkin dia berpacaran dengan seorang pelayan."
Umpat laki-laki bernama Hendrix. Dia adalah cucu dari musuh Elvino. Maka dari itu masih terus untuk menjatuhkan perusahaan Wijaya group.
"Tidak mungkin! Kau jangan berbohong, Za. Dia adalah pelayan yang mau kau perkosa kan?" ucap laki-laki tersebut.
"Buat apa aku berbohong. Jika kalian tidak percaya coba tanyakan sendiri padanya." Eza berjalan mendekati ranjang tempat tidur dan mengangkat dagu gadis yang dia ketahui bernama Olivia. Dari mana Eza tahu? Jawabannya adalah dari baju kameja gadis itu.
"Oliv, apa yang aku katakan benar, kan?" sedikit mencengkram tangan Olivia agar mau bekerja sama.
"Nona, apakah benar Anda kekasih Tuan Muda Eza?" tanya Hendrix memastikan. Sebab yang mau memperkosa Olivia tadi adalah para anak buahnya. Jadi dia sangat yakin bahwa gadis tersebut tidak akan mengikuti perintah Eza.
"I--iya... Saya adalah kekasihnya dan kami akan menikah dalam bulan ini." jawaban Olivia tentu saja membuat wartawan maupun Hendrix tidak bisa berkata-kata lagi. Jika sudah calon istri, maka sah-sah saja Eza mau berhubungan intim. Begitulah kiranya yang mereka pikirkan.
"Sial! Gadis ini pasti suruhan Hendrix. Benar-benar siluman ular. Awas kau ya, akan aku buat kau menyesal karena sudah berani menjebak ku."
__ADS_1
Guman Eza di dalam hatinya. Dia benar-benar menaruh dendam pada Olivia yang sebetulnya menjadi korban tidak tahu hal apapun.
...BERSAMBUNG......